INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Rumah Arra = Rumah Kiki


__ADS_3

"Reza, bukankah ini menuju rumahmu, ahhh ternyata rumahmu dengan cewek aneh itu berdekatan"


"Katanya mengerti, tapi kenapa masih tetap ke sini" batin Faki


Kemudian ia menghubngi Arra kembali dan kali ini Arra mengangkatnya


"Ya, jangan khawatir aku tidak kan membunuh diriku sendiri, kamu tenang saja"


"Baiklah kalau bengitu"


Dan tak lama kemudia mereka sampai di rumah kecil, kumuh dan di saat Arra dan Kiki akan memasuki rumah, Riki memanggil mereka dan Arra langsung masuk rumah untuk memberi tahukan rencana mereka pada ibu Kiki


"Kalian ko bisa sampai sini" tanya Kiki pura-pura heran


"Kami ingin tau saja di mana rumah cewek aneh itu, mmm ternyata seperti ini rumahnya"


"Kenapa, apa ini terlala menjijikan buat kalian, kalau seprti itu lebih baik pergi dari sini" ucap Kiki kasar


"Ini kan bukan rumahmu kenapa kamu seenaknya mengusir orang" balas Riki


"Wah, ternyata kalian mengikuti kami ya sampai sini, kalau begitu silahkan masuk kalian pasti sudah haus"


Riki dan Faki masuk kerumah itu sedangkan Reza saat di depan pintu ia permisi pulang


"Riki, Faki aku pulang dulu ya, ada sedikit urusan yang harus di selesaikan sekarang"


"Iya, hati-hati’’


Arra yang mendengar itu langsung keluar dari dapur dan segera mengejar Reza

__ADS_1


"Kenapa pulang cepat, minum dulu sebentar baru pulang"


Reza tidak memperdulikan Arra


"Apa kamu merasa jijik dengan rumahku, merasa kakimu tak sudi menginjak lantai rumahku, atau kamu takut minuman yang aku beri adalah air limbah, atau bahkan kamu takut baju mewahmu ini akan terkena debu yang menempel di rumahku, atau---"


Langkah Reza berhenti mendengar ocehan Arra ‘’Apakah kau tidak bisa diam, aku ada urusan yang harus aku kerjakan saat ini, mengerti, jadi jangan ikuti aku lagi"


"Kenapa, kamu takut terkena kuman"


"Diam"


"Tak bisakah kau melihat orang dari hatinya bukan hanya dari penampilannya, karena penampilan bisa di ubah kapanpun yang dia inginkan"


"Apa maksutmu"


"Pikirkan saja sendiri, aishh, lupakan, yasudah kamu pergi sana, hati-hati" pergi meninggalkan Reza


Arra langsuk kerumah dan Faki langsung melihat Arra dengan tanda tanya, di saat Arra masuk kembali ke dapur Faki mengirim Arra pesa


"Ini rumah siapa ?"


"Rumah Kiki, kenapa, apa kau juga merasa jijik dan mau pergi dan menyesal telah menyukainya" balas Arra


"Tidak, jangan salah paham aku hanya penasaran saja"


"Ki, rumahmu di mana" tanya Riki kemudian


"Ikuti saja besok, bukankah kalian penguntit propesiaonal" jawab Kiki dingin

__ADS_1


"Kalian sudah lama menunggu ya, ini silahkan minum"


Kiki menatap Arra dengan kesal dan juga kasihan, Faki melihat ekspresi aneh Kiki tersebut


"Ibumu" mana tanya Riki


Ibu sedang kewarung depan beli sesuatu,


tak lama kemudian ibu Kiki datang, Arra langsung mendekati ibu Kiki ‘’Bu ini tamanku di kampus, kenalkan ini Ibuku‘’


"Tante" sapa Faki dan Riki hampir bersamaan


"Ayo diminum tidak usah sungkan"


"Iya Tante" Riki melirik Faki


"Ada apa" balas Faki


Riki memberi kode menunjuk minuman yang di sediakan


Arra melihat hal itu, ia langsung marah "Ada apa, kamu takut meminumnya, kalau begitu tidak usah di minum" sambil meminum minuman Riki "Sebenarnya tujuan kalian mengikuti kami apa, mau menghinaku atau apa ?"


"Ra janga salahpaham kami hanya---"


Arra memotong perkataan Faki


"Hanya apa, hanya ingin menghinaku, apa tidak cukup dengan menghancurkan lukisan-lukisanku, sudah sekarang kalian keluar dari sini"


Faki menatap Kiki, sedangkan Riki bingung sekaligus takut melihat ekspesi Arra

__ADS_1


"Apakalin tidak dengar, keluar sekarang juga" teriak Arra semakin keras


Faki segera menarik Riki keluar dari rumah Kiki


__ADS_2