
Dalam ruangan, dosen mulai menyampaikan materinya, para mahasiswa\i mendengarkannya dengan serius dan sesekali tertawa kerrna celetukan sang dosen yang kedang kala sangat lucu. pada akhir materi Arra mengangkat tangan
"Pak, kita wisata yuk, butuh inspirasi yang menarik nih pak" celetuk Arra yang di sambut bahagia teman-temannya
"Perbaiki dulu wajahmu baru kita pergi" ucap sang dosen
Arra memegang pipinya "Baiklah ini hanya luka ringan, jadi teman-teman semua sabar sebentar ya"
Terlihat kekecewaan dari wajah teman-temannya
"Baiklah perkuliahan hari ini selesai kalian boleh keluar, Arra kemari sebentar" panggil Pak Darwim
Arra langsung meghadap sang Dosen "Ada apa pak, mmmmmmmmm bapak berubah pikiran" celetuk Arra senang
"Wajahmu kenapa" sembari memasukkan leptopnya ke dalam tas
"Ini hanya luka ringan, bentar lagi juga sembuh"
"Yang saya tanya wajahmu kenapa, bukan luka berat atau ringan"
Arra diam sesaat memikirkan alasan "Mmmm kemarin saya jatuh pak" ucap Arra menggaruk-garuk kepala, merasa alasannya kurang tepat
"Alasan yang tidak masuk akal" balas sang Dosen kemudian meningalkan Arra
Arra hanya melihat kepergian dosen favoritnya itu, di luar Kiki sudah menunggunya, saat Arra keluar Kiki langsung bertanya pada Arra
__ADS_1
"Ada apa"
"Nih" menunjuk pipinya "Cuma nanya ini , aku pikir tadi mau gajak kita wisata, dan tau tidak apa yang di katakan pak Darwin saat aku menjawab pertanyaan pak Darwin , 'alasan yang tidak masuk akal' “ meniru cara bicara pak Darwin
"Memang alasan kamu apa"
"Jatuh" ucapnya santai
"Ha....ha......ha .... anak kecil saja tidak akan percaya kalau melihat lukamu, ditambah yang kena pipi kanan dan kiri kamu"
"Jangan salah, cowok sialan yang aku tabrak kemaren bilang kalau ini hanya luka buatan, dia bilang 'aku nggak simpatik dengan luka yang di pipimu' " kembali meniru ucapan Reza
"Cowok rabun kali"
"Aku setuju, Ki anterin aku kerumah ya, aku tidak ada uang nih"
"Hei, cowok dingin duluan ya" melambaikan tangannya mengejek Reza
Reza yang melihatnya tersenyum sinis melihat kelakuan Arra
"Itu cowok yang kamu tabrak" tanya Kiki
"Iya"
Dalam perjalanan pulang Arra dan Kiki bercerita hingga sampai rumah “Ki besok jemput aku ya, satu minggu ini aku tidak dapat uang transport"
__ADS_1
"Ok" menyatukan ibu jari dan telunjuk "aku pulang ya, hati-hati sama nenek sihir"
Arra tersenyum, setelah Kiki menghilang di belokan, senyuman itu menghilang.
Arra menatap rumahnya , menariknapas sesaat kemudian membuka pagar, di dalam rumah, Arra mulai membersihkan rumah yang perlu di bersihkan, ia menatap foto dirinya dan kakaknya, benaknya berkata “Ka Endut di mana sekarang, kenapa kakak tidak pernah pulang ke rumah aku kangen sama kakak"
Setelah pekerjaan selesai ia mulai santai menyalakan tv, menunggu Mama dan Adiknya pulang, tak berapa lama orang yang di tunggu datang
"Sebentar lagi teman Mama akan datang, cepat bersihkan dirimu" ucap Mama saat Arra membuka pintu
Arra menuruti perintah sang Mama, ia segera mandi dan mengganti bajunya kembali, tak berapa lama, tamu tersebut datang, Arra menyambutnya dengan sopan santu, "Silahkan masuk Tante, mama sudah menunggu di dalam"
"Arra, wajahmu kenapa" tanya sang tamu
"Jatuh tante di kampus" ucap Arra dan langsung mengalihkan pertanyaan "Sayra tidak ikut tan ?"
"Tidak, dia sedang les privat"
Arra langsung pergi meningalkan tamu saat Mamanya datang, ia membuka buku dikamar mulai belajar. Karena merasa bosan, Arra menuju jendela yang di sana juga terdapat kanvas yang sedikit lagi selesai. sesekali ia mendekatkan telinganya ke pintu berharap sang tamu segera pergi "lama sekali perginya, kalau seperti ini kerjaanku tidak akan selesai tepat waktu" keluh Arra
Saat jam menunjukkan jam 17:00 sang tamu baru pergi, Arra langsung menghantarkan kepergian sangtamu
"Hati-hati di jalan tan" ucap Arra saat mobil tamu itu melewati pagar, saat mobol sudah tak terlihat lagi, Arra buru-buru menuju rumah, ia mula membersihkan rumah yang tadi sempat terhenti hingga jam 21.00 malam pekerjaannya belum selesai, ia masih harus membersihkan kolam renang , menata bunga , menyapu seluruh halaman tepat pukul 24.00 semua pekerjaan Arra selesai , Mama yang masih terjaga menghentikan langkah Arra yang hendak masuk kamar "Arra apa semua sudah bersih"
Arra melihat sekeliling rumah kemuduan menganggukan kepalanya
__ADS_1
"Besok bersihkan guci dan perabotan yang lain, kelihatannya sudah banyak debu" , ucap Mama sebelum masuk ke kamarnya. Mama sempat berpesan jangan ada satupun yang tertinggal
Arra menataap guci dan perabotan rumahnya dengan lesu "Besok kita berjumpa lagi, padahal aku baru membersihkan kalian 2 hari yang lalu" ucap Arra memasuki kamarnya, matanya langsung terpejam saat tubuhnya menyentuh kasur