INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Pindah = Tetangga Lagi


__ADS_3

“Aku sudah di depan rumam” sebuah pesan dari Faki masuk ke ponsel Reza.


Melihat pesan itu, Reza yang sudah memakai pakaian training segera keluar rumah menemui Faki, tadi malam dia sudah berjanji dengan Faki akan olahraga bersama di community canter sport, tempat biasa mereka running.


“Yuk” ajak Faki meminta Reza segera menaiki mobilnya.


“Kau cepat juga datangnya, aku kira baru beberapa menit lagi kau baru sampai”.


“Jam se gini jalanan masih sepi” jawab Faki fokus menyetir mobil "Eh aku dengar, kemarin kau berangkar dengan Arra”.


“Kau tahu dari mana, Ka Zi!”


“Tidak, aku tahu dari Kiki”


“Kiki, dari mana Ki---“ ucapannya terhenti “Ah, pasti Arra yang memberi tahunya”


“Kenapa kau tidak memberi tahu yang sebenarnya”


“Dia sudah terlanjur berpikiran kalau aku jijik datang ke rumah Kiki, lagi pula akan aneh jika aku mengaku-ngaku sudah sering datang ke rumah Kiki”


“Setidaknya, Arra tidak akan salah paham padamu”


“Ahhh, aku tidak tahu, dari kemarin pikiranku kacau”


“Kalian sudah bertemu lagi”


“Belum, aku sibuk di kantor. Arra juga tidak menghubungiku, jika dia memberitahu Kiki, aku yakin Kiki sudah mengatakan yang sebenarnya. Tapi lihat, sampai sekarang dia tidak ada inisiatif untuk meminta maaf” terdengak kekesalan dari setiap intonasi yang Reza ucapkan.


Sekarang mereka sedang berlari mengelilingi lapangan, langkah demi langkah, keringat yang bercucuran, menjadi saksi bisu keluh kesah Reza pagi itu.


“Menurutmu apa yang harus aku lakukan sekarang” tanya Reza berlari kecil di samping Faki “Dulu dia yang mengejarku, jadi urusannya mudah, tapi sekarang aku tidak tahu dia masih punya perasaan padaku atau tidak. Jika aku maju mendekatinya, aku takut dia akan menganggapku sebagai pengganggu. Tapi jika aku diam, aku juga takut dia juga hanya diam”


“Apa yang kau pikirkan, hanya kau yang beranggapan bahwa orang yang mendekatimu sebagai pengganggu” ucap Faki sedikit kesal dengan perkataan Reza.


“Apa dia masih menyukaiku ?”


Faki terdiam, dia teringat pembicaraannya dengan Kiki kemarin. Ucapan Kiki yang mengatakan bahwa Arra sepertinya sudah melupakan perasaannya pada Reza. Fakta bahwa Arra ada di sini karena dia sudah benar-benar tidak menyukai Reza lagi.


“Kenapa kau tidak menjawab” Reza membuyarkan lamunan Faki.


‘Aku tidak tahu, tanya saja sendiri pada Arra”


“Teman yang tidak bisa diandalkan” celetuk Reza mempercepat langkahnya, meninggalkan Faki.

__ADS_1


Sekarang mereka sedang sarapan lontong sayur di kedai kaki lima pinggir lapangan, wajah Reza masih terlihat kusut membuar Faki sedikit jengah.


“Aku pikir, setelah Arra kembali aku tidak akan melihat wajah itu lagi, tapi ternyata kerutannya semaki parah” menekan kening Reza yang berkerut karena berpikir keras.


Reza memegangi dahinya yang disentuh Faki.


“Kau sudah tahu, hari ini Arra , Kiki dan Ibu akan mulai pindah ke rumah yang ada di sebelah rumahmu” tanya Faki untuk mencairkan suasana.


“Hahhh” helaan nafas Reza semakin berat ditambah dengan raut wajah yang semakin kecewa.


“Opsss, aku salah bicara” batin Faki yang menyadari ketidak tahuan Reza akan hal itu.


Kini Faki hanya terus menyantap makanannya tanpa mengatakan apapun, karena dia tidak ingin membuat wajah sahabatnya itu semakin berkerut, seperti jeruk purut.


Sarapan selesai, Faki berjalan ke arah mobil berniat untuk pulang. Berbeda dengan Reza yang berjalan berlawanan arah dengannya.


