INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Es VS Cair


__ADS_3

“Terimakasih Ki, ternyata kau masih ingat apa yang aku suka, kau memang sahabat terbaikku” memeluk Kiki lembut


 


“Kalian tidak ada pekerjaan, sehingga bisa ada di sini” Reza kembali angkat suara


“Masih banyak yang harus ku kerjakan di kantor, aku disini juga hanya bisa sebentar, setelah makan aku akan langsung pergi lagi, aku menyisihkan waktu makan siangku hanya untuk Arra” Balas Riki


“Kalian” sambung Reza pada Kiki dan Faki


“Tidak ada yang mendesak, kami bisa meluangkan waktu kami lebih leluasa”


“Terimakasih sudah meluangkan waktu hanya untuk menemuiku” ucap Arra menyadari bahwa sekarang teman temannya adalah orang\-orang sibuk


“Aku akan melakukan apapun untukmu” Kiki tersenyum lebar pada Arra


Perbincangan merka terus berlanjut, berbagai topik dibahas, mengenas masa kuliah, sesekali tawa menghiasi meja itu hingga tampa terasa makanan diatas meja telah tandas. Meski makanan telah habis mereka masih asih bercerita. Mereka baru berhenti saat sebuah panggilan masuk ke ponsel Riki


“Maaf, aku tidak bisa lebih lama lagi. Orang kantor sudah mencariku” Riki bersiap meninggalkan meja


“Tidak masalah, lain kali kita masih bisa bertemu lagi”


Riki terlihat terburu\-buru meninggalkan mereka, sepertinya ada hal mendesang yang tak bisa di tunda


“Bukankah tadi kau kesini dengan Riki” Kiki menyadai sesuatu


“Aku bisa pulang sama kalian”


“Maaf Ra, rencananya jam 2 Kiki akan bertemu dengan Customer VIP” kali ini Riki yang bicara


“Yasudah aku akan pesan taxi”


“Jangan, biara Reza saja yang mengantarmu”


“Reza masih ada rapat nanti” sambung Arra mengingat tadi Mia sempat mengingatkan Reza untuk segera naik untuk melanjutkan rapat yang tadi sempat tertunda


“Aku akan mengantarmu, rapatnya bisa di tunda” ucap Reza tak ingin menyianyiakan kesempatan yangsudah di berika Faki


“Aku tidak ingin merepotkanmu”


“Itu tidak merepotkanku”


“Kalua kau memang tidak keberatan” akhirnya Arra setuju

__ADS_1


“Kalu gitu kami pergi dulu, jangan sampai Customer menunggu kami, bisa bahaya” Faki dan Kiki pamit undur dirimeninggalkan Reza dan Arra


“Kita juga harus pergi, Kita ke kantorku sebentar, ada sedikit yang ingin kuurus”


“Jika kamu tidak biasa aku bisa naik Taxi, aku tidak ingin merepotkanmu”


Reza tidak perduli dengan perkataan Arra, ia menarik gadis itu mengajaknya menaiki life, saat keluar dari life mata karyawan Reza sedikit terkejut melihat Arra yang ada di samping Reza. Pandangan Mia juga semakin tajam terarah pada Arra


“Kamu tunggu di ruanganku sebentar” ucap Reza membuka pintu ruangannya membiarka Arra masuk. Kemudian Reza menemuai Mia yang notabennya adalah sekretaris Reza. Ia meminta agar rapat di tuda besok karena ada hal penting yang harus dia lakukan


“Pak, kita sudah menunda rapat dari kemarin, jika kita menundanya lagi bisa banyak masalah yang kan terjadi nantinya”


“Aku yang akan mengurusnya, kau hanya erlu ubah jadwalku, dan beritahu karyawan lain rapat ditunda besok”


“Apa, ini karena gadis itu” Min menunjuk ruangan Reza kesal


“Itu bukan urusanmu, kau hanya perlu melakukan apa yang aku perintahkan” ucap Reza kemudian meninggalkan Mia yang tampak semakin kesal dengan perkataan Reza


Reza kembali keruangannya, mengajak Arra untuk pergi


“Urusanmu sudah selesai” tanya Arra melihat kedatangan Reza


“Iya, kita bisa pergi sekarang”


