Inikah Cinta

Inikah Cinta
71


__ADS_3

"Apa semuanya sudah siap?" tanya Juan pada sekretaris Liem.


"Sudah,pukul 7 malam di hotel A." jawab Liem.


"Baiklah,pastikan semuanya berjalan lancar. Aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun." tambah Juan.


"Baik." jawab Liem,mematuhi perintah Juan.


"Kosongkan jadwalku sore ini Liem,aku ingin menenangkan diri dulu." pinta Juan.


"Baik."


"Huft,Liem. Apakah aku punya salah?" gumam Juan sambil merebahkan dirinya di kursi kerjanya, wajahnya terlihat tidak baik-baik saja. Lelah,lemah,sedih dan terlihat ada beban di sana.


"Maksudmu?" tanya Liem yang merasa aneh dengan perkataan Juan.


"Hingga saat ini hanya Yuri wania yang dekat dengan ku. Kau tau itu kan? salah kah aku mengaguminya dari kecil? bahkan dia berjanji akan menikahi ku kalau sudah dewasa. Tapi,kenapa dia mudah sekali melupakan perkataannya? membiarkan aku berharap sendiri. Dan bodohnya aku yang tak bisa mengatakan cinta padanya, hingga saat aku mantap ternyata dia bukan Yuri yang ku kenal, dia adalah orang lain yang mengambil wajah dan kehidupan Yuri." Dalam pandangannya yang sayu, Juan mengeluarkan isi hatinya pada Liem. Saat ini mereka layaknya sahabat. Bukan sebagai direktur dan sekretaris nya. Juan terdiam sejenak, begitupun dengan Liem yang tak menanggapi perkataan Juan. Ia masih setia mendengarkan dan mencoba mengerti apa yang sedang dirasakan oleh Juan. Mungkin ini adalah puncak Juan merasa patah hati,batin Liem.


"Aku benci dipermainkan seperti ini Liem. Ataukah aku tak layak untuk mendapatkan cinta? Aku hanya ingin menikah dengan wanita yang ku cintai,bukan karena terpaksa,dan bukan karena bisnis. Ah,aku benci dengan diriku Liem. Aku tidak mau berharap lagi pada cinta. Apa aku salah Liem?" tambah Juan.


"Huft,aku tidak tahu seperti apa mencintai dan di cintai. Tapi aku pun berharap pernikahanku adalah hari yang terindah karena wanita yang benar-benar ku idamkan. Aku ingin ada cinta di antara kami. Ku rasa kau tidak salah Juan. Namun mungkin memang takdir tak semudah jadwal yang bisa diatur sendiri. Kau mengerti maksudku kan? sekarang kau punya tanggung jawab bukan hanya untuk dirimu sendiri. Ku harap kau bisa memahami dan mengambil keputusan yang terbaik. Tenangkan dirimu dulu, dan pikirkan baik-baik, karena kurasa jalan yang ditunjukan tuhan itu tak pernah salah." jelas Liem, yang ternyata mampu membuat Juan terdiam dan mencerna daam ucapan Liem itu.


"Kalau begitu,aku undur diri. Kalau kau butuh sesuatu panggil aku saja. Permisi." ucap Liem sebelum ia keluar dari ruangan Juan.


Juan termenung di tempat duduknya, ia berpikir dan mencerna apa yang Liem katakan barusan. Pria itu selalu bisa mengatakan hal-hal yang ia sendiri belum pernah menjalaninya, namun perkataan nya selalu memberikan solusi untuk tiap masalah Juan. Karena itu lah Juan menganggap ia sangat beruntung memiliki sahabat sekaligus sekretaris sepertinya. Juan yakin bahwa Liem tak menyangka kalau perkataanya sangat berpengaruh bagi Juan, hingga hal cinta yang bahkan ia belum pernah sekalipun menjalin cinta ataupun jatuh cinta.


Setelah beberapa saat ia merenungkan perkataan Liem. Akhirnya ia telah memutuskan.


"Baiklah, kau bilang jalan Tuhan tak pernah salah. Maka aku akan ikuti jalan Tuhan yang kau maksud itu Liem." gumam Juan dengan seringai senyum mantap di wajahnya. Pria yang tak meyakini adanya Tuhan,untuk pertama kalinya dengan kata-kata dari Liem yang terus terngiang di telinganya. Ia yakin, kalimat itu akan membawanya menyelesaikan masalahnya saat ini. Baik itu masalah perusahaan atau pun cinta.


