INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Menjual VS Merusak


__ADS_3

Keesokan harinya Arra, Kiki dan teman-temannya yang lain bersiap-siap untuk pergi menjual lukisan. Mereka mulai memasukkan lukisan mereka ke dalam mobil .


Saat Arra hendak memasukkan lukisan, ia melihat Reza lewat tidak jauh dari tempat meraka, Arra yang melihatnya langsung memanggil Reza


"Hei cowok dingin" tegur Arra melambaikan tagannya kearah Reza


Reza langsung menatap Arra dengan dingin, saat ia akan melanjutkan langkahnya ia menatap Arra dengan sinis "Kau masih memakai perban konyolmu" ucap Reza tersenyu mengejek


Kiki yang mendengarnya langsung melihat kearah sumber suara, kemudian ia mendekati Reza yang hendak pergi "Hei kau! berhenti" ucap Kiki menghentikan langkah Reza


"Ada apa" ucap Reza masih dengan nada dingin


"Ohh, ternyata kau yang menekan pipi Arra" ucap Kiki meraih kerah Reza kasar


"Hei !’’ melepaskan pegangan Kiki "apa-apaan ini, sandiwara kalian itu sangat berlebihan, aku tidah simpatik sedikitpun pada temanmu itu, suruh dia untuk melepaskan perban dari wajahnya. Aaaa! apa wajahnya jelek atau jamuran, panuan oleh sebab itu ditutup agar tidak kelihatan, ide bagus, kalau begitu pertahankan"


Arra yang melihatnya langsung berlari medekati mereka


"Apa kau bilang sandiwara, jelek, jamuran !, apa matamu eror tidak bisa membedakan mana yang cantik jelek, sandiwara, nyat , ha---"


"Kiki" teriak Arra menghentikan perkataan Kiki


"Apa ?, kamu mau menutupinya lagi, membiarkan orang ini menekan lukamu, merendahkan dirimu dihadapa orang ini, membiarkan orang ini menghinamu, hahh terserah kamu, itu urusanmu bukan ? bukan urusanku ya ?" meninggalkan Arra dan Reza dengan kesal

__ADS_1


Reza yang mendengar penuturan Kiki melihat Arra heran, sedangkan Arra hanya menundukkan kepalanya, kemudian ia tersenyum sebelum ia mengangkat kepalanya


"Mmm, sepertinya aku sudah ketahun" menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian meninggalkan Reza


Kiki menuju mobil, ia masuk dan membanting pintu kuat, Arra mengikuti kiki memasuki mobil, di dalam mobil Arra mulai membujuk Kiki "Ki, maaf, aku janji tidak akan mengulangi hal seperti itu lagi‘’ ucap Arra menyenggol siku Kiki


"Janji ya"


Arra mengangguk ,mengulurkan jari kelingkingnya


Kiki tersenyum menyambut jari kelingking Arra


Mereka sampai di tujuan Arra, Kiki dan teman-teman yang lain mula menjual hasil karya mereka


"Tania aku kesan ya"


Arra berjalan menuju sekumpulan keluarga, dengan lukisan yang digenggam erat di tangannya, saat tiba di dekat calon pembelinya Arra mulai manyiapkan diri "Ehem, ehem, ok”


"Permisi, maaf Bu mengganggu sebentar, ini saya dari mahasiswa Fakultas Seni ingin menawarkan lukisan, hasil penjualan ini untuk membantu dosen yang sedanng sakit, apakah Ibu-Ibu ada yang tertarik, kami melukis ini dengan tulus, dengan segenap perasaan, jadi saya berharap semua orang dapat mendapatkan ke bahagiaan dengan melihat lukisan kami" Arra mulai menawarkan


"Ka, lukisannya bagus, aku suka, Ma, beli satu ya" ucap seorang remaja, kira-kira anak kelas 1 SMA"


Kamu mau yang mana" tanya sang Ibu

__ADS_1


"Di sana masih banyak, kalau Adik mau saya bisa ambil yang sesuai dengan keinginan Adik" ucap Arra senang


"Tidak usah Ka, aku saja yang ke sana" ucap Sarah sang calon pembelo remaja Arra, mula berjalan menuju pangkalan mereka menjual


Arra mulai menawarkan pada yang lain, 3 lukisan terjual di sana dengan cepat, saat ia hendak menuju ketempat teman-temannya yang lain, Arra sangat terkejut melihat seseorang yang mengobrak abrik lukisan-lukisan mereka, Arra segera berlari menuju teman-temannya


Arra sedikit terkejut melihat orang yang mengobrak abrik lukisan mereka “Hei, apa yang kamu lakukan pada lukisan kami, lancang sakali tanganmu" bentak Arra kasar


Reza menatap Arra sinis, kemudian ia berkata “kalian yang lancang menjual yang bukan hak milik kalian" ucap Reza tak kalah kasar, kemudian ia mengajak teman-temannya yang lain untuk pergi


"Hei, apa maksutmu"


"Kamu harus bertanggung jawab dengan semua ini"


"Cowok sialan"


"Bagai mana ini"


"Apa yang harus kita lakukan"


"Menyebalkan"


Teman-teman Arra sangat kesal dan juga bingung apa yang harus mereka lakukan

__ADS_1


"Ra bagai mana ini, apa yang harus kita lakukan sekarang, dana yang terkumpul masih sedikit, tidak mungkin kita menjual lukisan yang sudah rusak seperti ini" tanya Tari pada Arra sebagai ketua pelaksana


Arra hanya diam kali ini ia benar-benar marah


__ADS_2