INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Zi VS Arul


__ADS_3

Sesampai di rumah sakit Kiki dan Faki mengikuti Arul masuk ke ruangan VVIP tempat Arra di rawat, di ruangan mewah itu, mereka melihat Arra terbaring lemah, tangan kanan dan kaki kanannya di gips dan kepalanya juga di perban terlihat memar di seluruh tubuhnya. Dan tak jauh dari ranjang mereka melihat Mama Arra yang tertidur lelap karena kelelahan, Kiki sedikit ragu untuk masuk ketika melihat Mama Arra, tapi kemudian Arul meyakinkannya


"Tidak usah khawatir, Mama tidak akan bangun, kerna Mama kelelahan menunggui Ka Arra semalaman"


"Siapa ?” tanya Kiki sedikit ragu dengan perkataan Arul yang memanggil Arra kakak


"Mmm dia" ucap Arul kemudian menunjuk Arra


Faki heran mendengar hal tersebut "Apa begiti susah memanggil dengan sebutan kakak ?"


Arul tak perduli, ia membereskan kamar Arra, sedangkan Kiki mengabarkan pada Zi keadaan Arra dan tempat dia di rawat


"Arul, sekitar 2 jam lagi ka Zi akan datang, apa tidak masalah jika ka Zi bertemu dengan Tante"


"Ia" melihat Mamanya sejenak, kemudian nanti akan aku akan membangunkan Mama untuk beristirahat sejenak di rumah, jika Mama bertemu dengan ka Zi, itu akan sedikit menjadi masalah, apa lagi Ka Arra baru sadar tadi jam 10"


Faki duduk di sofa sambil memperhatikan Kiki yang menjaga Arra dengan telaten, sedangkan Arul asik dengan ponsel yang ia genggam, sedangkan Mama Arra masih tertidur di sofa, "Aura di ruangan ini sangat aneh seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan, di ruangan ini semuanya sibuk dengan kegiatan masing masing” benak Faki


"Sebaiknya pergilah keluar untuk membeli makan, sebentar lagi ka Zi akan sampai dan Mama harus pergi" ucap Arul setelah melihat jam


"Ia"


"Aku ikut" ucap Faki


"Tidak perlu, tidak akan ada masalah jika kau tetap di sini"


"Hei, kau sangat tidak sopan" protes Faki


Arul melihat Faki heran kemudian berkata "Apa itu penting, berbanggalah kalau seperti itu, pada dirimu sendiri yang sudah tua"


"Aish, anak ini" cibir Faki kesa


Kiki segera keluar dari ruangan Arra, kemudian Arul membangunkan Mamanya


"Ma bangun, beristirakatlah di rumah, tidak baik terlalu lama di rumah sakit, nanti Mama juga bisa ikutan sakit"


"Anak ini” ucapnya bangun dari tidurnya dan saat melihat Faki ia langsung melirik Arul

__ADS_1


"Dia temanku" jelas Arul


Mama memperhatikan Faki sejenak kemudian bersiap-siap untuk pulang, tak lupa ia meliat keadaan Arra sejenak lalu meninggalkan kamar Arra


Arul kembali asik dengan ponselnya sedangkan Faki mendekati ranjang Arra, kemudian memperhatikan Arra yang tertidur pules


Arul melihat ke arah Faki, Arul mematikan ponselnya kemudian mulai berbicara pada Faki


"Apa kau menyukai dia"


"Siapa ?" tanya Faki pura-pura bingung


"Dia, Arra"


"Oh, Arra !, kenapa sulit sekali memanggil Kakak"


"Tidak usah banyak bicara, jawab saja pertanyaanku"


"Aish, anak ini” ucapnya kesal "Aku tidak ada perasaan padanya ---"


"Jadi kenapa kau mendekatinya” potong Arul


"Jadi kenapa" tanya Arul tak perduli


Belum sempat Faki menjawab, seseorang masuk ke dalam ruangan Arra


"Ka Zi” ucap Arul lirih


"Bagai mana keadaan Arra, ada apa dengannya, kenapa bisa sampa seperti ini, apa ini perbuatan Mama ?" tanya Zi sambil melihat keadan Arra


"Sekarang Arra baik-baik saja Ka, sekarang dia sedang tidur karena pengaruh obat, jadi Kakak tidak usah khawatir" jawab Faki


" Syukurlah" ucap Zi lega


Arul hanya terpaku di tempat duduknya, Ia tak dapat melakukan apa-apa saat melihat kedatangan Zi, Zi yang melihat Arul yang terpaku langsung menghampirinya


"Hai bocah, sudah lama tidak bertemu, sekarang kau sudah besar" menghampiri Arul "Ada apa, apa kau tidak senang melihatku"

__ADS_1


"Kakak” langsung menghambur ke pelukan Zi


"Ah, bocah ini” ucap Zi tersenyum, membalas pelukan Arul


"Aku merindukanmu, kenapa baru datang sekaranng, aku sudah tak tahan lagi di rumah itu, bawa aku bersamamu"


"Kau kenapa, ada apa"


"Aku ta !, aku tau Mama bukan ---" Zi menutup mulut Arul, setelah Zi melepaskan tangannya "Jadi, bawa aku pergi" sambung Arul kemudian


"Bagaimana dengan Arra, dia tidak akan mau meninggalkan rumah itu, dan jika kau pergi bagai mana dengan Mama, dia pasti merasa tersiksa, tetaplah di sampingnya, Mama sangat membutuhkanmu di sisinya, jangan biarkan Mama kesepian, itu akan sangat menyakitkan untuk Mama"


"Kalau seperti itu, kenapa Kakak pergi dari rumah, meninggalkanku dan Ka Arra di neraka itu"


"Biar hanya aku yang pergi"


"Kenapa harus seperti itu” meninggikan suaranya "Kakak sudah mengajak Ka Arra untuk pergi juga kan, Kakak berniat meninggalkanku kan"


"Bukan seperti itu"


"Jadi seperti pa, aku juga anak Ayah, aku juga tidak tahan melihat dia selalu di perlakukan kasar, aku juga ingin menikmati hidup yang kau rasakan selama ini” ucap Arul prustasi


"Jangan seperti itu, aku tidak akan pergi lagi, Kakak janji akan ada di samping kalian mulai sekarang"


"Arra” ucap Faki saat melihat mata Arra yang mulai terbuka


"Kenapa ribut sekali” ucap Arra


Zi yang mendengarnya langsung menghampiri Arra, sedangkan Arul hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kesal


"Kenapa kau bisa terluka seperti ini, apa ini terasa begitu sakit"


"Mmm, aku baik-baik saja, Ka Endut aku mau pulang saja"


"Tangan dan kakimu masih belum sembuh total, istirahatlah di sini dulu, setelah keadaanmu membaik baru kita pulang"


"Disini sangat membosankan’’ keluh Arra, tak berapa lama Kiki datang membawa makanan

__ADS_1


***


__ADS_2