INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Minta = Traktir


__ADS_3

'Kita suah lama tidak bertemu" gumam Reza kemudian menutup matanya


***


Keesokan harinya di saat jam istirahat Arra dan taman-temannya berkumpul


"Hah, akhir-akhir ini benar-benar melelahkan"


"Ia sangat melelahkan, tapi aku sangat senang melakukannya"


"Otakku hampir error memikirkan inspirasi yang tepat setiap hari"


"Uangku banyak keluar untuk pergi ketempat yang menumbuhkan inspiasiku"


"Walau aku lelah tapi aku sangat senag karena dapat membantu Bu Ana"


"Ia ,tapi uang itu bukan uang kita, bukankah semua lukisan kita telah di hancurkan orang cowok berengsek itu"


"Ia aku sangat kesal padanya, andai saja dia tidak menghancurkannya, mungki sekarang kita sedang makan-makanan enak"


"Ia, si berengsek itu benar-benar sudah menghancurkan semuannya"


Arra hanya mendengar ocehan temannya tidak berniat menanggapi, kemudian ia mendapat ide ,ia segara berlari meninggalkan teman-temannya


Kiki yang melihatnya memanggil Arra ‘’Ra mau kemana‘’


"Sebentar, aku akan segera kembali"


Arra berlari mencari Reza dari balkon, saat ia melihat Reza yang sedang duduk ia segera menyusulnya, saat Arra sampai disana ia segera menghampiri Reza


"Hei" menepuk bahu Reza


"Apa lagi sekarang"

__ADS_1


"Mana uang yang kemarin‘’ Arra mengadahkan tangannya


Tiba-tiba Faki dan Riki berdiri di samping Arra ‘’Bukankah kamu tidak membutuhkannya"


"Bagaimana bisa aku tidak butuh uang" ‘jawab Arra ketus paada Riki


"Bukankah kamu mengeluarkan uang 25 juta" ‘tanya Faki memastikan


"Haaa, 25 juta, ha...ha...ha..." tawa Arra yang tardengar seperti di paksa ‘’Bagaimana bisa aku mendapatkan uang 25 juta, sedangkan mengganti baju ini saja sangat sulit" ucap Arra yang terus menengadahkan tangannya


Raza menatap Arra


"Aish, kamu tidak mau memberikannya ?‘’ tanya Arra kemudian


"Aku tidak tau permainan apa yang sedang kalian rencanaka sekarang" ucap Reza kamudian mengeluarka uang yang kemarin di tolak Arra


Arra langsung merempasnya dari tangan Reza ‘’Terima kasih" ucapnnya langsung meninggalkan Reza, Riki, dan Faki, kira-kira 10 langkah, Arra membalikkan badannnya kembali, kemudian berkata ‘’Kalian benar-benar baik, terimakasih banyak" ucapnnya kemudian meninggalkan mereka


Sepulang kuliah Arra mengajak teman-temannya makan dengan uang yang ia minta dari Reza, di sana mereka makan dengan lahap, Intan bertanya dari mana ia mendapatkan uang tersebut, akan tetapi Arra hanya menjawap kalau itu tidak penting


Saat Arra dan teman-teman asyik makan Kiki yang penasaran dari mana Arra mendapatkan uang membawa Arra jauh dari teman-temannya


"Dari mana kamu mendapatkan uang itu"


Arra menggaruk kepalanya kemudian ia berkata “Dari cowok dingin itu"


"Aishh, kenapa kamu melakukannya, mau di taro di mana mukaku ini"


"Ya di kepala" jawab Arra santai


"Aaaah, kamu tidak mengerti juga?, aku sudah mengatakan pada mereka agar dia tidak mendekatimu, tapi apa yang kau lakukan sekarang"


"Siapa suruh mengatakan hal seperti itu"

__ADS_1


Kiki jadi bingung sendiri, kemudian ia ingat seuatu “Aaaa, bukankah kamu sudah janji untuk tidak menemuinya lagi" menyentuh perban yang masih melekat di wajah Arra


"Mmmm, aku hanya meminta unganya saja, tidak lebih, lagi pula aku melakukan ini untuk yang lain, apa kamu tidak kesal pada mereka, minimal kita bisa makan dengan uang mereka"


Kiki hanya menatap Arra kemudian ia pergi meninggalkan Arra sendirian


Arra yang di tinggal segera menyusul Kiki, tak sengaja ia melihat Raza dan teman-temannya ada di restoran itu juga, Arra segera berusaha bersembunyi agar Reza tidak melihatnya


Teman Arra yang lain asyik makan dan bercerita, mereka hanyut dalam kegiatan masing-masing, Arra sesekali melirik ke arah meja Reza, ia terus memperhatikan Reza yang sedang makan dan juga berbicara dengan teman-temannya


Setelah mereka selesai makan mereka bersiap-siap pulang, Kiki dan yang lainnya duluan pulang sedangkan Arra pergi ke kasir untuk membayar makanan mereka. Saat Arra hendak keluar dari restoran tak sengaja Arra bertemu denngan Reza, Faki dan Riki yang hendak keluar juga


"Kamu di sini juga" tanya Faki ‘’


"Sedang apa kamu disini‘’ tanya Riki mencibir


"Makan, memang hanya orang seperti kalian saja yang boleh datang ketempat ini" jawab Arra cuek, sambil melihat Reza yang terus berjalan


"Ya, siapa saja boleh datang ke sini termasuk kamu, tapi kalau boleh tau, apa kamu tidak malu dengan perban yang menempel di wajahmu, itu sangat terlihat jelek, sebaiknya di lepas saja, kamu lebih cantik melepasnya" jalas Faki


Reza yang mendengar kata-kata Faki menghentikan langkahnya, ia penasaran apa yang akan di katakan oleh Arra


"Oohhh, mmm, ini....ini.....’’bingung apa yang mau di katakannya , "kalau sampai Kiki tau bisa tamat riwayatku" benak Arra


Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil Arra


"Oooo, ya, sebentar" jawab Arra "Aku pergi dulu ya, bersenang-senanglah" ucapnya pada Faki dan Riki, beberapa langkah kemudian Arra membalikkan badannya kemudian berkata ‘’Hei cowok dingin, tersenyumlah sedikit, wajahmu sangat jelek kalau seperti itu" ucap Arra kemudian pergi meghampiri Kiki


"Kamu me----"


"Tadi hanya kebetulan" ucap Arra memotong kata-kata Kiki


Kiki menatap Reza dan Arra bergantian kemudian mengajak Arra pulang

__ADS_1


Raza barpisah dengan taman-temannya, ia mengarahkan mobilnya menuju rumah sakit. sesampai di sana ia segera menuju ruangan yang sepertinya sudah sering ia kunjungi, di subuah ruangan Reza menghentikan langkahya, kemudian melihat seseorang di dalam sana dari pintu, setelah beberapa lama di sana ia meninggalkan rumah sakit dan ia tak lupa meninggalkan memo di depan pintu ‘’Tetap semangat menjalani hidup ini, aku merindukanmu"


Tak berapa lama setelah kepergian Reza penghuni ruangan tersebut keluar dan dia menemukan memo yang di tinggalkan Reza, setelah di membacanya ia melihat kiri, kanan mencari si pemilik tulisan, merasa tidak menemukan sosok yang di cari ia sangat sedih dan kecewa, ia teringat terakhir kali melihat Reza


__ADS_2