Inikah Cinta

Inikah Cinta
80


__ADS_3

" Kau butuh waktu lebih dari 30 menit hanya untuk membersihkan dirimu? Yah wajar sih, permainan ku cukup membuat mu berkeringat." ucap Juan dengan seringai nya begitu Nita keluar dari kamar.


"Huft,apa mau mu sebenarnya?" tanya Nita,yang tak menyangka Juan berdiri menunggu nya di depan pintu.


"Sederhana." jawab Juan menjeda ucapannya.


"Cepat katakan,aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni pria menyebalkan sepertimu.!" sahut Nita.


"Haha,kau tahu? aku tidak akan jadi menyebalkan kalau kau tidak berani menguji kesabaran ku." ucap Juan tepat di depan wajah Nita dengan tatapan tajamnya.


"Jangan pura-pura tidak tahu,bukankah aku sudah mengatakan padamu sebelumnya? kau,calon istriku." lanjut Juan tegas.


"Tuan direktur yang terhormat,tidak kah kau sadar kalau tindakanmu ini terlalu egois? kau telah merampas kebebasan dan kehidupanku. Aku bukan barang yang dengan seenaknya bisa kau atur dan kau rusak. Terlebih ini berkaitan dengan pernikahan,sesuatu yang sakral dan suci. Tuan,pernikahan itu bukan untuk mainan,begitupun perasaanku,perasaan kedua keluarga kita. Aku punya keluarga yang menyayangiku,kau pun juga punya kakek dan nenek Kim yang sangat menyayangimu dengan tulus. Bagaimana perasaan mereka saat mereka mengetahui kalau pernikahan kita hanya bohongan? hanya mainan sekedar untuk menutup rumor dan bisnis? aku tidak sanggup melihat orangtuaku bersedih melihatku menjadi janda di pernikahan yang hanya beberapa bulan. Dan aku pun tidak sanggup melihat kekecewaan dari kakek dan nenek Kim. Mereka pasti menaruh harapan besar untuk pernikahan cucunya. Tolong,jangan libatkan aku dalam rencana konyolmu ini,Tuan Direktur." jelas Nita dengan air mata yang akhirnya lolos juga dari pelupuk matanya.


"Sayangnya ini sudah terlanjur." jawab Juan.


"Apa? apa maksudmu? tidak,ini belum terlanjur. Kita bisa konfirmasi pada media kalau kemarin hanya kesalahan,atau kau bisa jelaskan kalau kita sudah putus,kita tidak ada hubungan apa-apa. Atau kau bisa cari wanita lain,tapi tolong jangan aku. Ku mohon.?" Nita memohon pada Juan dengan mengatupkan kedua telapak tangannya.


"Seperti yang kau bilang, justru karena aku menyayangi kakek dan nenek makanya aku memilih mu. Setidaknya walaupun ini bohongan tapi mereka tidak akan terlalu kecewa karena aku tahu kau juga menyayangi mereka. Ku beri kesempatan mereka mendapatkan kasih sayang dari cucu menantu seperti mu."


"Astaga lucu sekali. Aku tak mengerti dengan cara pikirmu. Sudahlah,lebih baik aku pergi." Nita melangkah pergi karena merasa pembicaraan itu percuma untuk dilanjutkan. Karena sepertinya Juan sudah bulat dengan keputusan nya.


"Desi!" ucap Juan menghentikan langkah Nita.


"Aish,ya? Jangan coba-coba mengusiknya!" ucap Nita tanpa menoleh pada Juan.


"Tentu,namun kamu harus tahu kalau saat ini mungkin dia sudah ada di dalam pesawat menuju Indonesia." jelas Juan.


"Apa?? Cih,terserah. Aku tidak peduli."


"Setelah ini kau tidak bisa tidak peduli lagi." Juan berjalan mendekat pada Nita.