Di sisi lain, saat ini Nita dan Niko tengah berada di sebuah taman bermain di kota Seoul. Niko sengaja membawanya berwisata untuk menghibur Nita. Benar saja, Nita terlihat sangat menikmati suasana di taman itu. Ia tersenyum bahagia setiap menaiki wahana yang ia suka. Seperti anak kecil yang takjub, Nita pun demikian. Karena memang ini lah kali pertama ia ke taman bermain dan berwisata. Pasalnya selama hidupnya hanya di sibukkan dengan pemenuhan kebutuhan keluarganya, sedikitpun tak terlintas keinginan untuk menghibur dan memanjakan diri seperti yang sedang ia jalani saat ini.


"Apa kau senang?" tanya Niko.


"Tak usah ditanya, aku saaangaat senang. Terima kasih sudah membawaku kemari." Jawab Nita dengan sangat antusias dan senyum bahagia menghiasi wajahnya.


"Syukurlah, ah kau tunggu disini sebentar, biar ku belikan minum untukmu." ucap Niko sambil beranjak dan berlari membelikan minum untuk Nita.


"Niko!! ice cream!!" pinta Nita sambil sedikit berteriak agar Niko yang sudah sedikit jauh bisa mendengar. Niko pun mengangkat tangannya dan melingkarkan jari telunjuk dan ibu jarinya seraya menjawab 'OK'.


Nita duduk di sebuah kursi kayu di bawah pohon yang lumayan rindang. Entah apa nama pohonnya, Nita tak tahu. Tapi Nita sangat suka dengan jenis pohon ini. Rantingnya bisa membentuk seperti payung dengan daun yang rindang dan terlihat sangat segar, sehingga mampu melindungi siapapun yang duduk di bawahnya dari panas matahari ataupun hujan. Ia ingin menanam pohon seperti ini di rumahnya suatu saat nanti jika ia mampu membangun rumah sendiri. Kala mengingat itu, Nita spontan berubah menjadi lesu. Karena ia sadar itu hanya mimpi baginya.

__ADS_1


Drrrt..drrrt...


Bunyi ponsel Nita berdering memecah lamunan Nita saat itu.


"Halo nek," jawab Nita, yang ternyata nenek Kim yang menelfon.


"Nita,kau dimana? ramai sekali?" tanya nenek Kim.


"Aah aku sedang di taman bermain nek." jawab Nita.


"Ooh,apa dengan Niko?" tanya nenek lagi.


"He..he..iya nek" jawab Nita dengan sedikit malu.


"Tidak apa-apa,dia pria yang baik. Oh iya nanti kamu tidak usah ke rumah utama, tapi langsung saja ke hotel A. Juan akan mengadakan konferensi pers sekaligus launching produk baru K group. Kau boleh mengajak Niko juga kesana. Nenek ingin makan malam bersama kalian semua di sana." jelas nenek Kim.


"Ah begitu? emm.." Nita sedang memikirkan sesuatu yang tak enak untuk ia ucapkan.


"Tidak usah khawatir penampilan mu. Nenek sudah meminta Salon langganan nenek untuk meriasmu,dan juga menyiapkan baju untuk mu dan Niko." ucap nenek Kim yang sudah mengerti apa yang dipikirkan oleh Nita.


"Kau baik sekali nek, aku tidak tahu bagaimana membalas semua ini." ucap Nita yang merasa tak enak hati.


"sssssttt,,sudah berapa kali aku mengatakan bahwa kamu adalah cucuku juga. Cucu perempuan ku, jadi berhentilah merasa kau seperti orang asing di keluargaku. Kewarganegaraan mu boleh asing tapi kamu tetap bagian dari keluargaku. Mengerti?" jelas nenek Kim.


"Ya sudah kalau begitu,kau sampaikan pada Niko ya. Sampai bertemu di Hotel A." ucap nenek Kim, kemudian mematikan sambungan telefon nya. Bersamaan dengan Niko yang sudah kembali duduk di sebelahnya.


"Nih ice cream, ku belikan rasa strawberry semoga kamu suka. Aku lupa tadi belum menanyakan padamu." ucap Niko sambil menyerahkan ice cream pada Nita.


"Wah,aku tak tahu kau sudah duduk disini. Terima kasih, aku suka rasa apa saja." ucap Nita sambil menerima ice cream dari Niko dan langsung memakannya.


