
Flashback
"Bukankah sudah aku katakan jangan menemuiku lagi" ucap Jasmin pada Reza yang ada di hadapannya
"Jasmin ada apa denganmu, kenepa kamu tiba-tiba berubah seperti ini, apa kerena penyakitmu ini, aku tidak peduli, aku tetap menyayangimu" jelas Reza dengan wajah khawatir
"Sudah, cukup, pergi dari sini, aku tidak ingin melihatmu lagi, aku sudah tidak menyayangimu lagi, semuanya telah berakhir lebih baik lupakan semuanya dan aku mohan jangan pernah datang ke sini lagi"
Reza hanya tetap diam menatap Jasmin sedih
"Pergiiiiiiiii !" teriak Jasmin
Reza melangkahkan kakinya dengan gontai, sedangkan Jasmin tak tahan menahan kesedihan, air matanya mengalir deras di pipi
__ADS_1
Flashback and
Jasmin tersenyum getir melihat memo yang ada di genggamannya, kemudian ia jalan-jalan di sekitar rumah sakit
***
Di rumah Arra. Arul yang baru pulang lagsung masuk keruangan Mamanya, Arra yang melihat hal itu langsung memanggil Arul
"Arul apa yang kamu lakukan! nanti Mama bisa marah kalau ketahuan"
Arra hanya melihat Adiknya itu yang masuk ke ruangan Mama mereka, kemudian ia mulai membersihkan perabotan rumah lagi
Arul yang berada di dalam kamar Mama segera mencari ponsel yang sempat di sita, ia mencari di setiap sudut yang mungkin akan menjadi tempat menyembunyikan ponselnya, tak berapa lama benda yang di cari di temukan, tapi saat ia hendak meninggalkan kamar, Arul melihat kotak yang tergeletak di atas lemari, Arul tertarik untuk melihatnya, ia pun segera mengambil kotak itu, setelah dia mendapatkannya Arul segera menuju ranjang untuk membuka kotak, berlahan ia mulai membuka kotak, betapa terkejutnya arul saat membuka kotak tersebut, Arul melihat ayahnya bersama perempuan lain, ia segera melihat semua isi kotak itu dan di sana ia juga melihat ayah yang sedang menikah dengan permpuan lain dan di samping perempuan tersebut ibunya berdiri manis, ia bingung apa maksut dari semua ini dan di tempat bagian paling bawak Arul menemukan sebuah dairy. segera ia membacanya tepat di barisan paling belakan ia menemukan tulisan yang mencantumkan
__ADS_1
28 agustus 1992
Kakak telah pergi meninggalkan aku, tapi kakak juga meninggalkan beban yang sangat berat padaku, aku harus menikah dengan suami kakak Mas Rian untuk menjaga anak kakak Arra, aku harus melepaskan masa mudaku untuk membina rumah tangga, aku benci dengan semua ini kenapa kakak membuatku menderita seperti ini, harus menjaga anak yang bukan darah dagingku, menjadi istri yang sama sekali tidak di cintai suaminya, dunia begitu kejam, menyiksa batinku seperti ini, kakak aku benci denganmu, aku benci semua ini
syafira syakif
Arul sangat terkejut membaca kalimat yang tertera dalam dairy tersebut, yang keluar dari mulutnya hanya nama Arra , "Ka Arra, Kak Arra"
Arul keluar dari kamar dan ia melihat Arra yang sedang membersihkan perabotan, terukir kesedihan dalam mata Arul ,’’Kak kenapa nesipmu begitu malang" gimana Arul pelan
Arra melihat Arul yang keluar dari kamar Mama "Apakah kamu sudah mendapatkannya" tanya Arra
"Kakak sangat menyedihkan" Ucap Arul kemudian meninggalkan Arra
__ADS_1
Arra tersenyum mendengarnya "Dia menyabutku Kakak" ucapnya bahagia