INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Kenyataan = Salah Paham


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian Kiki yang baru menjual beberapa lukisan menghampiri Arra "Ada apa ini, apa yang terjadi, siapa yang melakukannya" tanya Kiki melihat lukisan mereka yang hancur


"Tadi ada orang yang menghancurkannya, kami juga tidak tau mengapa dia melakukan ini" jawaab Siska


"Kita pulang" ucap Arra ketus pada teman-temannya


Mereka mulai membersihkan alat mereka, setelah semua beres mereka menuju mobil, di mobil mereka hanya terdiam melihat Arra yang terdiam marah , Kiki yang tidak tau menahu bertanya pada teman-temannya yang lain.


"Kami juga tidak tahu tiba-tiba saja dia datang, kemudian menghancurka semuanya, dan dia juga bilang kalau kita telah lancang menjual barang yang bukan hak kita"


"Maksutnya apa“ tanya kiki heran, karena dia tahu pasti semua lukisan adalah hasil karya mereka sendiri


Teman yang di tanya hanya mengangkat bahunya tidak tahu


Tiba-tiba Arra berkata “cowok berengsek, kalau dia marah, benci atau mau balas dendam , bukan seperti ini caranya"


"Kamu kenal dia" tanya Kiki


"Ya, dia cowok yang tadi pagi, yang perna aku tabrak, maaf ini semua salahku aku akan bertanggung jawab, hari ini kita tetap akan ke rumah sakit menjenguk Bu Ana"


"Tapi dana yang kita butuhkan masih sedikit" ucap Tari


"Bukankah sudah ku katakan aku akan bertanggung jawab"


"Bagai mana kamu mendapatkan uang 25 juta , mengganti bajumu saja su----"


"Tutup mulutmu" potong Kiki kasar


"Aku turun di sini saja, nanti aku menyusul" pinta Arra tidak memperdulikan perkataan teman-temannya

__ADS_1


Arra turun dari mobil, ia menuju Bank ia mulai mengecek uang di ATMnya di sana tertera rp274.729.000,00 Arra tersenyum, lalu kemudian menulis uang nominal yang akan di ambilnya, saat ia keluar dari Bank ponselnya bergetar, ia mengangkatnya


"Ia Ki ada apa" tanya Arra


"Apa yang sedang kamu lakukan"


"Aku hanya mengambil beberapa dari tabunganku"


Kiki menghela nafas mendengar perkataan temannya itu "Terus bagaimana hadiah yang kamu rencanakan untuk kakakmu"


"Masih banyak waktu, dan aku belum yakin akan bertemu lagi dengan kakak, bahkan sampai sekarang aku belum tau dimana kakak sekarang"


"Ya sudah, cepat datang kesini kami sudah menunggmu"


"Ya"


"Ka!, ka Reza bantuin Sarah" teriak Adik Reza yang tadi membeli satu lukisan Arra


Reza bangun dari tempat tidurnya ia berjalan menuju ruang tamu “Ada apa" tanya Reza ketika melihat adiknya


"Ka, bantuin Sarah menggantung ini ya" ucap Sarah menunjukkan lukisan yang tadi di belinya ‘’seperti lukisan Ka Jasmin kan Ka‘’ komentar Sarah


"Dari mana kamu mendapatkannya" tanya Reza heran


"Di zoo, tadi ada kakak mahasiswi yang menawarkannya"


Reza mulai memasang paku di dinding tiba-tiba Sarah berkata “Aaaaa, ternyata nama kakak itu Lutfia El-Arra, nama yang cantik, sama seperti orangnya" melihat tanda tangan di sudut lukisan


Reza sekilas melihat adiknya kemudian tak berapa lama paku sudah tertempel kokoh di sana "mana lukisannya"

__ADS_1


Sarah menyerahkan lukisan tersebut, "Letakkan yang rapi ya Ka"


Reza menerima lukisan tersebut, saat ia meletakkannya ia melihat di sana sebuah tanda tangan pelukissnya, disana tertulis Litfia El-Arra bukan Jasmin Dwika seperti yang dia fikirkan, Reza jadi serba salah mengingat apa yang tadi telah ia lakukan


***


keesokan harinya seperti biasa Arra terlambat ke kampus ia berlari menuju kelasnya dan Arra menabrak Reza yang tiba-tiba keluar dari salah satu ruangan, melihat orang yang di tabraknya, wajah Arra langsung berubah, ia langsung berdiri kemudian ia mengucapak maaf tanpa melihat ke arah Reza, kemudian pergi


Reza hanya menatap kepergian Arra


Sesampai di kelas Arra langsung duduk di kursinya


"Mana pak Darwin, kamu bilang tadi sudah masuk"


"Pak Darwin sedang keluar sebentar, sutttt diam nanti kamu ketahuan telat"


"Ternyata tamu yang ditunggu-tunggu telah datang" ucap sang dosen yang berdiri di samping Arra


"Pak" mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal “maaf pak be----"


"Besok saya tidak akan terlambat lagi" potong sang dosen yang sudah hapal benar apa yang akan di katakkan Arra


"He....he ....he .... bapak tau aja" ucap Arra yang di ikuti tawa teman sekelasnya


Pelajaranpun berlangsung hingga waktu habis, saat dosen keluar Kiki langsung berdiri dari duduknya


Kamu mau kemana


"Keluar sementar“ ucap Kiki meninggalkan Arra yang sedang asik main game

__ADS_1


__ADS_2