"Dia sudah menandatangani kontrak pernikahan atas nama mu senilai 100juta. Dan jika kamu menolak maka kau bersedia memberikan ganti rugi tiga kali lipat dari apa yang sudah diterima olehnya." lanjut Juan tepat di sebelah Nita sambil menyodorkan sebuah map berwarna coklat. Nita menoleh dan menatap Juan intens. Dia mencoba menilai tatapan Juan,berharap yang dikatakan nya barusan hanya bagian dari kebohongan nya saja. Namun, seperti nya sorot mata Juan tak menunjukkan adanya kebohongan. Dengan tangan yang gemetar dia menerima map coklat itu.


"A-apa maksudnya ini?" tanya Nita yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Disana benar-benar tertera tanda tangan asli Desi. Ia tak menyangka sahabat yang sudah bagai adiknya tega menukarnya dengan uang 100juta.


"Hah?? lucu sekali." gumam Nita.


"Mungkin kau akan lebih percaya kalau kau membaca pesan darinya." lanjut Juan.


Dengan ragu,Nita mengambil ponselnya. Dia membuka layar kunci dengan jari yang gemetar,dalam hatinya (Kumohon Desi,pasti ucapan Juan salah kan?). Namun ia kembali harus kecewa karena ucapan Juan benar. Seolah tak merasa bersalah,Desi mengirim pesan yang menjelaskan dia sudah ada di pesawat dan malah mengucapkan selamat atas pernikahan nya, sekaligus berterima kasih karena sudah memberikan hadiah 100juta untuknya dan meminta Nita untuk berbahagia dengan Juan. Masih ditambah dengan foto nya yang terlihat tak merasa berdosa sedikitpun.


Tubuh Nita sedikit terhuyung setelah membaca pesan teks dari Desi. Tak menunggu lama,ia melakukan panggilan telepon pada Desi,namun ponselnya sudah tidak aktif. Raut kecewa benar-benar terlihat jelas di wajah Nita. Dalam benaknya ia heran,bagaimana bisa Desi dengan mudahnya menandatangi kontrak tak masuk akal itu. Apa dia tidak membaca semua isi dari kontrak itu,sungguh kontrak yang sebagian besar membuat Nita seperti boneka. Hampir semua hal dia harus menurut dengan keinginan pihak pertama yaitu Juan. Ini sama hal nya Desi telah menjual Nita pada Juan.


Memikirkan itu membuat jantungnya berdetak kencang menahan kecewa dan marah,namun hati kecilnya seolah tak bisa begitu saja mempercayai tindakan Desi. Ia merasa ada yang mengganjal,Desi yang ia kenal tidak mungkin begitu mudahnya melakukan ini. Terlebih jika dia membaca isi surat kontrak itu pasti dia tidak akan sepenuhnya terima. Karena kesimpulan dari semua pasal adalah Nita harus menuruti ucapan Juan.


"Tidak mungkin." gumam Nita.


"Kurasa,sudah cukup jelas kan?" tanya Juan.

__ADS_1


Srakkk


"Beres kan? sekarang gak ada lagi surat kontrak konyol ini." ucap Nita dengan santainya setelah dia menyobek surat kontrak.


"Ehem,kau pikir aku bodoh? kau pikir aku hanya punya satu berkas?" jelas Juan dengan seringai liciknya.


"Pokoknya aku tidak peduli." ucap Nita dengan menghentakkan kakinya dan melanjutkan langkah nya meninggalkan Juan.


"A-apa ini?! kau?" ucap Nita panik,saat baru saja di depan lift dia dihadang oleh dua orang semacam penjaga yang bertubuh tinggi tegap dengan stelan jas hitam. Di tengiknya lagi kearah Juan yang berdiri tak jauh di belakangnya tengah memasang seringai penuh kemenangan.


"Tidak ada pilihan selain menurut. Karena itu lebih menguntungkan bagimu. Pasal terakhir,bahwa kau hanya perlu menurut apa kataku." ucap Juan lagi. Dan Nita tak ada niatan menyanggah Juan lagi,dia sudah teramat kesal pada Juan.


