INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Arra VS Reza


__ADS_3

Pagi harinya, di kampus Kiki telah menunggu Arra, dia sangat khawatir karena Kiki menyadari bahwa mereka belum merapikan sampah makanan yang mereka makan tadi malam, Kiki sangat takut Arra dipukuli lagi seperti yang pernah ia lihat sebulan yang lalu


 


Kiki terus memperhatikan jam, takut Arra tidak masuk hari ini, tapi dia sangat senang katika Kiki melihat Arra yang berlari tergopoh-gopoh di gerbang. Akan tetapi rasa senangnya langsung sirna saat ia melihat dua perban di wajah Arra. Kiki langsung menghampiri Arra


"Ra!" ucap Kiki menghentikan langkah Arra


"Aishhh, ternyata belum masuk, hahhh aku pikir pak Darwin sudah masuk" mengatur nafasnya, kemudian Arra mengomentari baju yang di pakai Kiki "Wah, bajumu bagus, sangan cocok untukmu, akan bayak cowok yang ngantri buat dapatin kamu nih" celoteh Arra bahagia


"Ra " ucap Kiki menatap wajah Arra sedih


"Ah kamu ini lebay bangat deh, santai saja tadi malam tidak terjadi apa-apa, kita ke galeri yuk, waktu kita tinggal 1 munggu lagi untuk menyelesaikan semuanya" Arra tidak memperdulikan kekhawatiran Kiki


"Bagaimana kamu bilang tidak terjadi apa-apa ,lihat ini" menunjuk luka di pipi Arra "Apa ini yang di namakan tidah apa-apa"


"Ahhh, abaikan saja, ini hanya luka ringan" berusaha merangkul Kiki


Kiki menepis tangan Arra "Bagaimana aku bisa mengabaikannya, ini semua salah ku ini---"


Arra langsung memotonng perkataan Kiki "Sudahku katakan tidah apa-apa, abaikan saja, apa kamu tidak mengerti" bentak Arra meninggiikan suaranya, kemudian meniggalkan Kiki

__ADS_1


Kiki hanya dapat pasrah melihat kelakuan sahabatnya yang satu ini, tak berapa lama ia mendengar panggilan Arra


"Ki, ayo, ngapain berdiri tak jelas di sana, aku tunggu kamu di galeri" ucap Arra dengan senyum merekah di wajahnya


"Bagaimana dia bisa seperti ini, sudah jelas dia terluka karena aku, tidak mungkn aku bisa mengabaikannya dan lihatlah sekarang, baru beberapa menit yang lalu di marah-marah dan sekarang dia sudah dapat tersenyum manis ke padaku, kenapa dia bisa seperti ini, harusnya kalau sedih ya katakan sedih, kalau terluka ya katakan terluka, bukan seperti ini" batin Kiki lirih memandang kepargia Arra yang begitu terlihat senang


Sesampai di galeri mereka mulai melukis dengan kanvas yang baru, dengan lihai tangan mereka mulai mengukir keindahan alam, cat yang berada di samping mereka bersorakria menyempurnakan keindahan kanvas tersebut


"Ra kamu sudah liat bu Ana" tanya Kiki memecahkan kesunyian


" Aku belum ada kesempatan untuk menjenguk Bu Ana ke rumah sakit, apa lagi saat ini tidak mungkin Mama akan membiakan aku pulang lebih lama, jadi sebagai gantinya aku akan melukis lebih banyak lagi agar uang perawatannya dapat terbantu dengan dana yang kita beri"


"Ra keluar yuk, inspirasiku kurang menarik nih, kalau di dalam ruangan ini terus" ajak Kiki


mereka sampai di lapangan luas yang penuh bunga dan pemandangan indah, di sana mereka mulai melukis lagi. Saat sedang asik tak sengaja Arra melihat Reza yang sedang di balkon melihat-lihat sekitar, Arra terpesona melihat kesenduan yang terukir di wajah Reza . Walau jauh, tapi kesedihan tampak jelas di wajah Reza, Arra benar-benar tertarik dengan itu dan ia berinisiatif untuk melukis seorang yang sedang melihat keindahan alam dengan wajah bahagia “Seharusnya wajahmu seperti ini" benak Arra memandangi Reza


"Ra kamu ngelamun ya" ujar Kiki melihat apa yang sedang di lihat Arra, tapi yang dia lihat hanya punggung seseorang yang hendak pergi


"Tidak, aku hanya sedang mencari-cari ide yang tepat" elak Arra


Di saat mereka akan masuk ruang kuliah Arra dan Kiki membereskan alat lukis mereka kembali dan membawanya ke galeri. Ditengah jalan Kiki berbelok ke kamar mandi sedangkan Arra terus menuju gedung Fakultas Seni. saat Arra sedang memperbaiki pegangannya ia menabrak seseorag dan dia adalan Reza

__ADS_1


Baju Reza terkena cat, Reza benar-benar marah dengan ulah Arra yang berusaha membersihkan cat itu dari bajunya dan hasilnya, cat tersebut menyebar dibajunya


"berhenti !" bentak Reza menepis tangan Arra dari bajunya


"Maaf, maaf aku benar-benar tidak sengaja"


"Sudah aku katakan aku tidak tertarik padamu, kenapa masih cari masalah, cewek sialan" ucap Raza meninggalkan Arra


Arra kesal dengan ucapan Reza " Hei, kalau bicara jangan sembarangan. siapa yang tertarik pada cowok dingin sepertimu, dasar cowok tak tau malu" ucap Arra membalas ucapan Reza


"Kamu yakin tidak tertarik padaku" mendekati Arra


Arra gugup “tentu saja ...."


"Lihat wajahmu" ejek Reza, Arra langsung memegang pipinya


"Kamu pikir, aku akan simpatik dengan perban yang ada di wajahmu"


"Ooooo, siapa yang suruk kamu simpatik, aku hanya ingin menempelkan perban di wajahku apa itu salah"


"Aishhhh, cewek ini benar-benar menjengkelkan" ucap Reza kesal

__ADS_1


"Siapa peduli" ucap Arra sanang karena kali ini dia menang dan pergi meninggalkan Reza


Kira-kita 10 langkah Arra berbalik lagi "Bajumu, mmmmm maaf ya" ucap Arra tersenyu melambaikan tangannya


__ADS_2