INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Arra VS Mama


__ADS_3

Mereka mulai bercanda bahagia dan berbicara banyak hal, membahas berbagai perihal di sekitar mereka hingga jam 22:00, karena kelelahan mereka tertidur, mereka asik dengan mimpi indah mereka masing-masing. Tapat jan 02:00 dini hari terdengar suara bel yang di tekan sangat kasar, membuat mereka berdua terbangun


Kiki mengintip dari jendela. "Siapa yang menekan bel di pagi bUta seperti ini" Kiki sangat terkejut melihat Mama Arra berdiri di sana


"Ra, gimana ini, Mama kamu ada di depan rumah, dia sudah datang" ucap Kiki panik dan mulai merapikan dirinya


"Apa ?" Arra kaget tak percaya mendengar perkataan Kiki, Arra mengintip jendela sekali lagi untuk memastikan "Aduh bagai mana ini, maaf Ki aku tidak tau kalau Mama akan datang malam ini"


"Tidak masalah tapi bagai mana aku bisa keluar dari sini"


"Ikut aku" Arra keluar dari rumah untuk membuka pagar diiringi Kiki yang mengendap-endap menuju pagar, saat Mama Arra masuk, Arra berlahan-lahan menutup pagar menunggu Kiki keluar, saat Kiki sudah keluar Arra menyempatkan diri berkata "Maaf ya Ki, hati-hati di jalan, kalau sudah sampai rumah hubungi aku"

__ADS_1


"Ok, nanti kita bertemu di kampus, daaa" melambaikan tangannya, kemudia pergi meninggalkan rumah Arra


Di dalam rumah Mama telah menunggunya Arra, ketika Arra masuk ia langsung di bentak kasar “Siapa orang yang kau bawa masuk ke dalam rumah ini" ujar sang Mama sambil menunjuk gelas dan bungkus makanan yang masih berserakan


Arra menunduk lesu, siap menerima akibat dari perbuatannya “ Taman kampus Ma" ujarnya lesu bersiap mendengar bentakan yang lebih keras


"Beraninya kamu membawa temanmu ke rumah ini , mentang-mentang Mama tida ada di rumah kamu bisa seenaknya membawa teman, kamu pikir ini rumahmu yang bisa seenaknya di rumah ini , sudah berapa kali mama katakan jangan bawa teman ke dalam rumah , apa kurang jelas, ha !"


Arra berjalan mendekati Mamanya


"Cepat ! "saat Arra sudah dekat sangMama langsung menampar wajah Arra "Apa ini masih kurang untuk membuat kamu bisa sadar dan mengerti hah !, ayo jawab" bentak Mama lebik keras sambil memengang dagu Arra dengan keras

__ADS_1


"Maafin Arra ma, maaf, Arra tidak akan mengulanginya lagi"


"Bisanya hanya minta maaf" bentak Mama, kemudian terdiam memperhatikan sekitar dan kemudian melanjutkan omelannya “Dimana adik mu ?" tanya Mama semakin meninggikan suaranya


"Belum pulang ma " ucap Arra semakin lesu


"Belum pulang ?, bagai mana bisa kami bersenang-senang dengan temanmu sedangkan adikmu belum pulang, dasar anak tidak tau diri " sambil memukul kepala Arra kuat


"Ahhhha, maaf ma, sakit " rintih Arra


"Sakit, ia sakit !" menjambak rambut Arra kemudian menyeretnya ke dapu, kemudian mengambil pisau yang tak jauh dari mereka 'Ini untuk membawa teman seenaknya dan ini untuk adikmu yang belum pulang “ ujar sang Mama menyayat wajah cantik Arra Dengan pisau dapur, kemudian ia meninggalkan Arra yang kesakitan

__ADS_1


Dua sayatan itu mengeluarkan darah segar, Arra merintih kesakitan, ia berusaha mengambil alat P3K untuk memperban lukanya "ah... ah...awww." hanya itu yang keluar dari mulutnya dan bukan Arra namanya jika dia sampai megeluarkan air mata, walau dia mendapatkan 2 sayatan pisau di pipiny tapi setetespun air mata tak ada yang meluap dari pelupuk matanya


__ADS_2