
**Dear Reza
Bagai mana kabarmu, kuharap kau baik-baik saja
Ahhhh, tentusaja kau baik baik saja, sekarang pasti tidak ada yang mengganggumu lagi
Maaf sudah merepotkanmu selama ini, sejak kita bertemu sepertinya hal buruk selalu terjadi padamu, aku sungguh minta maaf
Dan maaf, karena perasaanku padamu menjadi bumerang untukmu
Maaf karena aku tidak bisa menahan perasaan suka ini, aku sudah berusaha untuk mengabaikannya, tapi meski mata ini kututup bayangmu tetap muncul, meski telinga ini ku sumbat aku masih bisa mendengar suaramu, maaf karena pada akhirnya aku memilih menyukaimu yang pada akhirnya justru menyakitimu
Aku tidak ingin semakin menyakitimu
Tapi aku juga tidak bisa pura-pura membencimu, dan aku juga tidak bisa menghindarimu terus, karena kaki ini selau ingin berlari kearahmu
Satu-satunya pilihan paling tepat adalah pergi menjauh darimu, biar kenangan bersamamu selama ini yang kubawa
Kau akan melupakanku, ku do'akan, semoga kau bisa menemukan wanita yang lebih baik dariku atau bertemu Jasmin lain yang baik dan lembut hatinya
Good bay laki-laki dingin yang telah memenuhi kenangan indahku
Lutfia El- Arra
Reza menatap kosong selembar kertas yang ada di tanggannya, ini sudah kali ke tiga dia membaca surat itu, seakan tidak mengerti isi dari surat itu, berharap dia salah membaca kalimat-kalimat yang tergores disana, namun ternyata masih sama, berapa kalipun dia membaca surat ini, inti dari surat itu tetaplah kalimat perpisahan
__ADS_1
Tanpa sadar Reza kini tepat berada di depan pagar rumah Arra, berharap sosok wanita yang baru membuat surat lelucon itu keluar dari sana, tapi harapannya pupus saat seorang lelaki muncul dari balik pagar
“Mencari siapa” tanya Arul yang baru keluar
“Apa Arra ada di dalam, bisa tolong panggilkan dia keluar, aku ingin bertemu dengannya”
“Dia tidak tiangga di sini lagi”
“Dimana dia sekarang, dimana aku bisa menemuinya”
Arul memberikan sebuah alamat “Mungkin kau bisa menemuinya di sini”
Reza segera menuju alamat yang diberikan Arul, di depan apartemen itu Reza meyakinkan dirinya bahwa di dalam gedung ini dia akan bisa bertemu dengan Arra
Saat Reza sedang menunggu life, di sana ia bertemu Zi yang baru datang
“Kau---“ ucapan Zi terhenti menyadari maksut kedatangan Reza “Dia sudah pergi”
“Pergi ?” ulang Reza seakan tidak percaya dengan perkataan Zi
Zi hanya mampu menepuk bahu Reza menenangkan, tidak menemukan kalimat yang lebih menenangkan selain itu
“Kemana, kemana dia pergi”
Zi menggeleng kepalanya “Tidak tau, Arra sendiri yang memesan tiket, dia tidak memberi tau siapapun tujuan kepergiannya, aku yakin hanya kau yang baru menyadari kalau dia sudah tidak ada di sini lagi”
Meski Reza sudah mendengar sendiri dari Zi, tapi hatinya masih tidak percaya bahwa dia tidak akan bisa melihat Arra lagi, tangannya tak henti menghubungi Arra, berharap ada jawaban dari seberang sana, tapi harapannya tentu sia-sia, hanya suara operator yang terdangar disana
***
__ADS_1
3 tahun kemudian
Reza sedang membaringkan tubuhnya diatas kasur, berharap lelah yang menyiksa tubuhnya menghilang, meski sedikit terasa lega namun lelah itu masih menerpa tubuhnya, matanya mengitari selurh ruangan dan sebuah lukisan menyita perhatiannya
“Ini sudah sangat lama, tapi kau benar-benar tidak memberi kabar pada siapa pun, setelah kau pergi, ku benar-benar menghilang bak di hembus angin lenyap begitu saja, tapi meski begitu kenapa bayanganmu masih terasa nyata di pikiranku, seakan kenangan yang kujalani denganmu baru kemarin sore. Ah.... aku benar-benar merindukanmua, aku sangat berharap bertemu denganmu” ucap Reza kemudian menutup wajahnya dengan tangan, seakan sedang menekan sesuatu agar tidak keluar
Tingggg ..
Reza terbangun saat mendengar pesan masuk di ponselnya
“Kau dimana, ayo kita makan di luar” pesan dari Faki
“Kenapa mengajakku, kaukan punya pacar, kenapa tidak mengajaknya” balas Reza
“Kiki lembur hari ini, tidak bisa di ganggu”
“Aku baru samapai di rumah, sekarang sedang istirahat aku tidak mau diganggu, ajak Riki saja”
“Ok, bay”
“Arra masih tidak memberi kabar padamu” Reza mengirim pesan segera
“Jangankan padaku, pada Kiki bahkan Ka Zi tidak tau kabar Arra, setelah kepergiannya Tiga tahun lalu, kita hanya bisa bersabar menungunya dan yakinlah dia pasti akan kembali”
“Mmmmm, thanks”
“Beristirahatlah” balas Faki mengakhiri percakapan
***
__ADS_1