"Bawa dia!" perintah Juan pada dua pria yang menghadang Nita. Dan dengan sigap mereka melaksanakan perintah Juan. Mereka berjalan di sisi Nita, mengarahkan kemana Nita harus menuju.


Beberapa saat kemudian di sebuah kamar rias,Nita sudah siap dengan gaun pesta yang jauh dari kesan glamor namun jelas terlihat mewah dan elegan. Dengan potongan yang tidak terbuka, sesuai dengan selera berpakaian Nita.


Nita berjalan mondar mandir di kamar itu sambil memegang ponselnya,ia melakukan panggilan pada Niko,namun tak kunjung diangkat. Ia frustasi, harapan besarnya agar Niko mau membantunya melarikan diri dari tempat itu pupus sudah. Jangankan mau membantunya,untuk menerima panggilan telepon darinya saja tidak mau. Bahkan banyaknya pesan singkat yang dikirimnya tak juga dibaca oleh Niko. Nita terduduk lesu di sudut sofa di kamar itu. Hingga terdengar seseorang yang membuka kamar itu mengagetkan nya.


"Sial,sepertinya aku sudah tidak punya harapan lagi untuk bebas." gumam Nita.


"Aku penasaran seperti apa sosok wanita pilihan keponakanku itu." ucap seorang wanita yang kini sudah berada di depan Nita.


"Kasar sekali" batin Nita. Namun Nita tetap berdiri dari duduknya dan sedikit membungkuk memberikan hormat.


"Yah,sudah ku duga,kamu hanya wanita biasa saja.Cih,bagaimana bisa keluarga Kim memiliki cucu menantu seperti mu." ucap wanita itu masih dengan ocehannya mencela Nita.


"Ugh,kasar sekali. Apa karena dia kaya jadi seenaknya menghina." gumam Nita yang tak berniat menjawab ucapan wanita itu.


"Hei,nyonya yang terhormat. Asal kau tahu,aku juga malas harus menikah dengan pria menyebalkan itu, seandainya aku bisa pergi dari sini. Silahkan saja wanita pilihanmu itu menggantikan posisiku. Aku akan dengan senang hati menerimanya. Jadi berhentilah menghinaku begitu.!" jawab Nita yang akhirnya tak bisa menahan diri.


"Apa?? apa aku tidak salah dengar?" tanya wanita itu makin mendekatkan diri pada Nita karena masih tak percaya dengan yang ia dengar.


"Huft,tidak nyonya. Dari tadi aku sudah berusaha kabur dari sini,tapi tidak bisa. Daripada anda membuang waktu untuk ngomel gak jelas, lebih baik anda membantu saya keluar dari tempat ini kalau memang anda tidak suka Juan menikah denganku." jelas Nita.


Wanita itu sedikit terkejut dengan apa yang dijelaskan Nita.


"Waow,apa aku sedang tertipu? lalu bagaimana dengan pemberitaan di media? Kalian terlihat harmonis." tanya wanita itu menelisik Nita.


"Aku selalu serius dengan perkataanku nyonya. Abaikan saja berita yang beredar. Sekarang anda dan aku tidak punya banyak waktu bukan?" jawab Nita.


Dengan seringai sinis penuh kemenangan wanita itu mendekat pada Nita dan membisikkan sesuatu di telinganya. Nita pun mendengarkan dengan seksama. Hingga mereka mulai menjalankan aksi meloloskan diri Nita dari tempat itu.


**


"Akhirnya,selamat tinggal semuanya." gumam Nita yang saat ini sudah berada di sebuah mobil yang dikendarai seorang pria yang ia yakini adalah orang suruhan nyonya Shin. Ya wanita tadi adalah bibi dari Juan,ia bernama Kim Shin Hye. Dia adalah salah satu orang yang mendukung Mimi menikah dengan Juan.


"Kita langsung ke bandara tuan?" tanya Nita pada pria yang sedang mengendarai mobil yang ditumpanginya.


