
Hari ini pikiranku sangat kacau. entah apa yang terjadi denganku. Fikiranku melayang layang entah kemana. setelah 3 hari berada di negri orang ini aku pun merasa harus mencari kartu perdana di swalayan. setelah pulang dari tempat kerja dengan di antar oleh bus yang biasa mengantar kami sering memanggilnya pak cik, karena biasanya senior senior kami pun selalu memangil seperti itu.
" pak cik, saya mau turun di sana yah. mau pergi ke swayalan ity pak cik" tutur ku sedikit bingung mau berbicara sepeeti apa. Terlihat pak cik itu sedikit bingung, untung ada senior memperjelang penuturanku
" pak cik dia kata nak turun kat giant sana. nak belanja kot" tuturnya memperjelas
" ohh ok ok, tadi pak cik x paham apa itu salayan. hehehhe" pak cik itu sedikit menggarut kepala sebab aku. aku menjawab dengan senyuman malu
" makasih pak cik" ucapku saat turun di lampu merah pertigaan jalan itu. Tapi bukan aku saja yang turun. Ada Agnes yang menemaniku dan ada juga senior senior yang mungkin juga mau pergi berbelanja.
Agnes berjalan menyebrangi jalan yang nampak tengah lampu merah.
" cepatan Lisa" dia memegang tanganku menuntun
" pelan pelan aja loh Nes" aku kewalahan dengan langkahnya yang sangat antusias itu
" buru ahhh, kamu kayak kura kura aja" jawabnya terkekeh setelah melihat muka masam ku
" ia ia tuan putri" aku menampakkannya muka yang lebih masam dari tadi
" katanya kangen Adi dengan Ibu" Agbes mengingatkanku
" ahhh, aku sampai lupa gara gara sifat centil mu itu" jawabku kemudian melajukan langkahku
__ADS_1
Agnes geleng geleng kepala melihat moodku yang sangat cepat berubah
" kamu tuh kayak ibu ibu mengandung aja. moodnya nggak cepat berubah
hahhahahha" Agnes mengejekku
Akhirnya sampai juga di depan lobby Giant itu. mataku mencari Counter yang memberi jasa pelayanan kartu handphone
" ahhh, udah kayak mall aja disini giantnya. gede banget" Agnes tak mau diam melihat kagum besar Giant ini. ku jawab dengan geleng geleng kepala melihat setiap tingkahnya.
setelah berputar putar akhirnya jumpa juga penjual sim card nya.
" itu Nes, ternyata di lorong ini semua yang jual hp dan sim card" ucapku antusias. Kami sedikit berlari untuk mempercepat langkah kami
" nak beli sim card bimbit adik?" tanya mbak itu membuat kami sedikit bingung. Melihat tingkah bingung kami mbak itu mengangkat ponselnya
" adik ini namanya bimbit" mbak itu memperjelas kami. kemudian kami mengangguk tanda mengerti
" mau sim card apa adik?" sambungnya lagi
" apa aja yang bagus mbak" Jawab ku tidak mengerti
"ok beli yang ini je adik, akak pun beli ini juga" mbak itu menyerahkan satu jenis sim card
__ADS_1
" beli dua ya mbak"
" ok adik. oh ia sini akak registrasi adik.
bagi akak kamu punya Imigrasi card" saya dan Agnes pun memberi Kartu imigrasi kami.Dan setelah beberapa menit mbak itu memberi sim cardnya kepadaku dan Agnes
" ini adik, tunggu beberapa waktu atau jam biar sim cardnya kena registrasi dulu"
" loh kok lama mbak?" tanya Agnes disambung dengan anggukan kepalaku
" ohhh. disini memang macam itu adik"
" ohhh" ucapku dan Agnes serentak
" makasih kalo seperti itu mbak. kami pergi dulu mbak" ucapku setelah membayar sim card tersebut.
" Lis, mbak itu cakep bangat yah. udah langsing , imut, putih, tinggi, yang terakhir rama banget dia sama orang. nggak judes kayak nampaknya orang biasanya kan" Lisa yang terkagum kagum dengan pelayan counter sim card tadi sehingga mulutnya tak bisa berhenti berbicara
" ahhh. terserah kamu aja" ucapku menghempas tangan ku.
Di luar dugaanku
" prang......" suara sesuatu terjatuh.
__ADS_1
T3MAN T3MAN BAGI DONG AUTHOR LIKE, COMENT, JUGA USULNYA😊😊😊