INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Arra = Hilang


__ADS_3

"Kamu kenapa pergi, makanlah dulu sepuasnya baru meninggalkan meja makan"


"Aku tidak nafsu"


"Kerena perkataan teman-teman"


"Tidak"


"Terus kenapa"


"Sudah pergi sana makan, teman-teman menunggumu, terlalu sakit mendengar perkataan mereka"


"Maafkan aku"


"Aku bosan dengan semua kata maaf yang terus kau ucapkan, aku lelah dengan semua ini, aku lelah, tolong cepat akhiri semua ini, aku muak dengan sikapmu selama ini"


“Maafkan aku” ucap Arra kemudian meninggalkan Kiki


Arra pergi keluar hotel menuju tapi pantai yang di hiasi berbagai batu karang, matanya terus tertuju kedepan menatap lautan yang gelap, pikirannya melayang jauh, memikirkan kehidupannya yang sangat menyedihkan, tak ada kebahagiaan, hanya ada hinaan dan cacian, bahkan orang-orang yang di dekatnya kena imbas akibat nasibnya yang buruk. setelah beberapa lama dan hatinya mulai tenang ia pun berbalik menuju hotel akan tetapi kakinya menginjak tepi batu sehingga tubuhnya takseimbang dan terjatuh, Lututnya terbentur sangat keras dan kepalanya mendarat di batu besar sehingga Arra tak sadarkan diri

__ADS_1


Kiki yang kembali ke kamar tidak melihat Arra memutuskan untuk mencarinya, Kiki merasa panik karena tidak menemukan Arra di manapun, akhirnya ia memutuskan untuk melaporkannya pada pak Darwin


"Pak Arra hilang, saya sudah mencarinya kemana-mana"


"Benar kamu sudah mencarinya, bagaimana dia bisa hilang, bukankah biasanya kalian berdua selalu bersama"


"Tadi saat makan, kami sempat bicara setelah itu saya tidak melihatnya"


"Baiklah, katakan pada teman-teman yang lain untuk sama-sama mencari Arra"


"Baik pak"


Merekapun mulai mencari Arra ke penjuru pantai, sekian lama mencari akhirnya Arra ditemukan Anita, sedang tergeletak tak berdaya, Arra pun segera di bawa ke rumah sakit


‘’Tak seharusnya aku mengatakan hal bodoh itu, memang itulah yang seharusnya ia lakukan, kenapa aku malah mengeluh padanya, Ra bangunlah ,maafkan aku‘’ ucap Kiki lirih


Pintu di buka, tampak pak Darwin muncul dari balik pintu ‘’Bagai mana keadaannya‘’


"Arra belum sadar juga pak, kata dokter itu karena obat bius yang belum reda sebentar lagi dia juga sadar"

__ADS_1


"Syukurlah, kalau Arra baik-baik saja"


"Ki setelah arra siuman, pulanglah terlebih dahulu, itu lebih baik untuk Arra"


"Apa kita tidak tunggu saja sampai Arra benar-benar pulih pak, kalau secepat itu bisa-bisa keadaanya tambah parah"


"Percayalah, kamu sendiri tau bukan kalau Arra tidak selemah itu, dia anak yang kuat dia pasti bisa mengatasinya sendiri , 11 tahun bukanlah waktu yang lama, bapak percaya padanyakan"


Kiki mengerutkan kening mendengar perkataan dosennya itu, tapi pak Darwin hanya tersenyum menanggapi keheranan Kiki dan pergi meninggalkan Arra dan Kiki


Tak lama setelah kepergian pak Darwin, Arra siuman setelah mengamati sekelillingnya ia hanya pasrah terbaring di tempat tidur, Kiki yang keluar dari kamar mandi merasa senang melihat Arra yang sudah siuman


"Ra, kamu sudah siuman, maafkan aku, ini semua salahku tak seharusnya aku mengatakan hal itu padamu"


"Maaf ?, bukankah kamu sendiri yang mengatakan kalau kamu bosan mendengarkan kata-kata maaf, tapi kenapa sekarang kamu malah mengatakan kata maaf sudah lupakan saja, itu memang salahku lagipula itu semua terjadi kerna kakiku tergelincir jadi tidak ada sangkut pautnya denganmu


Kiki hanya diam mendengat perkataan Arra, ia tak menyela sedikit pun kemudian ia berkata’’ kita harus berkemas sekarang kata, pak Darwin setelah siuman kita akan pulang‘’


"Apa ....? pulang, bukankah seharusnya kita pulang besok , aku masih mau di sini"

__ADS_1


"Itu perintak Pak Darwin, jadi proteslah pada Pak Darwin jika kamu tidak setuju"


"Aish benar-benar dosen menyebalkan " gerutu Arra kesal"


__ADS_2