INI HANYA BAYANGKU

INI HANYA BAYANGKU
Arra di Kampus VS Arra di Rumah


__ADS_3

Faki menyadari Arra yang tertinggal di belakangnya bertanya ‘’ada apa ?"


"Tidak, Ayahku sudah meninggal, Kakakku pergi meninggalkan rumah 8 tahun yang lalu" ucap Arra sedih mengingat Ayah dan Kakak yang di cintainya


"Maaf, aku jadi membuatmu mengingat kenangan yang menyakitkan untukmu"


"Tidak apa, kau mau minum apa"


"Tidak usah repot, lagi pula kakimu masih sakit, duduk saja"


"Tidak masalah" berjalan menuju dapur


Tak berapa lama Kiki datang kerumah Arra ‘’Arra lihat aku bawa apa untukkamu’’ ucap Kiki senang memasuki rumah Arra, akan tetapi saat ia melihat Faki ia langsunng terdiam


"Kanapa dia bisa ada di sini ?" tanya Kiki pada Arra


"Aku menjenguk Arra" jawab Faki menanggapi perkataan Kiki


"Kiki !, wah bagus sekali, ini untukku" Arra menerima lukisan pemberian Kiki


"Ra, dia tau ini rumahmu"


"Iya, kan dia yang mengantarku kerumah, jangan khawatir dia tidak akan memberi tahukannya pada siapapu, kalau sampai dia melakukannnya, ini akan mendarat di wajahnya" menunjukkan kepalan tangan


Kiki melihat Faki sejenak, setelah puas menyelidiki Faki, Kiki kemudian menuju kamar Arra ‘’lukisannya aku taruk di kamarmu"


Arra tersenyum tipis kemudian melihat Faki yang sedang menatap Kiki


"Faki ayo di minum"

__ADS_1


"O, ya" sedikit tergagap mendengar panggilan Arra


Saat Kiki keluar dari kamar Arra ‘’Kapan Mamamu pulang" berjalan manuju dapur


"Nanti malam"


"Kalau begitu aku tidak akan bisa menjagamu, eh ada makanan apa saja di dapur, aku lapar bangat ini"


"Jadi kamu datang ke rumahku cuma mau makan, bukan untuk menjengukku"


"Sekalian "ucap Kiki, mengambil cake, jus jeruk, buah dan beberapa makanan ringan, Kiki membawanya ke ruang tamu


Faki sedikit bingung melihat kalakuan Kiki yang seenaknya di rumah Arra


"Ini makan lah, kamu juga pasti belum makan" ‘ucap Kiki meletakkan makanan yang di bawanya di meja


"Sudah lebih baik"


"Kalian bertaman sudah berapa lama" tanya Faki kemudian "Sepertinya kalian sangat dekat"


"Sekitar 5 tahun, aku juga tau rumah Arra sama sepertimu, saat Arra terjatuh dari sepeda dan aku mengantarnya ke rumah ini, itu pertama kali aku mengenal kahidupan Arra yang sesungguhnya"


"Maaf aku ke belakang sebentar" ucap Arra, meninggalkan Kiki dan Faki


"Memang kehidupan Arra seperti apa?"


"Seperti yang kamu lihat sekarang, dia terlihat bahagiakan di rumah mewah seperti ini"


"Terus kenapa di sering sekali terlambat ke kampus"

__ADS_1


"Itu dia, kebahagiaan yang kau lihat ini hanya bayangan untuk menutupi penderitaannya selama ini, dia yang membersihkan rumah besar ini sendiri sampai larut malam"


"Kamu bercanda, mana mungkin dia melakukan itu semua"


"Siapa lagi kalau bukan dia, bukankah kamu sudah melihat bahwa di rumah ini tudak ada satupun pembantu"


Faki melihat sekitar, ia baru menyadari bahwa sedari tadi tidak ada satupun pembantu di rumah besar yang ia kunjungi


"Bukankah baju yang Arra kenakan sekarang lebih bagus, modis, mewah dari pada baju yang dia kenakan ke kampus" tambah Kiki


"Aku semakin bingung" ucap Faki


"Dia dilarang Mamanya untuk memakai baju bagus ke kampus, tapi harus memakai baju yang bagus di rumah dan baju yang aku kenakan sekarang ini adalah baju pemberian darinya, mana mungkin aku dapat membeli baju se bagus ini"


"Kalian sedang bicara apa" tanya Arra yang baru datang


"Itu rahasia" ucap Kiki


"Saat datang ke sini, apa teman-temanmu menanyakannya" tanya Arra pada Faki


"Tidak, karena hari ini kami punya acara masing-masing, Reza pergi kerumah sakit, Riki mungkin menemui Kakeknya"


"Apakah dia sering ke rumah sakit"


"Tidak juga, tapi dia akan datang ke sana setiap hati rabu" kemudian Faki tersadar "Kamu tahu Reza sering ke rumah sakit" tanya Faki kemudian


"Aku tahu dari Sarah"


"mereka pun mulai asik dengan percakapan mereka

__ADS_1


__ADS_2