
Setelah kepergia Kiki, Arra segera menuju Fakultas Ekonomi, sesampai di lobby Arra bertemu dengan Faki
"Hai Ra, kamu sudah kekampus, bukankah kakimu masih sakit ?"
"Sudah sembuh ko, di mana Reza, seseorang menitipkan ini untuknya"
"Dia masih dia atas, kita tunggu saja di sini sebentar lagi Reza dan Riki akan turun, gomong-ngomong terimakasih ya lukisan bunganya"
"Gimana kamu suka kan, dia juga suka dan yang paling penting dia sangat penasaran itu dari siapa"
"Kamu tidak memberitahunya kan"
"Tidak, aku hanya menulis namamu di kelopak bunganya"
"Apa !” langsung membalik badannya menghadap Arra karena terkejut
"Secara apstrak ko, abstrak, ha...ha...ha..., wajahmu lucu juga seperti itu"
"Kamu mengagetkanku saja, aku tidak tau mau taro di mana wajah ini jika sampi dia tahu"
"Tidak usah khawatir aku tidak akan mengatakannya sampai kamu mengijinkan"
__ADS_1
Reza yang baru turun melihat keakrapan Faki dan Arra, terlihat dari wajahnya kalau ia cemburu dan dia langsung memanggil Faki tanpa melihat Arra
"Si brengsek ini" gerutu Arra dalam hati mengikuti Faki dari belakang
"Reza berhenti sebentar, Arra mau bicara denganmu" menarik tangan Arra
Sekilas Reza melihat tangan Faki yang memegang lengan Arra dengan sinis, kemudian ia mengatakan “Ada apa lagi sekarang"
"Jasmin menitipkan ini untukmu, kuharap kau datang" menyodorka surat Jasmin
"Hei_ apa kau mengenal Jasmin, wah, hebat sekali, apa karena ini kemarin kau sangat marah “ ucap Riki yang sedari tadi diam
"Dulu kami pernah saru kelas, tidak ada sangkut pautnya dengan cowok ini, aku pergi dan kamu datanglah agar tidak ada penyesalan”
"Ok"
Reza berjalan menuju taman, dan mulai membaca surat Jasmin
*Dear Reza
Maaf telah menggaggu waktu tenangmu, tapi aku sangat ingin mengatakan sesuatu padamu.
__ADS_1
Setelah mendengar pertakatan Arra aku menyadari, aku benar-benar telah menyakiti hatimu. Pikiran rendahanku telah menghancurkan kebahagiaanmu, maafkan aku.
Hanya beribu maaf yang dapat aku berikan untuk yang terakhirkalinya padamu, karena besok aku akan pergi dan aku tidak tahu aku dapat kembali atau tidak, kuharap kamu bisa datang.
Dan satu lagi, aku sangat berharap kau bisa bersama Arra, dia orang yang baik, lebih baik dariku, hati dan pikirannya selalu menenangkanku, walau dulu aku tidak dekat dengannya tapi setelah beberapa hari bersamanya, aku menemukan ketulusan hatinya.
Aku yakin kau kenal dengannya, karena dia sudah terkenal seantero kampus karena selalu terlambat. Mungkin juga kamu termasuk korbannya, jangan lihat luarnya saja lihatlah dalam hatinya kamu akan menemukan keistimewaan itu, keistimewaan yang tidak bisa dipercaya.
Baiklah aku akan menunggumu besok sampai jumpa*.
Reza hanya bisa menatap langit, setelah membaca surat Jasmin, dia hanya dapat terduduk hingga Faki memanggilnya
"Reza ayo masuk, kita ada mata kuliah sekarang"
"Duluan saja, sepertinya aku tidak masuk"
"Baiklah aku mengerti"
Tak berapa lama Reza melihat Arra dan Kiki menuju taman di depannya, Arra yang tertatih menenteng kanvas dan peralatan lukisnya berjalan sembil bercengrama dengan Kiki.
Tiba-tiba langkah Arra terhenti dan kemudian Arra menghempaskan semua barang bawaannya dan berlari entak kemana
__ADS_1
"Ra, Arra kamu mau ke mana" Terdengar teriakan Kiki
Tidak ada respon dari Arra, ia terus berlari menuju Fakultas Ekonomi