INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Arul = Zi


__ADS_3

Faki melajukan mobilnya ke rumah Arra, sesampai di depan rumah mewah itu Faki behenti. Dia memperhatikan rumah Arra


"Kemana penghuni rumah ini, ko sepi, apa mereka sedang pergi, tapi kemana, kenapa Arra tidak mengatakannya, bahkan pada Kiki", batin Faki celingukan di depan rumah Arra


Tak berapa lama dari kejauhan terlihat Kiki mengendarai motornya ke arah rumah Arra, saat melihat Faki ia sedikit gugup tapi Kiki kembali menata hatinya, dan berhenti di dapan rumah Arra yang di tunggui Faki


"Kamu tidak masuk kuliah, kenapa ada di sini"


"Bolos, mau melihat Arra, tapi kelihatannya tidak ada orang"


Kiki ikut celingukan melihat teras rumah ia heran karena mobil dan motor yang biasa di pakai Mama dan Arul ada di dalam, tapi mobil keluarga mereka tidak ada, dan rumah di kunci


"Mereka pergi ke mana, kalau ada urusan kenapa Arra tidak memberi kabar", ucap Kiki bingung


"Terus bagai mana ini, dari tadi aku hubungin Arra tetap tidak di angkat"


"Aku juga tidak tau", kemudian Kiki mengambil ponselnya, Kiki sedikit ragu melihat nomor yang tertera di depan layar


"Mau nelpon siapa", tanya Faki heran


"Arul" , kemudian menekan tombol dengan yakin


"Ya, halo"


"Ya, ada apa"


"Saya Kiki, teman Arra"


"Mmm, aku tau, ada apa menghubungiku"

__ADS_1


"Hari ini Arra tidak masuk ke kampus dan rumah kalian juga kosong, aku hubungin Arra tidak pernah di angkat, apakau tau dia di mana sekarang"


Sebuah mobil berhenti di depan rumah Arra dan di sana Arul kelur dengan ponsel yang masih di telinga, melihat Kiki ia langsung mematikan ponselnya dan berjalan ke dalam rumah


"Arra di mana, kenapa rumahnya kosong, padahal Mamamukan sudah pulang dari Jepang’’ mengikuti Arul


Arul menaiki tangga dan masuk ke kamar Arra "Dia sekarang ada di rumah sakit, semalam jatuh dari tangga" ucap Arul sambil memasukkan baju-baju Arra ke dalam tas


"Rumah sakit ?" terkejut


Arul keluar dari kamar Arra dan ia melihat ponseo Arra yang terjatuh di ujung tangga sedang berdering, segera ia mengangkatnya


Arul mengangkatnya dan ia langsung di bentak oleh si penelpon


"Kamu kemana saja, dari tadi di telpon kenapa tidak di angkat, sms tidak di balas sedikitpun, mau cari masalah, takbisakah kau memberi tahuku" bentak Reza dari seberang telepon


Siapa yang telepon" tanya Kiki


"Tidak tau, kasar sekali, seenaknya membentak-bentak orang"


"Apa kau sudah tau dari Arra"


"Apa ?"


"Ka Zix


"Ada apa dengan ka Zi" tanya Arul antusias menghentikan langkahnya


"Kau sangat antusias sekali, sama seperti Arra"

__ADS_1


"Jangan berbelit-belit, ada apa dengan ka Zi"


"Kemaren Arra bertemu dengan ka Zi yang sedang mengisi seminar di kampus"


"Benarkah"


"Ya, kami sempat jalan-jalan kemaren" jawab Faki


"Terus di mana ka Zi sekarang"


"Aku tidak tau tapi aku yakin Arra tahu"


Arul yang sempat meneteskan air mata segera menuju mobil dan pergi ke rumah sakit


Kiki dan Faki mengikuti Arul, di dalam mobil Kiki dan Faki hanya diam kemudian Kiki menghubungi Zi


"Halo, Ka Endut"


"Ia, ada apa Ki"


"Arra ka, Arra masuk rumah sakit"


"Arra masuk rumah sakit, rumah sakit mana, bagaimana keadaannya sekarang, apa dia baik-baik saja, apa lukanya parah"


"Tidak tau Ka, sekarang saya sedang menuju rumah sakit, jika sudah sampai, Kiki hubungin ka Endut lagi"


"Baiklah segera hubungi saya"


"Ia Ka"

__ADS_1


__ADS_2