
Di Bali, Arra dan teman-temannya menginap di hotel untuk tiga hari dan hal pertama yang mereka lakukan adalah berlarian di pantai, menikmati hembusan angin yang menerpa wajah dan deburan ombak yang memanjakan telinga
"Semuanya, apa yang kalian lakukan, bukankah tujuan kita datang kesini untuk menghilangkan setres dan mencari inspirasi, maka mulailah melukis jangan hanya berlari tanpa arah" teriak Pak Darwin pada anak didiknya
Arra mengambil kanvas, kuas, cat dan ia mulai berjalan menjauh dari teman-temannya, beberapa menit ia hanya memandang deburan ombak yang beradu kemudian berlahan tangannya mulai menggoreskan cat ke kanvas putih itu, Arra sedang menggambar pohon layu di tepi pantai, seorang gadis duduk persisi di bawak pohon tersebut yang sedang menatap pantai dengan mata sendunya, dan tak jau dari pohon tersebut terlihat mercusuar di atasnya terlihat seorang lelaki tua yang sedang memperhatikan gadis itu, Arra hanya tersenyum melihat hasil lukisannya tak berapa lama kemudian ponselnya berdering, dari Faki
"Ya, Faki"
"Apa kalian sudah sampai, wah pasti menyenangkan di sana , jangan lupa bawakan padaku hasil lukisan dari Bali"
"Ok, itu sih gampang , tapi Faki, aku ingin tanya apa yang akan kamu berikan pada Kiki jika kamu sedang ada di sini"
"Oah" jawab Faki salah tingkah
"Ayo jawab aku yang akan mengabulkannya di sini"
"Kalau aku ingin memberikan bunga apa kamu juga akan memberikannya"
"Bunga ?" Arra sedikit berpikir "Baiklah, aku akan memberikan bunga sepesial titipan Faki pada Kiki"
"Kamu serius ?"
__ADS_1
"Ya, aku serius, lihatlah 2 hari lagi saat kami pulang, bunga seperti apa yang akan ku berikan padanya"
"Kamu benar-bena aneh, bagaimana bisa kamu memberikan bunga pada cewek, pantas Reza mengatakanmu cewek aneh"
"Lihat saja, itu tidak akan terlihat aneh, bat the way bagai mana kabar Reza apa dia merasa damai kerna tidak ada aku yang selalu mengganggunya"
"Sepertinya begitu, dia sekarang sedang baca buku"
"Apa tidak ada kerjaan lain selain baca buku"
"Mungkin, sudah ya Ra, Riki memanggilku, titip salam padanya"
"Sip, sampai jumpa"
Sambungan terputus, Arra pun memasukkan ponselnya ke dalam kantong dan mulai melukis lagi dengan kanvas putih yang baru, cat warna merah mulai ia goreskan, lekukan-lekukan indah mulai tertata garis lurus yang miring mulai terukir berlahan sekuntum bungan mulai terlihat dalam balutan plastik di permukaan kanvas , setelah memperhatikan beberapa lama kanvas tersebut akhirnya Arra tersenyum dan mulai membereskan barang barangnya dan mulai menuju hotel
Teman-temannya yang lain sudah mulai masuk kamar, kerena waktu telah menunjukkan jam 6, sekilas sebelum Arra benar-benar menigalkan pantai ia menyempatkan untuk menikmati senja jingga di ufuk barat
"Kamu dari mana saja, aku cariin darit tadi" tanya Kiki saat Arra masuk ke kamar"
Ini untukmu, dari seseorang, dia menitipkan ini untukmu" ucap Arra tanpa menjawab pertanyaan Kiki"
__ADS_1
Dari siapa" tanya Kiki memperhatikan lukisan tersebut "Ini kan lukisanmu"
"Ya, tapi dia memintaku melukiskan itu dan diberikan ke padamu, itu lukisan spesial"
"Dari siapa"
"Di kelopak bunganya sudah ku tulis nama si pengirim"
"Mana, aku tida bisa membacanya, terlalu abstrak"
Arra hanya tersenyum meninggalkan Kiki yang terus berusaha membaca tulisan di kelopak bunga yang baru di berikan Arra
Tepat pukul 8 mereka makan bersama di restoran yang tersedia di bawah hotel tersebut, setelah sumua yang telah di sediakan mereka mulai menikmatinya, Arra mengambil paha ayam yang terlihat sangat lezat setelah di panggang
"Nih Ki untukmu, ini sangat lezat"
"Untukmu saja" tolak Kiki yang sedang menikmati sapi panggang yang kepulan asapnya terus meluapkan harumnya ke seluruh ruagan
"Makan saja Ra, bukankah kamu tidak pernah makan-makanan enak seperti ini, kamu beruntung punya teman seperti Kiki yang baik"
Arra hanya diam, sedangkan Kiki menatap Arra mendengar perkataan teman-temannya
__ADS_1
"Aku pergi dulu" ucap Kiki meninggalkan meja makan
Arra yang melihat kepergian Kiki segera mengejar Kiki