
Di rumah Arra, Kiki dan Ibu sedang menyaksikan acara talk show di TV, sesekali mereka tertawa karena kelucuan aksi pewara.
Ibu terlihat menikmati acara itu, begitu juga dengan Kiki. Tapi berbeda dengan Arra yang sedari tadi terlihat gelisah. Dari tadi dia terus bergerak mencari posisi yang pas untuk merasa nyaman. Hingga membuat Kiki yang duduk disampingnya merasa terganggu
“Kamu kenapaa sih, dari tadi gerak-gerak nggak jelas” Kiki menatap Arra kesal
“Tidak ada, sudah sana, kamu nonton TV saja” ucap Arra, diam tidak bergerak lagi.
Melihat Arra yang sudah diam, Kiki kembali menonton , sedangkan Ibu hanya memperhatikan mereka sekilas.
Tak berapa lama, Arra kembali menggerakkan tubuhnya, seringkali menggelengkan kepalanya seakan sedang menyingkirkan apa yang sedang di pikirkan. Kemudian terdiam melamun memikirkan sesuatu, lalu bergerak lagi, begitu terus berulang kali.
“Arra” tegur Kiki karena benar-benar merasa tergangu dengan kelakukan Arra “kenapa sih, kamu lagi mikirin apa”
“Tidak ada” ucap Arra, kemudian mata Arra menangkap ponsel Kiki yang terletak di atas meja “ Aku pinjam ponselmu sebentar”
meraih Ponsel Kiki, kemudian menjauh dari Kiki dan Ibu.
Kiki hanya menghela napas berat melihat kelakuan temannya itu.
Arra yang sudah mendapatkan ponsel Kiki segera membuka akun instagram kemudian mencari akun seseorang yang tadi sempat dia lihat di ponsel Faki.
"Lebih baik mencari akun IG Mia dari pada Reza, aku yakin lelaki dingin itu tidak punya akun IG" komentar Arra mulai mengetik.
“@amia putri” mucul beberapa nama, kemudian Arra mengklik nama yang paling atas dengan foto orang yang baru dia kenal beberapa hari ini.
Tampaklah di sana beberapa foto termasuk foto Mia dan Reza yang tadi siang di perlihatkan Faki.
“Katanya dia tidak suka dengan Mia, tapi di sini mereka terlihat dekat. Mereka juga makan siang bersama, tidak seperti aku yang makan siang sendirian di kantor ka Zi” Komentar Arra masih terus menatap Foto itu.
Arra kemudian menggeser layar kebawah, melihat beberapa foto yang pernah di posting Mia. Berbagai ekspresi dan komentar Arra tunjukkan di setiap Foto.
“Mia tampak cantik di sini”
Arra tersenyum melihat foto Mia yang tersenyum dengan wajah yang dilumuri tepung.
“Lucu sekali” komentar Arra pada foto Mia dengan anak kecil yang sepertinya adalah Adik Mia, kerena beberapa foto anak itu selalu ada bersama Mia.
__ADS_1
“Cantik sekali, dia sangat berbeda denganku” kembali Arra berkomentar pada Foto close up Mia yang memperlihatkan gestur wajah Mia yang begitu sempurna.
Geseran tangan Arra terhenti pada sebuah foto. Di sana terliah Mia yang merangkul Reza, mereka berdua memaki baju yang sama dengan Logo perusahaan Reza tertera di baju itu. Hashtag foto itu adalah #baju couple pertama kami. Di foto ini Arra lama memandanginya, dia tahu baju itu adalah baju perusahaan, tapi entah kenapa hatinya terasa gaduh tidak tenang.
Beberapa kali Arra menemukan Foto kebersamaan Mia dan Reza dan akhirnya Arra mematikan ponsel karena merasa kesal sendiri dengan apa yang dia lihat.
“Apa yang sedang kulakukan,terserah meraka mau melakukan apa, itu bukan urusanku, aku tidak ada hubungannya dengan mereka” ucap Arra, sambil menatap ponsel Kiki nanar, seakan mengisyaratkan ingin mengenyahkan ponsel itu dari hadapannya sekarang juga.
