INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Reza = Pengakuan ?


__ADS_3

Saat mereka asik bercerita, mobil Zi menghampiri mereka dan tak jauh dari sana tampak Reza yang sedang memandangi mereka, Zi mengajak Kiki dan Faki pergi bersama mereka


"Ayo masuk"


"Engga deh ka’’ jawab Faki


"Katanya mau nanya, udah masuk, kita jalan bareng, lebih ramekan lebih seru"


"Ayo Ki, Faki masuk‘’ ajak Arra paksa


"Hai kamu sini" teriak Zi pada Reza


Reza yang mendapat teriakan Zi kaget tidak terkecuali Arra, Kiki dan juga Faki


Reza berlahan menghampiri Zi, Arra yang berada di bangku depan dengan Zi terus memukul Zi kesal


"Ia, ada apa Ka"


"Ayo kamu masuk juga"


"Tidak Ka, saya masih ada urusan"


"Urusan apa, sudah masuk, Kiki, Faki dan kamu duduk dibelakang, kita akan jalan bareng"


Dengan terpaksa mereka masuk ke mobil mewah milik Zi


Di dalam mobil Faki, Kiki dan Reza hanya diam sedangkan Arra dan Zi bercerita bercanda tawa bersama


"Jadi setelah kakak pergi kamu tidak pernah makan Es krim lagi"


"Mmm, kan Fia sudah katakan kalau Ka Endut pergi aku ngga akan makan Es krim"

__ADS_1


"Dasar ences oon, jadi kita sekarang makan Es krim dulu nih"


"Kalau yang lain mau, tentu saja" jawab Arra melihat orang-orang yang diam di belakang


"Kami ngikut saja Kak" jawab Faki


"Tidak" jawab Reza enteng


"Ha...ha...ha ... jadi kamu mau apa" tanya Zi merasa lucu dengan tingkah Reza


"Kalau gitu kamu tidak usah ikut makan, kamu cukup melihat kami saja" jawab Arra kesal


Reza hanya diam dengan muka kesalnya melihat Zi dan Arra


"Ra sepertinya dia mengira kita pacaran" bisik Zi mendekati wajahnya ke telinga Arra


"Kakak jangan ngaco ah"


"Terus apa ? Mas, Bang atau Om"


"Yang lebih mesra dikit, sayang mungkin"


"Idih’’ ucap Arra memukul pundak Zi tak percaya dengan sikap Kakanya


Reza yang dibelakang semakin kesal melihat tingkah Arra dan Zi, dia terus menata hatinya yang kacau balau, akhirnya dia memutuskan untuk bicara setelah mereka sampai di tempat tujuan


"Hei, aku mau bicara denganmu sebentar"


"Kamu manggil siapa" tanya Zi


"Arra Kak" ucap Reza kikuk

__ADS_1


"Ada apa lagi, aku sudah tidak cari masalah denganmu lagi"


"Aku mau bicara sebentar denganmu"


"Bicara disini saja"


"Sudah sana pergi" Zi mendorong Arra


Setelah Zi, Faki dan Kiki meninggalkan mereka berdua, merekapun mulai bicara


"Kamu mau bicara apa" tanya Arra


Sedikit bingung "Itu, Jasmin mau pergi kemana, kenapa dia mengatakan dia akan pergi dan apa saja yang telah kau katakan padanya sehingga dia menulis surat seperti itu"


"Besok Jasmin akan pergi ke Jerman untuk mengobati penyakitnya yang semakin parah, dan aku tidak mengatakan apapun, lagi pula aku tidak tau apa isi surat yang dia tulis untukmu, aku hanya diminta untuk memberikannya padamu hanya itu"


"Oh"


"Kalau gitu aku pergi"


"Tunggu" menarik lengan Arra


Arra sedikit kaget dengan perlakuan Reza "Ada apa lagi‘’ melembutkan suaranya


"Jasmin menulis dalam suratnya agar aku bersamamu, dia mengatakan kalau kau lebih baik darinya dan memiliki keistimewaan yang tersembunyi dalam dirimu, apa pendapatmu mengenai itu"


"Bukankah kau tidak menyukaiku, jadi buat apa kau memikirkan hal itu, abaikan saja, lagipula bukankah kamu sudah tahu kalau Jasmin jelas lebih baik dariku dan aku tidak memiliki keistimewaan sedikitpun, Jasmin hanya terpengaruh dengan perlakuanku beberapa hari ini, mungkin karena itu dia menulis hal seprti itu"


"Ya, kau benar, tapi bagaimana kalau aku juga menyukaim,u bagai mana menurutmu"


"Tapi nyatanya kau tidak menyukaiku, jadi lupakan saja"

__ADS_1


"Tapi akau ingin mencobanya denganmu"


__ADS_2