
"Ayo kita ke klinik, sepertinya ada yang terluka" memperhatikan kaki Arra yang lebam dan sebagian mengeluarkan darah
"Tidah perlu, nanti juga akan sembuh"
"Lukamu terlalu parah, ayo" ajak Faki menarik Arra
Sesampai mereka di klinik, dokter langsung mengobati luka-luka Arra "Ada apa lagi kali ini, kenapa kakimu bisa luka, apa saja yang kamu lakukan di kampus ini" tanya dokter melihat luka Area
"Bagai mana Dok, ini akan segera sembuhkan"
"Iya, ini hanya luka ringan tapi untuk sementara waktu jangan terkena air dulu agar cepat kering, ahhhh bagai mana dengan pipimu"
Mendengar itu Faki yang sedang melihat-lihat klinik langsung memandang Arra
"Ini sudah sembuh Dok, besok sudah bisa dilepas"
"Jangan lupa pakai krim yang saya berikan agar tidak meninggakan bekas"
"Ada apa dengan wajahmu, bukankah ini hanya lelucon untuk mendekati Reza"
"Anak ini, apa yang kau pikirkan, bagaimana kamu mengatakan ini hanya lelucon" ucap dokter memukul bahu Faki
"Terimakasih Dok" ucap Arra, keluar dari klinik tertatih-tatih ‘’Terimakasih sudah menemaniku ke klinik"
"Ayo aku antar pulang"
"Tidah perlu, aku pulang sendiri saja"
"Kamu yakin, dengan kaki seperti itu !"
"Mmmm"
"Baiklah" meninggalkan Arra
Kiki dan Riki duduk di kelas the art ‘’ada apa sebenarnya, apa yang terjadi"
"Itu bukan urusanmu"
"Itu urusanku, kalian benar-benar membuatku bingung, orang yang setiap hari bajunya itu-itu terus mendapatkan uang 25 juta, selalu terlambat ke kampus dengan alasan yang tak jelas, mengatakan kalau dia tidak memiliki uang padahal kamu katakan dia yang memiliki uang 25 juta itu"
__ADS_1
"Itu tidak aneh, kalian saja yang menganggap aneh"
"Sebenarnya apa alasan dia terlambat"
"Tanya sendiri pada orang yang bersangkutan, bukankah kau melihat kalau dia tadi marah padaku"
"Bukan dia yg marah, tapi kamu"
"Sudahlah aku tidak mau membahas itu lagi" meninggalkan Riki
"Hei tunggu sebentar"
Kiki tidak memperdulikan teriakan Riki
Diparkiran Arra sedang menunggu Kiki, tak berapa lama orang yang ditunggu datang juga, Kiki tidak memperdulikan Arra ia meneiki motornya tanpa mengajak Arra
"Kiki maaf tadi----"
"Sudahlah bukankah itu urusanmu, itu bukan urusanku" kemudian meninggalkan Arra
Arra yang ditinggal denga lesu berjalan melewati pagar dan kemudian seseorang menabrak Arra hingga terjatuh, Faki yang melihatnya langsung menyelamatkan Arra, ia membawa Arra yang terluka parah ke rumah sakit, di rumah sakit Arra dirawat
"Aku harus pulang ,aku tidak mau di sini"
"Kakimu terluka parah, jangan khawatir, aku yang akan membayar biaya rumah sakit 2 atau 3 hari ini"
"Tidak, aku harus pulang" berusaha turun dari ranjang
"Kamu ini sungguh keras kepala, dokter menyuruhmu untuk tetap disini"
"Aku harus pulang" teriak Arra kesal"
Sudahlah lebih baik kamu bawa saja dia pulang, dengan melihat keadaannya sekarang ini, kakinya tidak perlu dikhawatirkan"
"Dengarkan, kalau begitu cepat bawa aku keluar dari rumah sakit ini"
Faki memapah Arra ke dalam moilnya ‘’kamu ini keras kepala sekali"
"Sudah, diam jangan berisik, Di mana rumahmu, aku akan mengantaranmu sampai rumah"
__ADS_1
"Jalan saja, nanti aku tunjukkan"
Setelah sekian lama mereka belum sampai ke rumah Arra, Faki yang merasa di permainkan oleh Arra kesal
"Sebenarnya di mana rumahmu dari tadi kita hanya mutar-mutar terus"
"Ahhhh aku turun di sini saja" berusaha turun dari mobil
"Sebenarnya di mana rumahmu, kau tidak perlu khawatir aku tidak akan menghinamu atau merendahkanmu" ucap Faki tulus
Arra menatap Faki sesaat kemudian berusaha turun lagi, akan tetapi ia merasa nyeri di pergelangan kakinya
"Sudahlah katakan saja padaku""
"Baik" ucap Arra menyerah, "tapi kamu harus janji terlebih dahulu"
"Bukankah sudah kukatakan aku tidak akan menghinamu"
"Tapi kamu juga harus janji tidak akan mengatakannya pada siapapun"
"Ya, aku tidak akan mengatakan pada siapapun"
"Pada siapapun tanpa terkecuali,
kalau begitu putar mobilmu" ucap Arra kemudian setelah yakin pada Faki
"Kita mau kemana lagi"
"Bukankah kamu ingin kerumahku"
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Arra, Faki yang menyadari bahwa di komplek ini semuanya rumah mewak tertawa terbahak bahak, "kamu ini ,jangan main-main ayo cepat katakan di mana rumahmu kita sudah 3 jam berputar-putar"
Arra menatap Faki dengan pandangan aneh' kemudian ia tersenyum, "kamu sudah berjanji tidak akan mengatakanya pada siapapun ,aku percaya padamu"
Faki langsung terdiam mendengar perkataan Arra
"Aishhh' tolong bantu aku turun dari mobil ini berusaha turun dari mobil Faki
Faki langsung memapah Arra, sesampai di depan pagar "Apa ini benar-benar rumahmu"
__ADS_1
Arra tidak memperdulikan perkataan Faki, aku percaya padamu Ucap Arra "terima kasih sudah mengantarkanku, pulanglah dan berhati-hati ‘’kemudian ia membuka pagar rumahnya