
Arra berada di rumah sakit selama satu minggu, dan selama itu pula Reza dan Arra tidak pernah berhubungan, karena ponsel Arra berada di tangan Arul, setelah sampai di rumah Arra hanya beristirahat. Sejak kejadian itu Mama sudah tidak pernah lagi berbicara dengan Arra. Sedangkan Arul terus menjaga Arra hingga pulih.
Tadi siang Arul memberikan kembali ponsel Arra dan disana ia melihat banyak panggilan tak terjawab dari Reza dan puluhan sms. Setelah mempertimbangkannya Arra menghubungi Reza.
"Hai apa kabar" ucap Arra setelah penggilan diterima
"Ada apa denganmu, kenapa seminggu ini aku tidak bisa menghubungimu dan kamu tidak pernah ke kampus" ucap Reza sedikit kesal
"Aku sakit"
"Sakit !, Sakit apa” tanya Reza khawatir, "Kenapa kau tidak memberi tahuku, sekarang bagai mana keadaanmu, dimana kamu sekarang, aku akan ke sana"
"Maaf aku tidak memberimu kabar, sekarang aku sudah baik-baik saja, tidak usah datang kemari, aku sudah dirumah sekarang, besok kita bisa bertemu"
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja"
"Apa kau mangkhawatirkanku"
"Tentusaja aku khawatir, kamu tidak bisa dihubungi selam satu minggu, tidak ada kabar sedikitpun"
"Aku merindukanmu"
"Aku juga sangat merindukanmu" balas Reza
"Benarkah kamu merindukanku juga, wahh aku sangat bahagia mendengarnya, tidak sabar menunggu matahari terbit “ ucap Arra tertawa senang
"Beristirahatlah sekarang, sampai jumpa besok" ucap Reza
"Aku masih mau merbicara dengamu"
__ADS_1
"Tapi ini sudah larut malan, kamu harus tidur"
"Baiklah, sampai jumpa besok, mimpikan aku dalam tidurmu" ucap Arra tersenyum bahagia
"Tentu saja" jawab Reza "selamat tidur"
Setelah ponsel dimatikan, Reza tidak henti-hentinya tersenyum, memikirkan perbincangannya dengan Arra tadi membuat hatinya berbunga. Tidak berbeda dengan Reza, Arra juga sedang berguling-guling kesenagan di tempat tidurnya.
"Tentu saja, dia mengatakan tentu saja akan memimpikanku, wahhh hatiku benar-benar senang mendengarnya" ucap Arra tak karuan, sambil berguling-guling hingga ia terjatuh dari tempat tidur.
"Aduh” Arra meringis sekilas kemudian tersenyum kembali.
Merasa tenggorokannya kering, Arra memutuskan kedapur untuk mengambil minum, saat ingin kembali ke kamar, Arra mendengan Mama sedang berbicara dengan seseorang di telepon
"Apakah menurutmu ini mudah buat Mama, saat itu aku masih muda, tapi harus mengurus dua anak, menyaksikan Anakku diabaikan oleh keluarga, apa menurumu itu mudah buatku. Kelian berdua telah menghancurkan hidupku, jika kalian tak ada, mungkin sekarang aku akan bahagia dengan orang yang kucintai. Kau dan Arra telah menghancurkan impianku, kau dan Arra telam merenggut kebahagianku"
Mama yang mendengar gelas pecah langsung tersentak, ia menghampiri Arra yang terduduk lemas. Mama hanya memandangi Arra yang menangis tersedu-sedu tanpa menjelaskan apapun
Berlahan Arra mulai berdiri, menatap Mama dengan sendu kemudian mulutnya berlahan mulai bergetar bertanya pada sang Mama "Ma, apakah yang aku dengan itu benar, sungguh aku bukan anak kandung Mama, apakan ini sebabnya Mama sangat membenciku, inikah alasan Mama selau menyiksakau"
Mama hanya diam tak bergeming, ia hanya mamandangi Arra, dengan tatapan yang sulit diartikan
"Jawab ma, jawab Arra" teriak Arra prustasi
"Kau sudah mendengarnya sendiri, jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi padamu" ucap Mama kemudian meninggalkan Arra
Arra tergopoh-gopoh berjalan manaiki tangga, air mata terus mangalir di pipinya, sesampai dikamar ia hanya duduk diranjang manatap kegelapan di balik jendela, pikirannya malayang entak kemana, hatinya berkecamuk tak karuan. Hingga matahari terbit Arra masih memikirkan semua yang terjadi dalam hidupnya selama ini. Dan pada akhirnya Arra memutuskan
"Ka jemput aku sekarang" ucap Arra menghunbungi Zi
__ADS_1
Kemudian Arra segera memebersihan dirinya, memillih baju terbaik berdandan menunggu Zi menjemputnya, tak berapa lama Zi telah sampai kerumah, diruang tamu Arul dan Zi sedang berbincang, mereka langsung menatap Arra yang menghampiri mereka
"Ada apa, kenapa kamu tiba-tiba meminta Kakak untuk menjemputmu" tannya Zi masih heran
"Aku sudah tau semuanya, aku tidak mau disini lagi, bawa akau Ka, bawa aku menjauh dari rumah ini"
Mendengarkan hal itu Zi langsung menenangkan Arra "Iya Kakak akan membawamu, kita pegi dari sini, sudah jangan menagis lagi"
"Kakak pergi dulu ya, jaga Mama “ ucap Zi pamit pada Arul
Arul hanya terdiam melihat kepergian Zi dan Arra
Zi membawa Arra ke apertemannya, disana Zi hanya memebiarkan Arra beristirahat
"Beristirahatlah di kamar, kalau ada perlu panggil saja Kakak” ucap Zi kemudian menutup pintu kamar
Didalam kamar, Arra hanya duduk termenung kemudian ia merai ponsel, lalu memencet nomor Kiki
"Ki, sepertinya sudah waktunya keinginanmu akan terwujut"
"Apa maksutmu” tanya Kiki bingung
"Jangan terkejut melihatku nanti, tetaplah disampingku seperti selama ini" ucap Arra lirih
"Maksutmu apa, aku tidak mengerti" tanya Kiki masih bingung
"Sampai jumpa nanti, aku akan menjelaskannya saat kita bertemu
"Baiklah" ucap Kiki ragu dan bingung
__ADS_1