
Setelah kepergian Riki, Kiki langsung menjelaskan semuanya ‘’Aku tidak mengatakannya pada Riki"
"Hampir" ucap Arra meluruskan
"Ya, tadi aku hampir mengatakannya, tapi itu karena di terus menghinamu, aku mana sanggup mendengar hinaan seperti itu, yang seharusnya mendapatkan hinaan seperti itu aku, kalau tidak karena kamu, mungkin aku juga sama sepertimu, tidak pernah mengganti baju dan memakai baju sebagus ini"
"Bukankah dari dulu sudahku katakan, jangan perdulikan perkatan orang, yang jelas jangan pernah katakan sedikitpun jati diriku pada siapapun, aku lebih senang seperti ini, jadi aku mohon jangan hancurkan kebahagiaan yang telah aku dapatkan ini, kamu mengerti kan" ucap Arra kemudian meninggalkan Kiki, beberapa langkah kemudian Arra berbalik kemudian mengatakan, "Kau adalah sahabat terbaikku yang sangat aku percaya"
Kiki hanya melihat kepergian Arra dan tiba-tiba Faki muncul dihadapannya
"Aku melihat semuanya dari awal"
"Bagai mana menurutmu, bukankah itu keterlaluan"
"Ya, itu memang keterlaluan, dia tak perduli dengn dirinya, aku tau perasaanmu saat ini, bersabarlah aku yakin suatu saat nanti semua ini akan terbongkar dan beban yang sudah lama di pundakmu akan segera sirna"
"Ya, semoga saja"
"Aku pergi dulu ya, mereka pasti sedang menungguku"
"Ya, terimakasih"
Reza yang sudah di tinggalkan Arra masih terdiam, di saat teman-temannya datang
"Ini makanannya" ucap Faki "Maaf lama" Reza dan Riki mengambil makannan yang di beli Faki
"Eh Faki, kamu tau tidak di mana rumah cewek aneh yang sering ngejar-ngejar Reza"
Faki tersedak, tapi ia segera mengendalikan dirinya ‘’Bagaimana aku bisa tahu, itu kan bukan urusanku, memang ada apa, kenapa kamu nanya alamat rumah cewek itu segala"
"Tidak, aku hanya penasaran saja, sepertinya mereka menyimpan sesuatu yang rahasia"
"Mungkin rahasia kalau dia suka sama Reza, bukankah dia sering mengikuti Reza"
__ADS_1
Reza berhenti meminum minumannya mendengar perkataan Faki, ia menatap wajah Faki sedangkan Riki langsung menyela
"Bukan, aku yakin bukan itu"
"Jadi apa"
"Aku juga tidak tau, tadi Kiki hampir mengatakannya, tapi cewek aneh itu datang"
"Ikuti saja kalau kau memang penasaran" ucap Reza kemudian
Sepulang kuliah Reza dan teman bersiap menjalankan rencana mereka
"Kalian serius mau mengikutinya, menurutku itu buang-buang waktu saja, lebih baik kita kembali ke rencana awal bukankah kita mau makan"
"Aku penasaran sekali pada cewek itu"
"Terserah kalau begitu"
"Za, gima kabar Jasmin"
"Dia baik, masih seperti biasa"
"Dia masih tetap tidak mau menemuimu"
"Waktu aku datang dia sedang tidur"
Faki terus menghubungi Arra untuk memberi tahukan rencana Riki tapi tidak di angkat ‘’Aduh, kenapa tidak di angkat kalu begini caranya bisa ketahuan dan aku yang akan menjadi sasarannya" benak Faki terus mencoba menghubungi Arra
"Faki, kamu kenapa dari tadi kelihatannya sangat gelisah"
"Tidak ada, aku hanya mau menghubungi Arfan tapi dari tadi tidak di angkat"
"Hubungi Arman saja, bukankah mereka sering bersama"
__ADS_1
"Oh ya Kiki" batin Faki senang dan ia segera mengubungi Kiki
Kiki yang merasakan getar di saku celananya sedari tadi menghentikan motor ‘’Ra tunggu sebentar ya"
Kiki mengangkat teleponnya "Ya, ini siapa"
"Ini aku FaKi, Kamu sama siapa sekarang"
"Arra"
"Bisa bicara sebentar dengan dia"
Kiki memberikannya pada Arra
"Kamu di mana sekarang"
"Ini mau pulang"
"Oh ya, aku mengerti, aku juga sedang ada rencana ini sama teman-teman, mau ngikutin cewek aneh"
"Kalian mengikuti kami sekarang" ucap Arra panik
"Ya, kami sedang di belakannya" buatlah rencana lain jangan sampai yang lain tahu
"Baiklah aku mengerti terimakasih kabarnya"
"Dari tadi aku sudah menghubungimu kalau begitu sudah ya, bay"
"Ki !, Reza dan teman-temannya sedang mengikuti kita, sebaiknya cari jalan lain yang menju rumahmu"
"Baiklah, tapi setahuku harus melewati rumahmu dulu kalau dari sini"
"Itu tida maslah, yang jelas tujuan kita sekarang adalah rumahmu"
__ADS_1