
Arra hanya tersnyum, sesampai di restoran mereka makan bersama, disana Reza merasa heran dengan tingkah Arra yang terlihat sudah terbiasa, tidak ada kecanggungan sedikitpun, setelah dipikir-pikir seharian ini Arra juga terlihat terbiasa dalam memilih pakain, sepatu, dan penampilan dalam berbagai acara ia tahu detalnya, Reza sedikit bingung
"Kau sepertinya sudah terbiasa dengan semua ini" tanya Reza kemudin
Arra tersedak, kemudian ia mengendalikan kegugupannya, "Aku harus menyesuaikan dengan orang yang berada di sampingku, aku tak mau kau malu jalan denganku" tersadar dengan sikapnya, Arra sedikit merubah sikapnya
Setelah makan merek jalan-jalan ke taman, tempat beberapa pasangan yang juga sedang berkencan
"Kenapa kita kesini"
"Bukankah kita sedang berkencan, inilah tempat yang pas untuk kita", setelah berkeliling mereka berhenti di sebuak kolam mancur yang dihiasi rerumputan
Mereka mulai bercerita mengenai kepribadian antara mereka
"Sejak kapan kau menyukaiku’’ tanya Reza
"Sejak kapan ya" mulai berpikir "Sepertinya sejak aku melihatmu sedang melamun di balkon, saat itu aku dan Kiki sedang melukis di taman dan disana aku melihatmu dengan mata sendu menatap kedepan"
"Kapan itu"
"Sebelumnya kita sudah beberapa kali bertemu, aku juga heran kenapa bisa suka pada cowok dingin sepertimu"
"Benarkah, bukannya kau pertama menabrakku karena menyukaiku"
"Ah, bagaima aku bisa suka pada cowok sepertimu, tentusaja tidak”
"Benarkah"
"Tentusaja dan kau sejak kapan menyukaiku"
"Bukankah sudah kukatakan kemarin"
"Benar juga, kalau begitu apa yang membuatmu tertarik padaku"
"Jelasnya kurang tau, tapi setelah kau mengatakan menyukaiku waktu itu aku mulai memperhatikanmu"
__ADS_1
"kamukan selalu marah-marah padaku" potong Arra
"Dengarkan dulu, aku belum selesai bicara" gerutu Reza, kesal karena ucapannya dipotong "Karena semua itu aku lupa dengan Jasmin, sebab itu aku sangat kesal dan juga suka padamu’’
"Oh, boleh aku meminta sesuatu darimu"
"Ya"
"Jangan bersedih lagi, wajah murung itu sangat tidak cocok untukmu"
"Mmm’’ menganggukan kepalanya
Arra menyandarkan kepalanya di bahu Reza, Reza tersenyum begitu juga Arra, "Aku sangat ingin merasakan hari-hari seperti ini setiap waktu"
"Aku akan memberikannya untukmu" ucap Reza
setelah beberapa lama disana mereka pulang akan tetapi Reza menyempatkan membeli beberapa pakaian untuk Arra
"Besok pakailah baju ini, kalau tidak aku akan sangat kecewa"
"Kenapa ?"
Arra masih ragu kemudian mengatakan "Tidak ada’’
Didepan rumah Kiki, Reza menurunkan Arra kemudian ia pulang kerumahnya
Kiki yang melihat dari dalam rumah merasa heran, ia terus memburu Arra dengan berbagai pertanyaan akan tetapi Arra tetap diam takmau menjawab, Arra meminta Kiki untuk mengantarnya pulang
Dalam perjalanan Kiki terus meminta Arra untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi akan tetapi Arra mengatakan ia akan menjelaskannya besok pada Kiki , sesampai di rumah Kiki menurunkan Arra
"Janji ya, besok kamu akan menjelaskannya"
"Ok, kalau gitu aku masuk dulu ,hati-hati"
Saat Arra melihat kearah rumah ia sangat terkejut melihat mobil Mamanya, Kiki yang belum pergi merasa heran dan ikut melihat ke dalam rumah
__ADS_1
"Ra Mamamu sudah pulang ?"
"Iya"
"Bagaimana ini bisa-bisa Mamamu marah"
"Semoga tidak, jangan khawatir pulanglah ibumu pasti sudah menunggu lama, hati-hati di jalan"
"Kamu juga hati-hati dengan Mamamu"
Arra hanya mengagguk, setelah Kiki tak terlihat lagi, Arra masuk kedalam rumah dan disana dia tidak menemukan siapapun, akhirnya ia memutuskan masuk ke dalam kamar alangkan terkejutnya ia saat melihat Mama duduk di depan kamarnya
"Dari mana saja kau, kenapa baru pulang sekarang"
"Dari rumah teman Ma"
"Alasan, apa itu yang kamu bawa" mendekati Arra
"Ini, ini"
"Sini" merampas barang bawaan yang di belikan Reza
"Bagus, sekarang kamu sudah bisa belanja ya, selama Mama tidak ada disini, apa ini yang selalu kamu lakuakan"
"Tidak Ma, ini yang pertama"
"Mau berbohong, sini lihat tabunganmu"
Arra merogoh tasnya "Karena merasa lama, Ibu memaksa melihat kedalam tas Arra, karena terlalu kasar Arra berlahan-lahan mundur ke anak tangga, hingga kakinya tak dapat seimbang dan iapun terjatuh dari tangga, Mama terpaku melihat tubuh Arra yang berguling-guling di tangga, bertepatan saat itu Arul pulang
"Apa yang Mama lakukan" berlari memeluk Arra yang sudah tergeletak di lantai dasar
Mama hanya terpaku tak bereaksi sedikitpun
Arul langsung membawa Arra kerumah sakit, Arul semakin panik melihat darah yang terus berkeluaran dari kepala Arra, setelah sampai di rumah sakit Arra langsung di bawa ke ruang UGD
__ADS_1
***