INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Arra = Kembali


__ADS_3

Seorang wanita turun dari pesawat, rambutnya yang dipotong pendek di hembus oleh angin bandara, matanya yang ditutupi kacamata dipejamkan, menghirup udara yang sudah lama tak dirasakannya, senyumnya mengembang menikmatinya


Dia seret koper yang dibawanya keluar dari bandara, mencari taksi untuk membawanya ke sebuah alamat yang akan ditujunya pertama kali, yaitu kantor Zi. Sesampai dikantor, dia menemui resepsionis dan menitipkan koper yang dibawanya


“Ka Zi ada” tanya Arra pada resepsionis


“Mbak Arra! “ sapa penjaga reseprionis sedikit terkejut “Iya, ada, Pak Zi sedang di kantornya, akan saya sampaikan padanya kalau Mbak Arra ada di sini”


“Jangan, saya ingin memberi kejutan, saya akan ke atas, terimakasi”


Arra menaiki life menuju lantai 12, sesampai di lantai yang dituju pintu life terbuk dan tak disangkan orang yang tak dia perkirikan berdiri di hadapannya, mereka sama-sama tertegun


“Faki” ucap Arra setelah tersadar dari keterkejutannya “Kenpa kau ada di sini”


“Wahhh, aku benr-benar terkejut, ini sungguh Arra?” tanya Faki masih tidak percaya dengan penglihatannya


“Lama tidak bertemu” sapa Arra memeluk Faki yang langsung dibalas oleh lelaki itu


“Dan parahnya kau tidak pernah memberi kabar” balas Faki


“Maaf”


“Ah, aku harus pergi masih ada keperluan yang lain, nanti kita bicara lagi, ka Zi ada di ruangannya” ucap Faki terburu-buru meninggalkan Arra

__ADS_1


“Ok, thanks” kemudian menuju ruangan Zi sepanjang jalan semua mata tertuju padanya, hampir semua karyawan kantor Zi mengenalnya, jadi tidak heran jika mereka juga pasti terkejut dengan kedatangganya


Arra mengetok pintu ruangan, dibukanya sedikit kemudian memasukkan kepalanya “Surprise” ucapnya pelan


Zi yang sedang sibuk dengan komputernya mengangkat kepala sedikit, namun setelah memastikan siapa yang datang, Zi bangun dari duduknya kemudian menghampiri Arra dan langsung memeluknya


“Adik kecilku akhirnya pulang juga” paluk hangatnya mendekap Arra, meluapkan kerinduannya


“Apa kabar Ka”


“Aku hapir sekarat karena mengkhawatiekanmu, dan rasa rinduku padamu sebentar lagi akan membuncah, untung kau pulang sekarang” balas Zi


“Aku juga sangat merindukan Kakak, maaf selama ini tidak memebri kabar”


“Aku pergi kebeberapa tempat melihat berbagai hal di belahan dunia ini, karena aku tidak punya banyak waktu mengurus diri, akhirnya kuputong saja rambutku, karena perjalanan terakhir di Afrika badanku jadi hitam seperti ini” ucap Arra mulai menceritakan setia perjalannanya selama tiga tahun ini kepada Zi


***


Setelah Faki masuk kedalam life, dia langsung mengirim pesan Pada Kiki “Arra sudah kembali, dia sekarang sedang di kantor bersama ka Zi”


Balasan langsung masuk di ponsel Faki “Benarkan, Arra sudah kembali” membaca pesan itu Faki langsung membalasnya “Iya, kau hubungi saja ka Zi jika kau ingin berbicara dengan Arra, aku sedang di luar kantor” tidak ada balasan yang Faki yakini Kiki sudah langsung menghubungi Zi


Kemudian ia mengirim pesan kembali pada seseorang yaitu Reza “Kau dimana, Arra sudah kembali, datanglah ke kantor jika ingin menemuinya”

__ADS_1


Pesan dibaca tapi tidak di balas, Faki tersenyum melihat pesan yang dia kirim “Reza pasti sedang berlari kesini” benak Faki


Benar saja, saat melihat pesan dari Faki, Reza langsung berlari meninggalkan ruangannya,


Seorang wanita menghentikan langkahnya “Pak, mau kemana, sebentar lagi kita ada rapat”


“Batalkan saja, saya ada keperluan mendesak” ucap Reza segera berlari tanpa mempedulikan kalimat selanjutnya dari wanita itu


Reza mengendarai mobilnya dengan cepat, seakan waktu sedang mengejarnya, namun secepat apapun laju tempuh mobilnya dia tetap tak sempat menemui Arra. Sesampai di kantor Zi, ia hanya mendapati Zi seorang di kantornya. Awalnya dia mengira sedang ditipu oleh Faki


“Kau datang” sapa Zi saat melihat wajah kecewa Reza


“Iya ka, kukira---”menghembuskan napasnya berat tanpa melanjutkan kalimatnya


Zi tersenyum melihat raut wajat Reza yang terlihat kecewa itu, iya yakin Reza sedang mencari Adiknya, hingga jam kerja seperti ini laki-laki itu bisa ada di kantornya


“Jangan pasang wajah seperti itu, tidak cocok untukmu” ucap Zi “Arra memang ada di sini tadi, tapi sekarang dia sudah pergi kerumah” sambung Zi


“Rumah ?” tanya Reza memastikan dengan wajah penuh harap


“Yang ada di samping rumahmu” jawab Zi tersenyum melihat perubahan suasana hati Reza


“Kalau gitu saya pergi dulu ka” segera meninggalkan ruangan Zi. Kini tujuannya adalah rumah, kali ini laju mobilnya juga sama cepatnya dengan yang tadi

__ADS_1


Tapi setelah sampai didepan rumah Arra, Reza hanya terdiam memandangi pagar, entak kenapa saat melihat rumah itu nyalinya ciut untuk menemui Arra, ingatan saat terakhir pertemuan mereka, mebuat Reza hanya bisa berdiri memandangi rumah itu, 20 menit berdiri disana akhirnya Reza meningkalkan rumah itu, kemudian kembali ke kantor dengan perasaan senang bercampur kecewa pada dirinya


__ADS_2