“Kau tidak pulang” tanya Faki heran.


“Aku masih ingin di sini sebentar lagi” berjalan ke bangku yang ada di dekat lapangan.


Faki mengurungkan niatnya pulang, dia mengikuti Reza yang duduk di bangku.


“Jangan terlalu dipikirkan, jalani saja seperti biasa, jangan terlalu tergebu-gebu. Aku tahu selama ini kau sangat merindukan Arra. Tapi sekarang Arra masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Jika kalian ditakdirkan untuk bersama, suatu saat kalian akan bersatu". Faki menepuk bahu Reza menenangkannya.


“Masih belum mau pulang” tanya Faki, melihat sahabatnya itu memejamkan mata.


“Tunggu sebentar lagi, aku masih ingin di sini. Sesampai di rumah, nanti aku hanya akan diganggu oleh Sarah” keluh Reza mengingat Sarah yang selalu menanyakan Arra padanya.


Setelah beberapa lama, akhirnya Reza beranjak dari duduknya diikuti oleh Faki. Mereka kembali pulang. Faki mengantar Reza kerumahnya.


“Apa itu” tanya Reza melihat mobil yang mengeluarkan, barang-barang di depan rumah Arra.


“sepertinya mereka sudah mulai pinda, ahhh, itu Ibu” Faki segera keluar dari mobil melihat Ibu Kiki yang baru muncul dari balik pagar.


“Ibu” sapa Faki setelah berada di dekat Ibu.


“Faki !” Ibu terkejur melihat kedatangan Faki.


“Sedang apa di sini”


“Bude” sapa Reza yang mengikuti Faki dari belakang, semakin membuat Ibu terkejut.


“Mengantar Reza” Jawab Faki menjawab pertanyaan Ibu.

__ADS_1


“Jadi benar, rumahmu ada di samping rumah Arra” tanya Ibu pada Reza.


Reza menunjuk rumahnya “Iya Bude, di sini”


“Bude pikir dulu kau hanya bercanda. Ternyata benar rumah kalian bersebelahan”


“Hai !” Kiki yang baru datang tak kalah terkejut melihat keberadaaan Reza dan Faki.


Faki tersenyum sumringah melihat kedatangan Kiki "Arra mana" tanya Faki kemudian.


" Di dalam, sedang sibuk mengurus lukisan-lukisannya"


“Nanti malam rencanya Ibu mau merayakan kepindahan kami, kalian berdua harus datang” Ibu mengingat sesuatu.


“Kami boleh ikut” tanya Faki.


“Tentu saja, semakin ramai akan semakin seru. Ajak Ibu dan Adikmu juga” ucap Ibu pada Reza “Jangan lupa, ajak Riki juga” sambung Ibu kemudian.


“Riki sepertinya tidak bisa ikut, hari ini tunangannya pulang” jawab Faki.


“Ooo, ya sudah. Tapi kalian harus datang” ucap Ibu seperti mengancam.


“Kami pasti datang”


Kemudian Faki pergi meninggalkan mereka. Reza yang hendak masuk ke dalam rumah dihentikan oleh Ibu.


“Jangan lupan, nanti malam ajak Ibu dan Adikmu datang kerumah, Ibu akan menunggunya. Kalau tidak datang Ibu sendiri yang akan datang ke rumahmu” Acuh Ibu menekankan ajakannya pada Reza.


“Iya Bu, aku dan keluargaku juga akan datang”


“Yasudah kalau gitu Ibu masuk dulu”


Reza tersenyum menanggapi.


“Kau tidak mau masuk” tanya Kiki yang melihat Reza akan berjalan kerumahnya.


“Nanti malam saja”


“Kalian masih belum bicara sampai sekarang ?”


“Belum ada kesempatan untuk bertemu”


“Alasan, kalian berdua sama saja” ucap Kiki tak bercaya dengan kedua temannya itu “Aku masuk dulu” lanjut Kiki meninggalkan Reza.

__ADS_1


Reza menatap rumah besar itu sesaat, memandanginya. Sedikit berharap akan keluar seseorang yang beberapa hari ini belum pernah dilihatnya. kembali melangkahkan kakinya menuju rumah sepeninggalan Kiki.


__ADS_2