
Samar-samar ia mendengar suara Kiki memanggilnya “Ra, ternyata kamu di sini. eh, ngapain di sini ?"
"Nyapa laki-laki yang aku tabrak tadi pagi"
"Buat apa,mau cari masalah lagi ?"
"Kali ini bukan aku yang cari masalah, tapi dia" menunjuk Reza, laki-laki yang di tabraknya tadi pagi, kemudian ia menatap Kiki , “ sudah selesai"
Kiki tersenyum sambil menaikkan alisnya “Ayo kita pulang aku sudah lapar nih"
"Kamu !" Arra mulai mencubit lengan Kiki dengan jahil
"A...a...a... Ra, sakit" ucap Kiki tersenyum "Habis di rumah kamu banyak bangat makanan, enak-enak lagi"
"Memang rumahku restoran Jepang"
"Sepertinya memang restoran Jepang" bergegas merangkul Arra dan mereka mulai berjalan menuju motor Kiki
"Lumayan ngirit uang" ucap Arra bercanda saat hendak menaiki motor Kiki
__ADS_1
"Tepi kamu harus melayanin aku nanti di rumahmu, kalau tidak, aku minta uang bensin"
Arra hanya tersenyum, motor Kiki mula melaju dengan cepat, hingga sampai di depan rumah besar berlantai dua yag sangat elegan
"Ayo masuk" ajak Arra
"Wahhhh, sudah lama aku tidak masuk istana ini, kenapa Mamamu tidak sering-sering saja pergi, agar aku bisa sering masuk istana ini"
Arra hanya diam mendengar perkataan temannya tersebut, sesampai di dalam rumah Arra berkata "Ki kalau mau makan lihat saja di dapur aku mau ganti baju dulu"
Kiki langsunng berlari ke arah dapur, di sana dia menemukan banyak berjejer makanan, mulai dari buah ,kue, jus, dan makanan lainnya. ia mulai melahap kue yang terletak di atas meja
"Aku lebih nyaman memakai baju yang tadi dari pada ini, menyebalkan “ucap Arra tersenyum
"Kamu selalu bilang seperti itu, Mamamu kan sedang pergi, kenapa tidak pakai baju bagus ini saja tadi di kampus" puji Kiki mulai memutari Arra takjub
"Kalau kamu suka, nih untukmu saja"
"Enak aja kamu ngasih aku baju bekas"
__ADS_1
"Di kamar masih ada, kalau mau ambil saja, mubazir banyak yang tidak di pakai"
"Ha....ha.... kamu ini, aku Cuma bercanda, kamu fikir aku ini teman matre yang memanfaatkan teman kaya raya seperti kamu, ha...ha... " mulai melahap kue yang di tangannya, tidak memperdulikan perkataan Arra
"Ayo" Arra menarik tangan Kiki menuju kamarnya dengan paksa
"Ra, lepaskan, tidak usah, masa setiap aku datang ke rumah ini, aku selalu bawa baju kamu sih" rengek Kiki enggan
"Aku tidak ada masalah, jadi buat apa di pikirinkan, bajunya juga tidak di pakai, nih pilih yang kamu suka" membuka lemari besarnya yang di isi dengan berbagai model baju merek terkenal
"Ra !"
"Kamu suka ini ," mulai mengambil baju-bajunya "Atau ini, tidak bagus ya, yaudah, kalau ini bagaimana , mmmmm nah ni bagus buat kamu," mulai mencocokkan beberapa baju ke tubuh Kiki, kemudian melipat baju tersebut lalu memasukkannya ke dalam tas kiki, tanpa meminta persetujuan Kiki
"Selalu seperti ini" keluh Kiki
Arra hanya tersenyum, selesai memilih baju untuk Kiki, Arra berjalan menuju ruang tengah kemudian menyalakan tv, "Besok di pakai ya, awas kalu tidak"
"Terserah kamu deh" Kiki pasrah dengan kelakuan sahabatnya itu
__ADS_1