
Reza kembali mencari buku setelah membantu Arra, sedangkan Arra langung menuju kasir yang tak jau dari Reza, penjaga toko menghampiri Arra
"Mbak Arra sakit-sakit seperti ini masih sempat datang ke sini"
"Bosan di rumah terus"
"Banyak sekali buku yang Mbak beli, memang semua buku yang minggu lalu sudah selesai di baca?"
"Sepertinya begitu"
"Mbak ini benar-benar keren, ah apa perlu buku ini kami antar ke rumah Mbak"
"Tidak perlu, biar saya saja yang membawanya, itu akan merepotkan saja"
"Tidak, itu sudah kewajiban kami melayani pelanggan"
"Tidak perlu terim kasih"
Reza melihat semua itu ‘’Cewak anah" ucapnya kemudian ia mulai mencari novel kembali
Tak jauh dari Reza, Arra melihat Sarah yang sedang memilih-lihat buku
"Sedang mecari apa" tegur Arra, setelah berdiri di samping Sarah
"Ka Fia !, kenapa kakak ada di sini, bukankan harusnya kakak beristirahat"
"Dirumah terus membuatku semakin sedih, kalau ke sini kan lumayan, bisa melupakan ke penatan di hati ini, oh ya sedang apa"
"Ini lagi milih buku menurut kakak mana yag lebih baik aku beli saat ini"
"Ke 4-nya bagus"
"Ia, tapi aku hanya boleh beli satu"
"Kenapa, kan kamu menyukainya"
"Ka Reza hanya mau membelikannya satu padaku"
__ADS_1
"Ya sudah, ambil saja buku yang kamu suka biar kakak yang membayarnya"
"Benarkah ! wahhh kakak baik sekali"
"Ini sebagai penebus yang tadi"
Sarah mengambil ke4 buku yang ia inginkan, pada saat mereka menuju kasir Sarah melihat buku yang sudah lama ia cari
"Ka, boleh nambah satu lagi tidak ,buku ini sudah lama aku cari"
"Oh, buku itu, ya ambil saja buku itu memang sangat bagus"
"Kakak sudah pernah membacanya"
"Sudah"
Di kasir Arra memebayar buku yang ia beli dan juga buku Sarah
"Banyak sekali buku yang kakak beli"
"Kenapa tidak bareng saja sama kami, Ka Reza juga ada di sini sedang mencari buku, apa Kakak tadi melihat ka Reza"
"Ehhh, mmm tidak"
"Ya sudah kita sama-sama pulang saja agar Kakak Fia dan ka Reza kenalan dan lebih dekat"
"Tidak perlu lain waktu saja, Ibu Kakak mungkin sudah pulang"
"Nenek lampir itu belum pulang, padahalkan Kakak lagi sakit, memeng tidak bisa pulang lebih cepat"
"Kamu kenapa cerewet sekali, ah ya sudah Kakak pulang dulu dan sampai jumpa besok"
"Hati-hati Ka"
Tak berapa lama setelah kepergian Arra, Reza menghampiri Sarah yang duduk di dekat kasir
"Ternyata kamu di sini, kakak cariin juga, mana buku yang ingin kamu beli", dan Reza terkejut melihat tumpukan buku yang berada disamping Sarah
__ADS_1
"Banyak sekali buku yang kau ambil, bukankah Kakak sudah bilang kamu hanya boleh ngambil satu buku"
"Ini sudah di bayar ko, Kakak bayar buku yang Kakak beli saja"
"Dari mana kamu mendapatkan uang , ah banyak sekali"
"Ka Fia yang membelikannya untukku, tadi aku bertemu dengannya di sini"
"Kamu ini, tidak seharusnya kamu menerimanya, itu tidak baik"
"Ka Fia sendiri ko yang menawarkan"
Reza membayar buku yang ia beli kemudian mereka pulang ke rumah
Keesokan harinya Arra pergi kuliah seperti biasanya akan tetapi kali ini lebih cepat karena di antar oleh Arul, di gerbang Arra bertemu dengan Kiki
"Aku tidak salah lihat, itu Arul kan, apa sebentar lagi akan kiamat, tidak biasanya dia mau ngantar kamu"
"Aku juga bingung, yang jelas tadi dia sudah menunggu aku untuk jalan bareng"
"Biasanya lari nabrakin orang" ucap seseorang dari belakang"
"Ini benarkan jam 8 tapi kenapa dia sudah berada di sini"
"Aku tidak bermimpikan, melihat Lutfia El Arra jam 8 sudah tiba di kampus"
"Kalian ini sirik ya" balas Kiki kesal
"He kamu, urusan dengan kita-kita belum selesai, tunggu saja nanti" meyenggol Arra dengan kasar kemudian melewati Arra
"Ada masalah apa lagi" tanya kiki heran
"Tidak tau mungkun mereka masih dendam yang kemarin"
"Aish, kapan selesainya kalau begini terus"
"Sudah yuk masuk, percuma lagi aku cepat datang kalau tetap terlambat"
__ADS_1