“Ahhh” Arra memegang kepalanya kesal “Tapi kenapa dia harus mengumbar kemesraan mereka di media sosial, ingin memamerkan pada seluruh dunia kedekatan mereka !,” mendorong ponsel Kiki semakin menjauh “Bikin kesal saja”
Disaat Arra sibuk mengoceh tidak jelas, terdengar panggilan Kiki yang tidak jauh darinya.
“Ra, ada pesan masuk dari Reza” seru Kiki meninggikan suaranya agar terdengar oleh Arra.
Wajah Arra semakin mengerut mendengar ucapan Kiki “Kenapa dia mengirim pesan, dia juga ingin pamer kalau sekarang memiliki cewek yang lebih cantik dariku” gerutu Arra dalam hati sembari berjalan mendekati Kiki, kemudian meraih ponsel yang terletak di atas kursi yang tadi dia duduki.
Masih dengan wajah kesala, Arra membuka pesan Reza kemudian membacanya “Kamu ada kegiatan besok” tulis Reza di pesannya.
“kenapa, mau mengejekku yang tidak memiliki kegiatan apa-apa” kembali Arra menggerutu dalam hatinya. Tapi dalam pesan yang di balas oleh Arra hanya ada kalimat “Tidak, kenapa?”.
“Kemana” seketika suasana hati Arra berubah
“Besok kamu juga akan tahu, besok aku tunggu di depan rumahmu”
“Mmm, baiklah”
“Eh, aku beritahu satu hal, besok jangan memakai high hills kalau tidak ingin membuatku repot”
“Aku tidak pernah memakai High hills”
“Benarkah, kenapa, bukankah semua wanita suka memakainya. kerena high hills juga dapat membuat kaki wanita lebih ramping dan indah”
“Pengusaha sepatu sedang promosi” tulis Arra dengan emoji tertawa senang “Aku hanya tidak suka, sedikit pegal jika memakainya terlalu lama” balas Arra kemudian
“Benar juga, aku tidak pernah melihatmu memakai Hihg hills. Apalagi selama perjalananmu tiga tahun ini. kamu pasti memakai sepatu sejenis sepatu hiking atau active footwear dan lebih sering memakai sneakers. benar kan !” balas Reza
“yap, kamu benar, dan aku memang lebih nyaman memakai sepatu seperti itu”
__ADS_1
“Yang terpenting memang kenyamanan”
“Jadi besok aku boleh mamakai apa saja, asal aku nyaman ?”
“Ha, ha, ha, ha, terserah kamu saja, asal jangan sepatu Hihg hills seperti yang akau katakan” tawa Reza dalam pesannya.
“Ok”
Reza membalas pesan Arra dengan emoji tertawa juga “Ok, ya, sudah. Sampai ketemu besok”
“Iya”
Arra tersenyum senang melihat ponselnya, senyumnya semakin melebar mengingat wajah Reza. Saat mata Arra tak sengaja melihat ponsel Kiki senyumannya langsung menghilangkan digantikan dengan wajah kesal.
“Kenapa kau menatap ponselku seperti itu tanya Kiki yang sempat melihat perubahan wajah Arra
“Tidak, tidak ada” ucap Arra kemudian memperbaiki posisi duduknya dan ikut menyaksikan acara TV.
Kiki mendekat pada Arra “Reza mengirim pesan apa” tanya Kiki pelan tepat di telinga Arra.
Arra sedikit terkejut menyadari wajah Kiki yang begiti dekat “Ssssut, lagi seru nih”menyuruh Kiki untuk diam.
“Aku penasaran” Kiki tidak menyerah.
Arra menata Kiki sekilas kemudian mengatakan “Reza ngajak jalan-jalan besok”
“Reza ngajak kencan”
“Ihhh” memukul pundak Kiki, terkejut dengan ucapan sahabatnya itu “Jangan ngaco”
Kiki hanya tersenum memegangi pundaknya, tidak merasa bersalah sedikit pun atas apa yang baru dia ucapkan.
“Jangan senyum-senyum” kembali Arra memukul pundak Kiki, saat melihat sahabatnya itu terus tersenyum jahil padanya.
“Aku tersenyum karena acaranya lucu kok” balas Kiki seolah-olah dia tersenyum karena Pewara yang sedang memamerkan aksi lucunya.
Arra menatap Kiki sinis bercampur kesal, kemudian ikut menonton TV, mencoba mengalihkan kekesalannya pada Kiki.
__ADS_1