
Arra mulai membersihkan rumah, setelah semua selesai, ia kembali kekamar, saat merebahkan tubuhnya Arra mengingat sesuatu, ia buru-buru meraih ponselnya kemudian langsung menghubungi Kiki
"Ia, ada apa Ra, jam sengini menghubungi aku" tanya Kiki melihat jam yang menunjukkan jam 01.20 dini hari
"Apa yang kamu katakan pada cowo dingin itu , kenapa dia menemuiku dan memberi uang" tanya Arra tanpa basa basi
"Apa !" tanya kiki "Aihss, si berengsek itu" ucap Kiki semakin kesal, tersadar atas perkataan Arra
"Jangan lakukan itu lagi, aku sangat tidak suka, ya sudah beristirahatlah kembali" ‘langsung mematikan ponselnya
Keesokan paginya Kiki dengan semangat pergi ke kampus, dia sudah tak sabar untuk melabrak Reza lagi, walau ia masih merasa ngantuk karena di ganggu Arra tadi malam, tapi mengingat apa yang di ucapkan Arra matanya langsung terbuka lebar, Kiki langsung menuju gedung ekonomi melewati gedung seni ,ia langsung menuju ruangan Reza, saat ia sampai di sana ia tidak menemukan orang yang dia cari tapi saat ia akan keluar kembali ia bertemu dengan Faki
"Ehhhh kamu datang lagi" tanya Faki
"Mana si brengsek itu" ucap Kiki tanpa basa basi"
"Dia di taman, tapi ada apa lagi mencarinya, bukankah Reza sudah memberi uang ganti rugi, tapi temanmu sendiri yang tidak mau terima"
"Tentusaja dia tidak mau terima" ucap Kiki kemudian pergi menuju taman
__ADS_1
"Hei tunggu sebentar" mengejar Kiki ‘’Kenapa dia tidak mau menerimanya" tanya Faki penasaran
"Karena dia ---- ,eh tapi tunggu memang si berengsek itu ngasih uang berapa ?"
"5 juta ,apa itu masih kurang"
"5 juta ha... ha...ha...ha..., 5 juta ! , setengah eh tidak,tidak seper empat dari uang yang di keluarkan Arra saja tidak sampai ha...ha... kalian memang menganggapnya rendah, mana mungki uang lima juta cukup untuk uang operasi
"Uang untuk operasi ?,Memang berapa uang yang dia keluarkan"
"Dua Lima’’ ucap Kiki yang tak sabar ingin menemuai Reza
Faki terkejut mendengar perkataan Kiki "Dua lima, dua lima" gumam Faki berkali-kali
"Ah"melihat ke arah Kiki yang sudah tidak terlihat lagi, Faki segera menarik Reza kedalam kelas, Riki yang berada di samping Reza heran melihat kelakuan Faki
"Ada apa ?"
"Kemarin kamu jadi menemui cewek itu untuk memberi ganti rugikan ?"
__ADS_1
"Ya"
"Tapi dia tidak menerimanya‘’ sambung Riki
"Jelas dia tidak menerimanya, sedangkan uang yang dia kelurkan 25 juta"
"Jangan bercanda kamu, ini masih pagi , mana mungki orang yang bajunya setiap hari Senin berwarna pink, Selasa coklat, Rabu hijau, Kamis hitam, Jum’at putih, Saptu biru dan Minggu abu-abu dan semuanya kusam punya uang 25 juta, uang 1 juta saja itu mungkin terjadi hanya dalam mimipi" ‘komentar Riki tak percaya
"Tapi itulah kenyataannya dan kamu" menunjuk Reza "Berhati-hatilah, temannya sedang mencarimu"
Saat dosen sedang meneragkat Kiki masuk keruangn Reza ‘’Permisi pak dia", menunjuk Reza "Dipanggil ke ruangan akademik"
Orang yang di ruangan heran karena belumpernah sejarahnya mahasiswa dipanggil oleh akademik, tapi sang dosen tetap mengijinkan
Mereka berhenti di tangga "Ada apa lagi" tanya Reza
"Bukankah sudah aku katakan jangan ganggu temanku lagi, hem apa lagi dengan uang 5 jutamu, itu tak ada artinya bagi Arra, jangan menganggap orang terlalu rendah, jangan lihat dari luarnya saja, tapi lihat juga dalamnya" ucap Kiki panjang lebar "Mengerti !"
Reza hanya diam mendengarkan
__ADS_1
"Aishh, lupakan, tapi ingat jangan ganggu temanku lagi , awas kalau kamu macam-macam" mengepalkan tangannya ke arah reza kemudian ia pergi
"Benar-benar orang aneh", ucap Reza lirih kemudian masuk keruangnnya kembali