INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Store = Foto


__ADS_3

Di tempat lain, mobil yang ditumpangi Reza sedang melaju ke sebuah plaza store yang ke dua mereka kunjungi. Disebelahnya ada Mia yang merupakan sekretaris Reza, sedang memeriksa tab di tangannya. Tak jauh berbeda dengan Mia, Reza juga sedang sibuk memeriksa leporan bulanan dari plaza store yang akan mereka tuju.


“Sepertinya tempat ini lebih banyak penjualan dari pada store sebelumnya” Komentar Reza terus memeriksa laporan.


“Itu benar, letak plaza store yang berada di pusat kota dan juga karena plaza ini sering di datangi kelas menengah ke atas. Sehingga produk kita yang tergolong mahal lebih memungkinkan terjual” Jelas Mia memberi tahu atasannya itu.


Reza tampak mengerti dan kembali memeriksa berkas dengan teliti.


Sesampai di depan plaza, Reza dan Mia turun dari mobil. Sedangkan supir yang mengantar mereka membawa mobil ke tempat parkir.


“Kita makan dulu” ucap Mia menghentikan langkah Reza yang mulai menjauh darinya.


“sudah hampir jam dua, kita harus makan” Mia menarika atasannya itu ke sebuh restoran yang mulai sepi karena waktu makan siang sudah lewat.


Dengan sedikit berat hati Reza mengikuti Mia. Dia mngakui meskipun Mia sering mengganggu dan menggodanya tapi pada saat bekerja dia adalah orang yang profesional. Mia memeliki perinsip tidak akan mencampur aduk masalah pribadi dengan masalah kantor.


Di restoran mereka memesan makanan, tak berapa lama makananpun datang. Mia mempersiapkan ponselnya untuk memotret makanan mereka yang telah terhidang di meja.


“Tunggu sebenata” menghentikan Reza yang ingin menyantap makanannya “Saya mau posting ini ke instagram” mengambil posisi dan angel yang pas, sehingga dirinya dan Reza tampak di leyar ponsel. Tak lupa Mia juga mengangkat minuman dan pura-pura hendak meminumnya.


Setelah acara potret memotret selesai. Mereka berdua akhirnya menyantap makanan.


Usai makan mereka menuju story, disana sedang ada dua pelanggan yang sedang melihat-lihat produk sepatu mereka.


Reza segera menuju meja belakan kasir, sedangkan Mia menghampiri salah satu pelanggan dan melayaninya. Kelihaian Mia berbicara mampu menarik pelanggan untuk membeli sepatu yang disarankan Mia. Meski sepatu itu lebih mahal daripada sepatu sebelumnya.


Setelah para pelanggan selesai membeli, Mia langsung memeriksa tata letak setiap produk, di belakangnya karyawan penjaga toko ikut memperhatikan.


“Mana produk baru kita bulan ini” tanya Mia pada menajer store yang ada di sampingnya.


“Di sebelah sini Bu” ucap menajer menunjukkan sebuah sepatu yang terletak di tengah bagian atas yang terlihat sedikit menonjol.

__ADS_1


Mia mendorong sepatu itu kedepan sehingga keluar dari barisan sepatu yang lain, hal itu dia lakukan agar new product mereka lebih menonjol dari yang lain. Tapi terlihat dari raut wajah Mia bahwa dia belum puas dengan hal itu.


“Ambilkan stand kaca mini untukku” pinta Mia


Salah seorang karyawan langsung berlari menuju sebuah ruangan kecil yang terletak dibelakan store. Kemudian keluar dengan membawa sebuah stad kaca kotak dan memberikannya pada Mia.


Mia menerima stad itu dengan senang. Kemudian meletakkan sepatu dia tas stand di tempat semula. Dan kali ini sepatu New product mereka lebih menonjol dan hal itu membuatnya lebih mewah dan anggun sehingga akan menarik perhatian setiap yang melihatnya.


“Untuk selanjutnya, kalian bisa melakukan hal seperti ini pada setiap new product atau produk yang sedang promosi” jelas Mia setelah puas dengan apa yang dia lakukan.


