
Setelah seminar selesai, peserta mulai keluar, Arra berniat keluar terakhir bersama Zi akan tetapi semuanya terganggu karena ulah Reza yang menyembunyikan sepatu Faki
Riki dan Faki mencari sepatu Faki sedangkan Reza duduk manis menunggu mereka
Arra yang mau keluar merasa kesulitan kerena Reza menghalangi jalannya
"Bisa geser sedikit tidak, aku mau lewat"
Reza diam
"Dengar tidak’’ bentak Arra kesal
"Kamu tidak lihat aku sedang istirahat, cari saja jalan yang lain" ucap Reza santai
"Tidak ada jalai lain yang lebih cepat, apa kamu tidak bisa menggeser pantatmu sedikit saja"
"Tidak” ucap Reza ketus
"Ada apa dengamu, aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu"
"Aku juga"
Zi yang melihat adiknya dan Reza yang sedang bertengkat hanya tersenyum dan mulai berjalan keluar
Sedangkan Faki berinisiatif mengambil jalan tengah, "Ra keluarnya dari sini" tersenyum manis pada Arra
Reza yang melihat senyuman Faki mengerutkan keningnya
Zi yang sudah berada disamping Reza mengatakan pada Arra "Kakak tunggu di rungan yang tadi ya”
Arra sempat melihat sekitar kemudian mengangguk
"Siapa dia" tanya Riki
"Bukan urusanmu" , menendang bangku Reza dengan kesal kemudian pergi
__ADS_1
"Hei" teriak Reza ikut kesal
Setelah Arra pergi, Reza berdiri dari bangkunya kemudiaan menunjukkan sepatu Faki yang berada di belakang
"Kenapa kamu tidak mengatakannya dari tadi" gerutu Riki
"Aku baru melihatnya" ucap Reza santai, berhalan menuju pintu, melihat Arra yang masuk ruang tamu Fakultas
Arra dan Zi keluar dari ruangan dan mereka pergi bersama
"Apa kau mau jalan-jalan dengan Kakak"
"Mau, tapi apakah Kakak akan pergi lagi"
"Tidak, Kakak akan tetap disini, tidak akan pergi lagi meninggalkanmu sendiri, jika kau mau bertmu dengan Kakak datanglah ke apartemen Kakak atau ke kantor saja"
"Tentu"
"Ngomong-ngomong siapa cowok yang tadi duduk di sampingmu"
"Benarkah !, kakak pikir itu pacarmu"
"O’,o’, itu tidak mungikin"
"Kenapa, apa kamu sudah punya pacar atau jangan-jangan cowok yang memberimu jalan adalah pacarmu"
"Tidak Ka, dia suka pada Kiki bukan aku"
"Siapa Kiki, apa dia lebih cantik darimu"
"Ha...ha...ha...,dia temanku dan tentu saja aku lebih cantik" membanggakan dirinya
"Tentu saja karena kau mirip Mama "berjalan lebih cepat
"Sepertinya kakak salah, bukankah aku mirip Nenek sedangkan Mama mirip Kakek"
__ADS_1
Zi tidak menjawab dia terus berjalan yang di ikuti Arra di sampingnya dan taklama kemudian Kiki datang
"Ra, Ra"
Arra berbalik meliat Kiki
"Ra, kamu dari mana saja, aku tunggui dari tadi di lapangan, dan siapa dia" memyadari keberadaan Zi
"Ki, ini ka Zi yang aku ceritain sama kamu"
"Ah, Ka Endut, wah berubah ya sekarang, ko jadi kurus gini, hai Ka, aku Kiki teman Arra"
"Oh, jadi ini yang namanya Kiki, tapi apa kamu tahu Arra"
"Maksutnya" tanya Kiki bingung
"Dia tau semua tentang aku Ka"
"Oh, mau ikut"
"Ngga deh ka, entar ganggu orang yang sudah tidak bertmu delapan tahun lagi"
"Ya udah kalau gitu, aku pergi dulu ya"
Tak lama kudian Faki datang menghampiri mereka
"Maaf ka mengganggu, saya mau tanya mengenai seminar tadi, ada yang tidak saya mengerti"
Kiki langusng menarik Faki, "Jangan ganggu mereka, Ka, Ra pergilah daaa"
"Ada apa sih" tanya Faki bingung "Dan kenapa Arra bersama ka Zi"
"Ka Endut, eh Ka Zi adalah Kakak kandung Arra yang pergi delapan tahun yang lalu, jadi jangan ganggu mereka"
"Waw, Arra benar benar keren, tapi kenapa nasipnya harus seprti itu, apa setelah ini dia akan bersama Kakaknya, kalau dia bersama Ka Zi, mungkin dia akan lebih bebas"
__ADS_1
"Tidak tahu, do’akan saja semoga Arra mau bersama ka Zi"