“Ini belum waktunya pulang kerja” Arra masih ragu


Diluar ruangan Arra bisa melihat tatapan tajam dari Mia dan juga karyawan Reza, bisik\-bisik terdengar di beberapa sisi, tapi Reza tidak memperdulikan hal itu. Ia terus berjalan meninggalkan kantor


Arra melihat Reza yang berdiri di sampingnya menungu life “lain kali kau tidak perlu melakukan hal seperti ini, aku merasa tidak enak pada semua orang, aku tidak ingin menyusahkan siapapun”


“Bukan hanya penampilanmu yang berubah, ternyata sikapmu juga berubah, dulu kau tidak pernah perduli dengan pandangan orang lain terhadapmu, tapi sekarang bahkan hal kecil seperti ini sangat mengusikmu”


“Itu karena dulu\-\-\-“


“Tidak perlu dijawab” potong Reza menghentikan perkataan Arra


“Kau masih sama seperti dulu, masih tetap dinginl


 


l


Reza menatap Arra, mendengar perkataan gadis itu“Kau salah, hatiku sudah mencari sejak tiga tahun lalu, itu yang Faki katakan padaku”

__ADS_1


 


“Ha,ha,ha itu tidak mungkin” Arra tidak percaya “Lihat saja tadi sikapmu pada Mia, errr” pura\-pura menggigil “ Itu dingin sekali”


Hanya memejemkan mata yang dapar Reza lakukan menanggapi perkataan Arra, seprtinya dia tidak harus memaksa Arra untuk mengeti dirinya yang sekarang, tidak bisa memaksa Arra untuk melihat perasaannya yang sekarang padagadis itu. Reza hanya bisa berusaha menyadarkan Arra untuk merasakan perasaannya kini


“Mau langsung pulang atau mampir ke tepat lain” tanya Reza tetap fokus mengendarai mobil


“Kalau tidak keberatan, aku ingin mampir ke toko alat lukis”


“ Ok” jawab Reza menyetujui


“Kau tahu tempatnya”


“Sarah sering memintaku menemaninya membeli cat atau alat lukis lainnya”


“Sepertinya dia benar\-benar sangat suka melukis sekarang, samapai\-sampai memilih jurusan Art"


“kamu yang sudah membawanya keduani itu, dulu dia hanya suka menikmati lukisan, tapi setelah bertemu denganmu dia juga ingin menorehkan warna warni kebahagiaan kepada orang lain"


“Apa aku memberi dampak buruk pada Sarah”


“Tidak, kamu membawa hal baik untuk Sarah, dulu dia hanya memikirkan kebebasan, kebahagian sendiri tanpa memikirkan apapun. Tapi sekarang banyak hal yang ingin dia raih dan juga capai. Dia seperti ingin terbang lebih tinggi mencapai seseorang” melirik Arra yang mendengarkan setiap kaimat yang disampaikan “Itu yang sering Sarah katakan padaku” sambung Reza kemudian


“Syukurlah, aku ikut senang mendengarnya” mengembangkan senyumnya “Aku dapat merasakan ketulusan pada setiap lukisannya” Arra mengingat lukisan yang Sarah tunjukkan saat dia berkunjung ke rumah Reza


Tak berapa lama mereka sampai ke toko alat tulis, Arra membeli banyak barang karena perlengkapanlukisnya dulu sudah banyak yang rusak, sedangkan Alat lukis yang Arra pakai selama ini adalah alatlukis bentuk mini, jadi sekarang Arra benar\-benar harus membeli alat lukis dari dasar seperti Kanvas berbagai ukuran, kuas dengan berbagai bentuk dan ukuran ,tak lupa berbagai macam cat


“Kamu belanja banyak sekali” Reza membantu Arra mengangkat peralatan yang baru di beli kedalam mobil


Arra tersenyum menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Memang semua ini yang kuperlukan”


Setelah semua barang\-barang dinaikkan kedalam mobil. Reza kini mengendarai mobilnya menuju apartemen Zi, hingga benar\-benar sampai ke dalam apartemen Zi dan alat lukis Arra juga sudah pindah sebuah ruangan tempat Arra menyumpan barang\-barannya


“Terimakasi untuk hari ini” ucap Arra menghantar kepergian Reza


“Aku senang melakukannya”


“Maaf sudah merepotkanmu”


“Tidak masalah untukkku, kalau gitu apu pamit pulang, sampai jumpa”


“Bay”

__ADS_1


Reza membalas lambaian tangan Arra dengan senyuman


 


__ADS_2