INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Cinta VS Jasmin


__ADS_3

Kiki yang baru datang membeli makanan berpapasan dengan Arul di depan pintu, Kiki sedikit panik segera mendekati Arra


"Apa yang terjadi, kenapa Arul bisa datang kemari"


"Faki menghubunginya"


"Apa?, hei kenapa kamu menghubunginya, kalau nanti---“ tidak jadi mengatakannya "Tapi kenapa dia datang" ucap Kiki bingung


"Tidak tahu" mengangkat bahu


"Siapa dia, sepertinya dia bukan orang miskin sepertimu, baju dan penampilannya keren, tapi kenapa dia datang menemuimu dan pergi dengan cara seprti itu, dan Mama siapa yang dia maksut" tanya Riki yang penasaran sejak tadi


"Itu bukan urusanmu, kalian bertiga keluar sekarang dan kau" menunjuk Reza "Jangan ganggu Arra lagi"


Reza menatap Arra dingin kemudian ia keluar diikuti Riki, Faki menghampiri ranjang Arra ‘’Maaf, aku telam membawa masalah untuk kalian berdua, Ra cepat sembuh dan terima kasih lukisannya"


Arra tersenyum


Faki keluar dari ruangan Arra, Riki yang penasaran mengenai Arul segera bertanya pada Faki disaat Faki keluar dari ruangan Arra


"Siapa cowok tadi, apa kau kenal dengan dia"


"Kenapa kau bertanya padaku tanyakan saja langsung pada Arra"

__ADS_1


"Bukankah kamu dekat dengan mereka, ayo katakan, atau jangan-jangan cowok itu adalah cowok yang disukai Arra"


"Mungkin dan sepertinya cowok itu sudah mulai membuka hatinya untuk Arra, sukurlah dengan begitu bebannya sedikit akan berkurang’’ ucap Faki sambil melirik Reza


dan benar saja Reza yang mendengar itu langsung menatap Faki, sedikit rasa kecewa tersirat dari wajahnya.


Setelah kepergian 3 cowok itu Kiki lengsung menemui dokter dan meminta izin agar Arra bisa keluar hari rumah sakit tapi dokter melarangnya hingga besok. Akhirnya Arra malam ini menginap di rumah sakit. Disaat malam Arra yang melihat Kiki tertidur kerena letih kelura menuju ruangan Jasmin. Terlihat dari pintu Jasmin yang sedang membaca buku.


"Permisi"


"Hei, Arra, kenapa kamu malam-malam biasa ada disini dan ada apa dengan pakaianmu apakah kamu sakit"


"Tidak, hanya luka ringan, kamu sedang apa dan bagai mana keadaanmu"


"Bagaimana kalau kita keluar melihat kerlipan bintang, kamu pasti sudah lama tidak bisa melihatnya"


"Tapi"


"Hanya sekali, lagi pula dokter yang lain pasti sudah tidur kerna lelah seharian merawat pasien kecelakaan tadi siang, bukankah kamu merasam bosan di kamar ini terus"


"Mmm baiklah"


Mereka sampai di taman rumah sakit Jasmin sangat senang, mereka mulai bercerita sampai Arra mengungkit masalah cinta

__ADS_1


"Apakah kamu pernah jatuh cinta"


"Mmmm’’ jawab Jasmin tersenyum pada Arra


"Bagai mana rasanya jatuh cinta itu"


"Itu sungguh membahagiakan, terlebih jika kita sudah lama mencintai seseorang, baban cinta yang kita pendam di lubuk hati terasa musnah setelah kita mendaptkannya. Tapi setelah dia pergi itu lebih menyakitkan, sangat! Sangat menyakitkan"


"Apakah kamu sudah putus dengan pacarmu"


"Mmm"


"Kenapa"


"Penyakit yang terus menggerogoti tubuhku ini akan membebaninya, aku tak mau aku jadi beban baginya, aku tak mau setelah dia tau semua ini dia akan pergi meninggalkanku terlebih dahulu, tanpa ada persiapan dariku"


"Apakah sekarang dia telah tahu tentang penyakitmu ini"


"Ya"


"Lalu"


"Ternyata aku salah, dia tidak merasa terbebani dengan penyakitku ini, tak ada terlintas sedikitpun dalam fikirannya untuk pergi dariku, aku telah melukai hatinya aku telah salah"

__ADS_1


__ADS_2