
“Jadi, kita mau kemana ini” Tanya Arra setelah duduk di bangku penumpang, di samping Reza, untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.
“Pertama, kita akan ke butik” jawab Reza menyampaikan rencana yang sudah dia siapkan sebelumnya.
“Butik !” Arra memastikan pendengarannya.
“Mmm” menganggukkan kepalanya dengan yakin.
“Buat apa ke butik, kamu mau beli baju?”
“Aku ingin mengajakmu ke butik yang dulu pernah kita datangin saat hati pertama kita jadian”
“Hah?” Arra cukup terkejut mendengar perkataan Reza, dia tahu maksut Reza adalah butik yang pernah merek datangi saat hari pertama pacaran “Buat apa ke sana”
Reza mengembangkan senyumnya “Hanya untuk mengenang sedikit masa yang pernah kita lalu bersama”
“Itu terlalu klise, kita ketempat lain saja” Arra merasa sedikit keberatan dengan rencana Reza.
“Kenapa, kamu tidak suka aku ajak ke sana” Tanya Reza sedikit nada kecewa terdengar dari suarannya.
“Bukan begitu, hanya saja---“ Arra tidak melanjutkan kalimatnya melihat raut wajah Reza yang tampak suram.
Pandangan Reza lurus kedepan, diam seribu bahasa memikirkan kalimat yang akan dia keluarkan “Sebenarnya aku ingin membawamu ke tempat yang dulu pernah kita jalani berdua. Tapi jika kamu memang keberatan dan tidak suka. Yahhh, mau bagaimana lagi. Kita akan pergi ke tempat lain”
Arra melihat Reza dengan pandangan rasa bersalah, Arra mengutuk dirinya sendiri karena telah mengatakan hal yang mungkin menyinggung Reza seperti itu “Kita ke butik itu saja, sepertinya itu lebih baik untuk sekarang”
“Tidak, kita ketempat lain saja, jika kamu merasa tidak nyaman, kamu tidak perlj memaksakan diri karena merasa tidak enak”
“Tidak apa, lagi pula kamu tidak tahu kita harus kemana sekarangkan !, rencana yang kamu siapkan adalah kita akan pergi ketempat yang pernah kita jalanai berdua dulu”
“Benar, kamu tidak mersa keberatan” Reza memastikan pendapat Arra, dia tidak ingin Arra merasa terbebani oleh keinginannya.
“Iya, tentu saja”
__ADS_1
Meski Arra sudah setuju dengan recana Reza, namun, tidak bisa di pungkiri, karena ponolakan awal dari Arra, membuat wajah bersemangan Reza tadi kini telah sirna seketika, kina raut wajahnya hanya tersirat keterpaksaan, berat hati. Tentu dia kecewa, dia tak menyangkan Arra akan menolak keinginannya itu. Dia berfikir Arra akan senang jika dia mengajak Arra bernostalgia di masa lalu. Tapi ternya harapannya jauh berbada dengan kenyataannya.
Perasaan semangat untuk mengejar cinta Arra jadi menciut. Merasa usahanya nanti akan sia-sia, gagal tanpa hasil.
Sesampai di butik tujuan, mereka disambut dengan pelayan toko yang sama seperti dulu. Jelas sekali pelayan itu masih mengenali mereka berdua, wajah terkejut dan senyum yang dia berikan menjelaskan kalau dia senang sekali, pelayan toko merasa senang karena kali ini kedua pelanggannya itu kini datang bersamaan lagi.
“Maaf, ada yang bisa saya bantu” tanya pelayan itu pada mereka
“Tunggu sebentar, saya tanya pada Pak Bos ini dulu, siap tahu dia ingin meilihkan baju untukku” ucap Arra, dengan senyum sumringah, mengolok kejadian dulu saat Reza memilih baju untuk Arra. Dan hasilnya tidak ada satupun yang sesuai dengannya.
“Aku tidak akan ikut campur” Reza mengangkat tangannya sebagai tanda menyerah, kemudian duduk di sebuah sofa yang di sediakan toko “Bak tolong bantu dia mencari beberapa baju” pinta Reza pada pelayan toko.
Pelayan itu tersenyum menanggai perkataan Reza, kemudian Mengajak Arra ke sisi toko untuk mencari baju.
