INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Arra VS Bayangan


__ADS_3

Mobil BMW mewah malaju membawa Zi dan Arra menuju kampus. Tadi Arra memutuskan untuk masuk kampus dan meminta zi untuk mengantarnya, sesampai di kampus puluhan pasang mata menatapnya, selain mobil mewah yang melintasi jalan kampus, pakain serta penampilan Arra menari perhatian penduduk kampus. Kiki yang baru datang terpaku dia atas motornya


Arra yang melihat Kiki langsung memanggilnya, kemudian pamitan kepada Zi


"Apa yang terjadi, apa semua ini, apakah aku sedang bermimpi sekarang" tanya Kiki masih tak percaya


"Bukankah ini yang kamu inginkan"


"Ia, tapi ini terlalu mengejutkan, apa yang terjadi, apakah kamu sudah keluar dari istana itu"


"Mmmmm, aku bersama ka Zi sekarang", ucap Arra sambil bejalan menuju kelas mereka


"Apa yang terjadi, bukankah kamu selalu menolak untuk keluar dari rumah itu"


Arra tidak menjawab, ia hanya menatap kedepan tanpa memperdulikan pasang mata yang memperhatikannya


Pagi itu, Arra menjadi topik hangat dikampus, berbagai spekulasi dilontarkan. ada yang mengatakan dia menang lotre, penipu orang kaya, hinga menikah dengan konglo merat tua. Namun tak bisa dipungkiri mereka kagum dengan perubahan Arra


Berita itu tentu saja sampai ketelinga Reza, ia hanya terdiam mendengar ocehan Riki


"Wahh ada apa ini, apakah ini yang mereka sembunyukan selama ini, tapi bagaimana mungkin dengan rumah kumuh seperti itu bisa diantar dengan mobil mewah seperti itu, bahkan baju lusuhnya kini telah berubah menjadi gaun yang indah"


Sedangkan Faki masih tidak mengerti apa yang terjadi


Setelah perkuliahan selesai, Reza menghampiri Faki

__ADS_1


"Kau tahu sesuatu kan, ada apa ini sebenarnya, kenapa Arra bisa berubah seperti ini" tanya Reza bingung


"Sebenarnya itu tidak mengherankan, tapi aku tidak menyangkan dia akan menunjukkannya sekarang" jawan Faki tak kalah bingung dengan Reza


"Apa maksutmu"


"Rumah mewah yang menjadi tetanggamu saat ini adalah rumah Arra" jawab Faki


"Apa ?, kau jangan bercanda" ucap Reza masih tak percaya kemudian pikirannya mulai melayang, tetangganya yang bernama Lutfia El-Arra, kuliah di UNH Jurusan Seni, pertemuan di toko buku dan juga Sarah yang bertemu dengan ka Fianya, belanjaan yang tak dibayar, ganti rugi lukisan, Arra yang mengikutinya, serta kencan mereka, semua itu membuat Reza tersadar


"Dia menyembuyikannya selama ini" ucap Reza pada akhirnya


"Ya, dia menyembunyikannya"


Reza memikirkan semua hinagan yang telah ia lontarkan pada Arra selama ini, kapalanya semakin pusing memikirkan semuanya, kemudian ia menghunbungi Arra


"Apa yang terjadi, apa samua ini, selama satu minggu kita tidak bertemu tapi sekarang kamu berubah seperti ini" tanya Reza pada akahirnya


"Inilah aku yang sebenarnya, yang kau lihat selama ini hanya bayangku" jawab Arra


"Kenapa kau tidak pernah memberi tahukannya padaku"


"Apa itu penting" balas Arra


"Kau anggap apa aku sebenarnya, apakah aku tidak ada artinya buatmu, aku merasa tidak mengenalmu sedikitpun, kau seperti orang asing dimataku sekarang"

__ADS_1


"Bukankah seharusnya kau senang, aku tidak akan membuatmu malu lagi, tidak akan mengusik matamu lagi dengan penampilanku" jawab Arra santai, mengulang perkataan yang pernah Reza lontarkan


"Aku, aku, ahhhh" semakin bingung "Ada apa dengamu sebenarnya, kemana Arra yang kukenal"


"Sudah kukatakan dia hanya bayangan"


Reza menatap Arra intens "Apakah perkataannya selama ini juga bayangan" ucap Reza pada akhirnya


Arra terdiam mendengar perkataan Reza


"Apakah perasaannya padaku juga bayangan, tidak adakah arti perasaanku ini sekarang" lanjut Reza terus menatap Arra


"Sepertinya begitu, semua hanya bayangan"


Reza memegangi kepalanya yang terasa pusing, setelah berpikir beberapa saat "Baiklah kalau itu yang kamu inginkan” ucap Reza kemudian pergi meninggalkan Arra


Setelah keperkian Reza, Arra langsung menumpahkan air mata yang ditahannya sejak tadi, hatinya terasa sakin menerima kenyataan yang telah ia pilih. Hatinya terasa dihujam dengan benda tumpul berkali-kali


Sekarang Arra sedang berada di butik tempat ia dan Reza memilih baju saat kencan mereka, beberapa baju yang dulu dipilihkan Reza untukknya ia pakai kempabali


"Bagai mana menurutmu dengan ini" tanya Arra pada pelayan butik


Pelayan hanya tersenyum


"Sepertinya tidak cocok, warnanya terlalu cerah jika di pakai untuk hari ini, kalau yang ini terlalu besar, ini membuatku terlihat gemuk , dan yang ini adalah model yang tidak dia suka" jawab Arra pada pakaian yang ada di tangannya

__ADS_1


Kemudian Arra pegi ketempat dia dan Reza membeli sepatu dan disana ia memilih haigh hilsh yang disarankan Reza, kemudian menuju salon, ia meminta rambutnya untuk dibuat gelombang diurai sesua keinginan Reza waktu itu. Kemudian dia menuju restoran dan memilih menu yang sama saat dia dan Reza di sana dan terakhir dia menuju taman pasangan di depan pancuran air Arra kembali meneteskan air mata.


***


__ADS_2