INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Kiki VS Riki


__ADS_3

Kiki merangkul Arra menuju gedung seni, tetapi di tengah jalan langkah mereka terhenti karena ada yang memanggil


"Kiki, Arra"


"Hei Faki, sudah datang juga"


"Kamu masuk kuliah, bukankah kakimu masih sakit"


"Ahhh, ini hanya luka ringan kalau di manjain tidak akan sembuh"


"Hei, teman kamu tuh" ujar Kiki menunjuk Reza


"Oh ya, kalau gitu aku pergi dulu" ‘menghampiri Reza dan Riki


"Kamu dari mana" tanya Riki


"Tadi ada urusan sebentar, oh ya, sepulang kuliah jadi makankan"


Reza hanya mengangguk dan mulai berjalan menuju Fakultas Ekonomi


"Eh, Faki makalahnya sudah selesai belum" tanya Riki


"Udah selesai ?" tanya Faki balik pada Reza


"Belum, sedikit lagi nanti juga selesai, baru kemarin aku beli bahan"


Mata kuliah pertama selesai Reza, Faki dan Riki pergi ke lapangan untuk menyelesaikan makalah


Saat mereka sedang asik belajar terdengar suara perut Faki yang kelaparan


"Waw bunyi lagi, tunggu di sini ya, aku beli makanan dulu, kalian mau pesan apa"

__ADS_1


"Aku sprit saja" ujar Reza "Aku juga, tapi pakai roti dua" tambah Riki


Faki pergi menuju kantin


"Cape, istirahat dulu Za, aku ke toilet dulu ya"


Disaat Riki pergi tak berapa lama Arra menghampiri Reza


"Hei kamu di sini juga, lagi ngerjain tugas ya"


Reza hanya melihat Arra sekilas kemudian membaca bukuya kembali


"Gimana novelnya, ketemu tidak, kamu beli novel apa, melukis pelagi, ranah tiga warna burlian" cerocos arra menyebutkan judul-judul novel


Reza berhenti mengetik "Kamu tidak bisa diam"


"Maaf" ucap Arra, menutup mulutnya


"Bisa pergi dari sini, kamu mengganggu konsentrasiku saja"


"He...he...he, kamu grogi ya dekat-dekat aku he...he...he..."


"Cewek aneh" ucap Reza


"Biar aneh tapi kamu suka kan"


"Punya mulut di jaga, jangan sembaranga bicara, tidak mungkin aku suka pada cewek aneh sepertimu"


"Jadi cewek seperti apa yang kamu sukai, seperti Jasmin" ucap Arra keceplosan


Reza langsung menatap Arra dengan sinis, "Apa saja yang sudah kamu ketahui, aku peringatkan jangan pernah usik kehidupanku sedikutpun, dan sekarang pergi jauh dari hadapanku"

__ADS_1


Senyum di wajah Arra langsung menghilang saat mendengar ucapan Reza yang kasar, kemudian ia berkata "Maaf telah mengganggumu, tapi aku benar peduli padamu, aku tidak berniat untuk mengusikmu, aku hanya ingin menghiburmu dan tahu banyak tentangmu, aku senang melakukannya jadi jangan halangi aku untuk melakukannya, permisi" meninggalkan Reza tapi kira-kira lima langkah ia kembali menghampiri Reza "Maaf telah mengganggumu, tapi itu semua aku lakukan karena aku menyukaimu" ucap Arra kemudian pergi meninggalkan Reza


Reza terkesimak mendengar perkataan Arra walau ia tahu Arra menyukainya tapi ia tak menyangka Arra akan mengatakannya dengan cara seperti ini


Di tempat lain Riki bertemu dengan Kiki


"Hei kamu kan teman cewek aneh itu"


"Jangan sembarangan bicara, dia buka cewek aneh"


"Memang benarkan, mengaku punya uang padahal bajunya saja tidak bisa dia ganti, dasar orang miskin"


"Aish, benar-benar orang tak tau diri, aku sarankan kalau tidak tau jangan asal bicara"


"Aku tidak tau ?, kalau begitu maukah kau memberi tahukannya padaku"


"Cari tau saja sendiri"


"Mau bohong, sudahlah, teman seperti dia untuk apa di bela apa hebatnya dia sehingga kau terus menerus membelanya"


"Kamu salah, ucapanmu bertolak belakang dengan yang sebenarnya, aku heran kenapa dia mau berteman dengan orang seperti aku, dia tak pernah menghinaku sedikitpun, bahkan dia---"


"Ki" panggil Arra menghentikan kalimat Kiki


Kiki gelagapan menyadari Arra berada di sampingnya ‘’Ra aku, aku .."


"Eh Riki, ngapain di sini, Reza nyariin kamu dari tadi"


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, eh kamu" ucapan Riki di perbaiki Arra


"Kiki’’ ucap Arra memberi tahu nama Kiki

__ADS_1


"'Ya Kiki, Urusan kita belum selesai ’"pergi meninggalkan Arra dan Kiki


__ADS_2