"Baik nyonya." jawab pria itu.

__ADS_1


"Jangan panggil nyonya,aku bukan majikan anda. Panggil saja aku Nita. Siapa nama anda?"


"Jin" jawabnya.


"Ooh,Senang berkenalan dengan anda tuan Jin. Terima kasih banyak sudah membantu saya. Walau saya tidak akan ke Korea lagi,tapi anda akan selalu saya ingat sebagai salah satu orang baik yang membantu saya. Sekali lagi terima kasih banyak tuan." ucap Nita sungguh-sungguh.


"Sudah tugas saya nyonya Ju,anda tidak perlu sungkan." jawabnya.


"Ah,anda berbaik hati sekali." ucap Nita sambil merebahkan kepalanya di senderan jok yang didudukinya sambil menghembuskan nafas lega.


"Eh,apa kamu bilang tadi? Nyonya Ju? maksudnya Ju itu Juan kah?"


"Hem" jawab Jin.


"Ah, sepertinya anda salah tuan,saya bukan apa-apa,saya hanya orang asing. Bahkan sebentar lagi aku akan segera pulang ke negaraku,dan tidak ada niat untuk kembali lagi ke sini. Bukankah nyonya Shin sudah mengatakannya pada anda?"


"Sudah" jawabnya lagi.


"Oh,baguslah. Jadi anda tidak perlu menyebut saya dengan sebutan nyonya Ju lagi,karena namaku adalah Nita.Ok?" pinta Nita.


"Siapa bilang?" ucap Jin.


"Hah? maksudnya?" tanya Nita tak mengerti dengan perkataan Jin. Namun Jin tak menjawab,dia malah fokus dengan kemudinya yang sudah memasuki bandara. Hingga ia menghentikan laju mobilnya tepat di depan pintu masuk bandara.


"Ah,terima kasih" ucap Nita yang sudah memegang handle pintu dan bersiap turun dari mobil.


"Tunggu!" ucap Jin.


"Ya?" jawab Nita menolah pada Jin.


"Tunggu,nyonya Ju." ucapnya lagi sambil menoleh pada Nita dengan membuka kacamata hitam yang dipakainya dan melepas kumis palsu yang dipakainya.


Melihat siapa sebenarnya pria yang ada di hadapannya itu membuat Nita mematung terkejut. Matanya membulat tak berkedip dan reflek menutup mulutnya dengan telapak tangannya. "Mati" satu kata yang terlintas dalam benaknya saat itu juga.


"Kenapa nyonya Ju? apa kau terkejut? Ini kejutan pertama dari suamimu." ucap Juan dengan seringai licik penuh kemenangan dengan tatapan tajam pda Nita.


Nita menggeleng kan kepalanya,ia tak percaya dengan situasi ini.


"Tidak,tidak mungkin." gumam Nita.


"Sudah ku bilang,kau hanya perlu menurut padaku. Jadi ku harap ini adalah hal bodoh terakhir yang kau lakukan. Karena kau tidak akan dengan mudah lolos dariku. Kau mengerti kan? Nyo.nya.Ju?" jelas Juan dengan penuh penekanan di akhir katanya.


(Doraemon,kirimkan aku pintu kemana saja dong) batin Nita yang sudah putus asa.


"Juan?" ucap Nita.


"Ya,ini aku Juan. Suamimu." jelasnya dengan menampilkan senyum yang jelas itu adalah senyum liciknya.


***

__ADS_1


AUTHOR


HALO MY READERS, HAPPY READING SEMUANYA. SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN EPISODE INI. JANGAN LUPA KLIK LIKE DAN KOMEN YANG MEMBANGUN YA. KLIK VOTE JUGA BIAR DAPAT NOTIFIKASI. KARENA BERKAT DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUANYA AKU MAKIN BERSEMANGAT MENCURAHKAN IDE DALAM MENULIS. SEKALI LAGI TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA. 🤗🙏❤️🌻🌻


__ADS_2