
Kiki langsung menuju Fakults Ekonomi, ia mencari Reza dengan gusar, Kiki mencari di setiap ruangan “apa di kelas ini ada cowok sombong, yang merusak lukisan orang seenaknya" itu lagi yang di ucapkan Kiki saat masuk ruangan di Fakultas Ekonomi
Faki dan Riki yang mendengar perkataan Kiki langsung berlari menuju ruangan mereka untuk menemui Reza
"Za, gawat Za, gawat" pekik Riki
"Ada apa"
"Anak seni yang mencarimu, dia marah-marah karena kemarin kamu sudah merusak lukisan mereka"
"Apa yang akan kamu lakukan" tanya Faki
Belum sempat Reza menjawab tiba-tiba terdengar teriakan "Apakah di sini ada cowok sombong yang seenaknya merusak lukisan orang lain"
Kiki mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan “Oh, ternyata kamu di sini" ucap Kiki mendekati kursi Reza, Faki dan Riki mundur sepontan melihat wajah sangar Kiki
"Oh, ternyata kamu belum puas menyiksanya, kamu belum puas melukai wajahnya, sehingga seenaknya merusak lukisan kami, akhh" Kiki semakin kesal, "Sekarang kamu sudah puaskan menguras tabungannya, jadi mulai sekarang jagan ganggu dia" gertak Kiki memukul meja kemudian pergi meninggalkan Reza
"Kamu kenal mereka" tanya Riki
Reza menggeleng ‘’Cewek aneh itu sengguh menyebalkan"
"Terus apa yang akan kamu lakuakan"
__ADS_1
"Sekarang kamu bawa kartu ATM"
"Bawa"
"Aku lupa membawanya, aku mau minjam uang 5 juta"
"Apa tidak terlalu banyak" tanya Riki
"Aku malas berurusan dengan mereka"
"Ok, no prablame"
Setelah matakuliah selesai Arra pergi ke galeri, sedangkan Kiki langsung pulang, Arra mulai melukis 2 mobil yang hancur akibat kecelakaan
Reza mencari Arra kemudian ia menuju galeri, di saat Reza di depan ruangan, kakinya terhenti, ia melihat sekitar ruangan kemudian ia bergumam “Ternyata masih tetap sama seperti yang dulu".
Arra yang hendak mengambil cat langsung menghentikan aktifitasnya, ia menatap uang itu lekat-lekat kemudian menatap Reza , sesaat Arra tersenyum kemudian ia berkata , "Kamu pikir aku pengemis, aku tidak butuh uangmu, ehkk pikiranmu ternyata picik" ucap Arra ketus
"Sombong sekali kau se----"
"Ya, aku memang sombong jadi tolong pergi sekarang" ucap Arra memotong perkataan Reza
"Aishhhh, menyebalkan" meletakkan kembali uang yang sekarang ditangannya dengan kasar dimaja, kemudian meninggalkan Arra
__ADS_1
"Sudahku katakan aku tidak butuh uangmu" ucap Arra melempar uang tersebut dan mengenai punggung Reza
Reza menatap Arra dengan sinis kemudian berkata ‘’Kalau kamu memang tidak butuh, kenapa kau menyuruh temanmu untuk menuntutku bertanggung jawab’’ kemudian pergi tanpa mengambil uang tersebut
Arra tidak meperdulikannya, ia terus melanjutkan aktifitasnya, Arra mengingat kejadian naas yang menimpa keluarganya, yang mengambil nyawa keluarganya yang hanya menyisakan ibu kakak dan adiknya saja, darah yang berceceran, tubuh yang terkulai lemah tanpa nyawa ia gambar, air matanya menetes setelah merasa yakin lukisannya selesai, Arra meninggalkan ruangan tersebut tanpa menyentuh uang yang tergeletak di lantai
Reza yang tersadar bahwa kunci mobilnya terjatuh ketika mengambil uang di sakunya, dia langsung pergi menuju galeri. sesampai di galeri Reza heran melihat uang yang masih tergeletak di tempat semula, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang tadi di tamuinya, merasa yakin bahwa tidak ada orang, Reza mengambil uang tersebut kemudian menuju meja Arra untuk mengambil kunci yang tergeletak di sana
Saat mangambil kunci sekilas Reza melihat lukisan Arra “Mengerikan sekali, seperti nyata" komentar Reza kemudian meninggalkan ruangan
Arra berjalan menuju rumahnya, ketika sampai di depan pintu gerbang ia melihat mobil telah terparkir di sana, Arra segera berlari menuju rumah menyadari ibunya telah pulang saat ia membuka pintu ibunya telah berdiri di hadapannya
"Dari mana saja kamu" bentak Mama Arra"
Dari kampus Ma"
"Dari kampus ?, sudah jam berapa ini kenapa kamu baru pulang, katakan kamu dari mana" menjewer telinga Arra
Arra pasrah dengan yang dilakukan ibunya hanya sekali terdengar rintihan dari mulutnya
Takberapa lama Arul masuk ’’Kau baru pulang’’ tanya Mama lembut pada Arul
Arul tak menjawab, ia hanya melihat Mama dan Kakaknya yang di jewer kemdian masuk tanpa mengucap satu katapun
__ADS_1
Arra hanya tersenyum melihat kepergian Adiknya, ia tahu kalau Arul membenci sikapnya yang tak melawan Mama walau disiksa, "Tapi mau bagai mana lagi, jika aku berontak aku akan di usir dan aku tidak tau akan ke mana, kerena hanya di rumah ini keluargaku satu-satunya, hanya Mama dan Adik yang Aku miliki sekarang" benak Arra
"Cepat bersihkan rumah" perintah Mama, mendorong Arra hingga membentur tembok