Salagi memilih beberapa baju Arra pengajak pelayan toko berbicara.
“Bak masih ingat akau” Tanya Arra memulai percakpan karena sedari tadi dia memang dia penasaran melihat tatapan pelayaran itu pada dirinya dan Reza saat memasuki toko.
Pelayan itu mengangguk “Kalian adalah pasangan paling unuk yang pernah aku temui” jawabnya memamerkan senyum terbaik mengingat kejadian Arra yang selalu mengganti baju pilihan Reza karena tidak cocok.
“Meski begitu aku suka melihat interaksi kalian berdua” senyuman pelayan itu terlihat sangat tulus.
“Rahasiakan darinya kalau aku dulu pernah datang ke sini sendiri sambil menangis” Bisik Arra pelan, tidak mau Reza sampai mendengarnya.
Senyum tulus itu masih tidak lepas dari wajahnya “Dia juga pernah datang ke sini sendiri, selang beberapa hari setelah kamu datang” ucap Pelayan itu “Meski dia tidak menangis” sambungnya kemudian.
Arra mengalihkan pandangannya pada pelayan toko karena terkejut dengan perkataannya, seakan tak percaya dengan apa yang baru dia dengar “Benarkah, kenapa dia datag kesini” tanya Arra antusias
Pelayan itu manaikkan kedua pundaknya tidak tahu, sikapnya kini seperti sahabat buat Arra “Tidak tahu, mungkin sama sepertimu”
“Tidak mungkin” Arra tidak percaya, kembali memilih-milih pakaian. karena dia ingat jika Reza datang setelah beberapa hari kedatangannya, berarti itu saat dia sudah pergi ke luar negeri. dia yakin Reza yang terakhir kali dia temui masa itu bukanlah orang yang akan melakukan hal seperti datang ke butik ini.
“Kenapa tidak tanya sendiri biar lebih jelas” saran Pelayan toko, melihat Arra yang tidak percaya dengan ucapannya.
__ADS_1
Arra cepat menggelengkan kepalanya “Tidak, tidak, tidak, itu bencana untukku”
“Kalin balikan lagi, kalian kembali berpacaran” tanya pelayan toko penasaran.
Kali ini gelengan kepala Arra terlihat lemah “Sekarang kami hanya sebatas teman”
“Setidaknya kalian masih bisa bersama datang kemari” menghibur Arra
Arra tersenyum menanggapi, bertepatan matanya menemukan jaket bomber yang sedikit mirip dengan yang dikenakan Reza.
“Mau ini” tanya pelayan melihat arah pandang tatapan Arra.
“Iya, aku suka yang itu” jawabnya antusias
“Akan aku carikan Dress putih yang cocok denga jaket ini” meninggalkan Arra yang bingung dengan ucapan pelayan.
“Kenapa mencari dress” gumam Arra bingung
Tak berapa lama pelayan toko datang dengan membawa Dress putih di tangannya “Coba pakai ini”menyerahkan Dress dan jaket Bomber itu pada Arra.
Meski bingung Arra tetap menerima baju itu
Diruang ganti Arra mematut diri beberapa kali, saat dia memeriksa penampilannya dari atas ke bawah Arra baru menyadari bahwa baju yang dia kenakan saat ini hampir sama dengan yang Reza pakai.
Reza memakai jaket bomber coklat dengan dalaman tsert oversize putih. Sedangkan Arra jaket bomber coklat di padu dengan Dress putih. Perpadua baju meraka mirip. Seperti baju couple.
“Sekarang tidak hanya Mia yang pernah memakai baju couple, aku juga memakainya sekarang” Batin Arra senang dengan pikirannya sendiri.
"Kamu sudah memilih maju" tanya Reza yang datang menghampiri mereka
"Iya, sudah. bagaimana menurutmu penampilanku sekarang" tanya Arra berputar memamerkan baju pilihannya
"Kamu yakin mau pakai baju ini, apakah ini tidak terlalu simpel" komentar Reza
__ADS_1
"Jika baju ini di gabung dengan sepatu pilihanmu, aku yakin baju ini tidak akan sesimpel yang kamu lihat" Arra memberi Kode agar Reza yang memilih sepatu untuknya.