Kemudian Mia juga mengarahkan mereka bagaiman menarik pelanggan dan menawarkan produk terbaik untuk setiap pelanggan.


“Ingat setiap pelanggan memiliki karakter sepatu yang berbeda-benada” pungkas Mia


Disaat Mia sedang asik berbicara, seorang pelanggan memasuki store dan melihat produk mereka. Mia segera mendekati pelanggan itu.


“Ada yang bisa saya bantu” tanya Mai


“Kalu boleh tahu sepatu jenis apa yang ingin anda beli”


“Aku ingin membelinya pansus, tapi aku tidak tahu jenis pansus yang bagus”


“Saya akn bantu carikan, anda bisa tunggu sebentar disini” menyarankan pelanggan untuk duduk di sebuah kursi yang disediakan store. Sedangkan Mia sedang mencari beberapa sepatu pansus yang ada di toko.


Mia kembali dengan tiga sepatu di tangannya “Bagaimana dengan sepatu-sepatu ini” menyerahkan sepatu itu agar pelangkan bisa melihat dan meriksa setiap sepatu.


Senyum pelanggan mengembang melihat sepatu-sepatu itu, tampak dari raut wajahnya bahwa temannya akan senang jika menerima sepatu seperti itu. Namun raut wajah itu berubah menjadi ragu-ragu.


“Kenapa” tanya Mai heran “Apakah sepatu-sepatu ini kurang bagus”


Pelanggan itu cepat menggeleng “Bukan begitu, hanya saja kata orang biasanya jika kita memrikan sepatu pada orang lain maka orang itu akan berlari menjaugimu. Dia sahabatku satu-satunya. Aku tak ingin kehilangan dia"

__ADS_1


“Setiap sepatu, di buat setiap pengerajin dengan harapan agar sepatu itu dapat membawa sipemilik ket empat yang lebih baik. Jika memang orang yang memakai sepatu yang kau beri menjauh, berarti kau bukan yang terbaik untuknya. Yakinlah bahwa sepatu ini akan membawa temanmu ketempat yang baik. Dan aku yakin kamu adalah orang yang baik sehingga dia tidak akan pergi meninggalkanmu.


Pelanggan itu tersenyum mendengarnya, kemudian meraih sebuah sepatu yang sedari tadi memang sudah terus diliriknya “Aku mau yang ini dengan ukuran 38”


“Baik akan saya carikan” ucap Mia kemudian membungkus sepatu sesuai pesanan pelanggan.


“Terimakasih” ucap pelanggan meraik bungkusan sepatu.


“Semoga anda puas, datang kembali” sapa Mia menghantar kepergian pelanggan.


“Sudah selesai” tanya Reza yang kini sudah berdiri di belakan Mia. Reza dari tadi memperhatikan interaksi Mia dengan para pelanggan.


“Sudah, kita bisa ke tempat selanjutnya sekarang”


Sebelum benar-benar meninggalkan Store, Mia senpat memberikan wejangan pada Karyawan kemudian perki meninggalkan Pleza store ke store berikutnya .


Dikantor Zi, Arra dengan lahap menyantap makanan cepat saji, hingga tidak pemperhatikan sekitar, tidak memperhatikan Faki yang terlihat bosan.


“Sebenarnya Ka Zi mengajakku ke sini buat apa” tanya Faki melihat Kakak beradik itu asik dengan kegiatan mereka masing-masing.


“Kau ladeni dia, aku sedang sibuk, dia menggagu terus dari tadi” ucap Zi , menunjuk Arra yang terus melahap makannya.


Faki menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Faki meraih ponsel di sakunya kemudian membuka akun instagram untuk menghilangkan kejenuhannya.


"Wah, dia memang pantang menyerah” komentaf Faki pada sebuah foto.


“Apa yang kau lihat” tanya Arra mendengar perkataan Faki, kemudian merampas ponsel itu.


Mimik wajah Arra seketika berubah, mimik yang sulit untuk di artikan. Setelah melihat foto itu Arra mengenbalikan ponsel Faki.

__ADS_1


Foto yang baru mereka lihat adalah Foto yang di unggah Mia saat dia dan Reza makan siang dengan caption #makan siang bareng si Dia


__ADS_2