
"Maksut kamu apa ?, bukankah sudah aku katakan, jangan ikut campur dengan urusanku. Kamu mau cari masalah" ucap Reza dengan suara tinggi
Tidak ada balasan dari Arra
"Dengar tidak" teriak Reza semakin kesal melihat Arra yang memejamkan mata
Kiki yang tidak tahu apa-apa balas membentak Reza ‘’Hei, jaga ucapanmu, jangan sembarangan bicara dan diamlah, bukankah kamu sendiri yang mengatakan untuk diam"
Riki segera menenangkan Reza yang hendak balas membentak Kiki
"Sudah- sudah jangan diambil pusing, turuti saja permintaannya, lebih baik kita diam aku jadi pusing mendengar teriakan di mobil ini"
Semua jadi hening hingga sampai rumah sakit Madika, Kiki membagunkan Arra
Arra membuka matanya dan beranjak turun dengan dibantu Kiki, ia tidak peduli dengan tatapan dingin Reza
Arra terbaring di ranjang putih bersih, Faki, Riki duduk di bangku yang tak jauh dari tempat tidur Arra, sedangkan Kiki duduk tepat disamping ranjang berbicara dengan Arra
"Kapan aku bisa pulang, kalau berlama-lama di sini Mama bisa marah jika aku tidak ada di rumah"
"Nanti setelah mereka pulang, aku akan berbicara dengan dokter, jangan khawatir, beristirahat saja dulu di sini untuk beberapa waktu"
__ADS_1
"Terimakasih Ki"
"Tapi kenapa dengan wajahmu, aku perhatikan dari bandara sampai ke sini ada yang aneh, kamu tidak banyak bicara seperti sebelumnya"
"Aku lapar" awab Arra polos dengan wajah imutnya
Kiki tertawa pelan melihat ekspresi Arra kemudian berkata ‘’Baiklah, jika kamu tidak mau mengatakannya, aku akan cari makan untukmu, tunggu di sini, jangan pergi keman-mana’’ ucap Kiki memberi peringatan
Arra mengangguk pelan
Kiki berjalan menuju pintu akan tetapi sebelum keluar Kiki menghampiri Faki dan Riki ‘’Sebelum aku datang kembali, kalian jangan pergi kemana-mana dan jangan perbolehkan Arra untuk keluar ‘’
"Turuti saja" balas Faki pada Riki
kemudian Kiki keluar, tak berapa lama setelah kepergian Kiki, Reza masuk dengan wajah dinginnya dan berjalan menuju ranjang Arra
‘’Hei cewek aneh, apa maksutmu masuk rumah sakit ini, mau cari masalah denganku" bentak Reza
Arra menatap reza kesal kemudian membalas perkataan Reza, "Masalah apa yang kucari denganmu, masuk rumah sakit ini ? memang ada masalah apa jika aku masuk ke sini"
"Jangan pura-pura tidak tahu"
__ADS_1
"Tahu apa, tau kalau Jasmin ada di sini ?"
"Cewek brengsek, apa kau tidak punya harga diri dengan melakukan semua ini"
"Melakukan apa, aku hanya masuk rumah sakit ini, aku tidak sedikitpun mengganggumu, lagipula Jasmin adalah temanku, jadi kau jangan menghalangiku untuk menemuinya"
"Teman ?, alasan !"
"Ada apa denganmu, kedengarannya kamu berfikir aku menyukaimu, ah, maaf telah membuatmu salah paham dan waktu itu aku hanya bercanda?" Ujar Arra sinis
Tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat Arul yang tergesa-gesa memasuki ruangan
Arra terkejut melihat kedatangan Arul, "Dari mana kamu tau aku ada di sini"
"Aku yang memberi tahunya" jawab Faki
Arul mendekati Arra denga wajah sedihnya "Ada apa ini, kenapa kau berantakan seperti ini, apa kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri” bentak Arul pada Arra
Arra tersenyum mendengar perkataan Arul yang menghawatirkannya "Tidak apa-apa, ini hanya luka biasa jangan khawatir”
"Cepetlah sembuh sebelum Mam datang" ucap Arul kemudian meninggalkan ruangan Arra
__ADS_1