"Telefon dari siapa?" tanya Niko penasaran karena dari kejauhan ia melihat Nita sedang menelfon.


"Oh iya,tadi nenek Kim menelfon. Katanya K group akan mengadakan launching produk baru di hotel A. Jadi beliau meminta kita untuk ikut datang ke acara itu karena nenek ingin makan bersama kita di sana. Bagaimana? apa kau ada waktu?" tanya Nita.


"Jam berapa?" tanya Niko.


"Astaga! aku lupa gak tanya. hehe" jawab Nita yang reflek menepuk jidatnya karena kelalaian nya.


"haha,tidak masalah. Kan nanti kita bisa menanyakannya pada nenek." ucap Niko.


"Iya ya,hehe"

__ADS_1


"Kali begitu setelah ini kita harus cepat pergi mencari baju untuk acara itu kan?" tutur Niko.


"Eh,tidak perlu. Katanya nenek sudah menyiapkan untuk kita. Jadi kita tinggal ke sana lebih awal saja agar ada waktu untuk bersiap."


"Oh,betulkah. Baiklah. Aku akan bersemangat, makan enak.hehe" ucap Niko seolah membuat lelucon dengan bertingkah seperti anak kecil yang baru beli permen.


"hahaha,yang benar saja. Kau itu seorang chef yang hebat. Jadi mana mungkin makanan di sana lebih enak dari masakan mu hah? Niko..Niko..kau ada-ada saja."


**


"Nita.." panggil Niko dengan ekspresi seriusnya saat Nita sudah berhenti dari tawanya, dan terlihat masih memakan ice cream nya.


"ya? ada apa?" jawab Nita.


"Bolehkah aku bertanya?" tanya Niko sedikit ragu.


"Ya pasti boleh lah, ngapain harus minta ijin dulu." Nita masih menanggapinya dengan santai.


"Baiklah,apa kau sudah memikirkan nya? pernyataan cinta ku tempo hari?" tanya Niko dengan pandangan serius menatap tajam pada Nita.


DEG


(Akhirny, saat ini datang juga. Cepat sekal dan apa yang harus ku lakukan? bagaimana aku menjawabnya? aarghd aku ingin ada Doraemon sekarang, aku tidak tahu harus bagaimana) gumam Nita dalam hatinya yang tengah bingung menentukan pilihan.


"Nita?" panggilan Niko sekali lagi menyadarkannya.


"eh,i iya? itu..aku..itu..aku..." Nita bingung apa yang akan ia katakan.


"Ssstt,aku sudah tau jawabannya. Aku tahu kau tak akan mengacuhkan perasaanku, aku pun tak mau memaksamu menjawab sekarang, kita masih punya banyak waktu. Kau boleh menjawabnya kapanpun kau mau. Aku akan menunggumu, tapi bolehkan aku sedikit memaksa agar kau memprioritaskan nya? dan agar kau tahu bahwa aku tak bisa menunggu lebih dari sebulan." ucap Niko yang diakhiri dengan senyuman manisnya.


Nita hanya terpaku mendengar perkataan Niko. Sungguh ia sangat menyukai pria di depannya ini. Pria yang baik, perhatian, lembut, setia, tampan dan bonus pintar memasak. Pasti akan sangat beruntung jika ia bisa menjadi istrinya, ia tak perlu repot memasak, karena posisinya suami lah yang pintar memasak. hihihi


"Ayo cepat habiskan ice cream mu dan kita bisa langsung ke hotel A." ucap Niko dan ditanggapi dengan anggukan mantap oleh Nita.


Keduanya tersenyum dan menikmati ice cream masing-masing.


(Aku bisa melihat dalam sorot matamu, ada kekhawatiran disana. Namun hatiku selalu luluh saat melihat itu,sehingga aku harus mengalah untuk tak memaksakan cintaku padamu. Namun aku yakin,cintaku tak akan tak terbalas. Aku akan menunggu mu,Nita) Batin Niko saat ia memandang pada Nita.


***


AUTHOR

__ADS_1


SELAMAT BERAKHIR PEKAN SEMUANYA,SEMOGA EPISODE INI BISA MENEMANI WAKTU BERLIBUR DAN BERSANTAI KALIAN. JANGAN LUPA LIKE,KOMEN DAN VOTE YA. SEMUA NYA YANG ADA DI KOLOM BAWAH DEH POKOKNYA. HAPPY READING ALL.🤗🤗❤️❤️🌻🌻


__ADS_2