INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Arra = Nihil


__ADS_3

Keesokan harinya, Reza yang telah sampai di kampus sedang menunggu ke datangan pacar barunya, akan tetapi orang yang di tunggu tak kunjung datang


"Za, sedang apa di sana cepat masuk dosen sudah masuk"


"Ya sebentar lagi aku masuk"


"Sedang menunggu siapa" tenya Faki


"Tidak ada, sudah ayo masuk"


Di kelas Reza berusaha menghubungi Arra akan tetapi tak di angkat di sms juga tak di balas, Reza sedikit kesal, bingung, dan juga khawatir karena hal itu, sedangkan Faki yang berada di samping Reza memperhatikan ponse Reza dan ia tahu siapa yang sedang di tunggu oleh Reza , setelah keluar dari ruangan Faki langsung mencari Kiki ke Fakultas Seni


"Dimana Arra dari tadi aku cari tidak ketemu"


"Arra tidak masuk hari ini, ada apa mencari dia"


"Tidak ada, hanya ada urusan sedikit, tapi kenapa dia tidak masuk hari ini, aku hubungin tidak di angkat, apa ada masalah"


"Tidak tau, aku juga sudah mencoba menghubunginya, tapi tidak di angkat"


"O, baiklah kalau begitu mungkin nanti aku akan datang ke rumahnya, apa kau mau ikut"


"Tidak aku akan pergi sendiri kesana"


"Ya sudah kalau gitu, aku pergi dulu ya" ucap Faki memamerkan senyum manisnya


Setelah kepergian Faki, Kiki langsung menghembuskan nafasnya, karena gugup dia terus menepuk-nepuk dadanya dengan panik "Kenapa dia datang, huhhh, benar-benar membuatku gugup‘’ ucap Kiki pada dirinya , ia teringat saat tedi malam dia memperhatikan kelopak bunga dan memperhatikan tulisan yang berada disana dan dia menemukan nama Faki dan dirinya di sana dengan bentuk hati

__ADS_1


"Apa yang kulihat tadi malam adalah nyata, ah tidak mungkin, tapi itu benar benar namanya, tapi dia kan menyukai Arra, tapi Arra menyukai Reza, tapi, ahhh, membingungkan, aku harus bertemu dengan Arra segera untuk memperjelas semua ini"


Di lapangan Reza sedang duduk sambil membaca dan sesekali dia melihat ponselnya berharap Arra akan menghubunginya atau membalas sms yang ia kirimkan. Tiba-tiba Faki datang menghampirinya


"Riki mana"


"Di perpus, sedang mencari buku untuk persentase minggu depan"


Faki duduk di samping Reza dan memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang sedangkan Reza terus membaca bukunya dan di saat Reza melihat ponselnya kembali, Faki langsung angkat suara


"Hari ini dia tidak masuk"


Reza langsung melihat Faki heran, "Siapa ?"


"Kamu sedang menunggu Arra kan dari tadi pagi"


"Tidak"


"Hei !" panik, merebut ponselnya kembali


"Kamu sedang menunggunya kan"


Reza cuek, ia kembli membaca buku, tapi tak berapa lama ia buka mulut


"Kenapa dia tidak masuk"


"Siapa ?" tanya Faki menahan tawa mellihat tingkah sahabatnya itu

__ADS_1


"Arra" ucap Reza hampir tak terdengar


"Aku juga tidak tau, aku tanya Kiki juga tidak tau, ada masalah apa, kenapa kau mencarinya bukankah setiap kalin bertemu selalu adu mulut"


"Itu bukan urusanmu"


"Itu jadi urusanku sekarang, karena aku pacarnya"


Reza yang konsentrasi pada bukunya langsung melihat Faki


"Ha...ha...ha..bercanda, jangan marah gitu dong mukanya"


"Siapa yang marah" ucap Reza sambil menutub bukunya karena sudah tak berselera membaca mendengar perkataan Faki


"Wajahmu mengatakannya"


"Wajah tidak bisa bicara mulutlah yang dapat mengatakannya"


"Mulut bisa berbohong, tapi wajah yang mengekspresikan hatimu tidak bisa berbohong"


"Omong kosong" ucap Reza, meninggalkan Faki


"Hei kau mau kemana, aku baru duduk"


"Bukan urusanmu’’ ucap Reza cuek tanpa memperhatikan Faki


Faki juga ikut berdiri menyusul Reza "Za tolong izinin ya, aku mau pergi kerumah Arra liat keadaannya, soalnya kemaren waktu ngantar Jasmin dia tidak pernah keliatan lagi , bay, bay"

__ADS_1


Reza melihat kepergian Faki dengan kesal


"Kenapa dia harus pergi, sekarangkan aku pacarnya, kenapa malah si tengik itu yang ke rumahnya" batin Reza semakin kesal melihat kepergian Faki


__ADS_2