Inikah Cinta

Inikah Cinta
08


__ADS_3

Suasana yang sedikit sejuk sebab AC pesawat itu membuat Lisa sedikit bergetar. Ini adalah pengalaman pertama Lisa naik pesawat membuatnya sesikit grogi dan takut. Bisa dilihat saat tadi pesawat akan lepas landas Lisa memejamkan matanya karna takut dengan sedikit goncangan itu. Bahkan saat pesawat menabrak embun yang membuat ada getaran getaran kecilpun Lisa selalu mengucapkan doa dia dengan mulut komat kamit.


" kamu inggris bisa?" tanya pria tadi


" bicara bahasa inggris? saya bisa tapi tidak terlalu ok"


" its ok, no problem" jawabnya


" is this your first time?" tanyanya lagi dengan muka sudah menghadap Lisa


" yes, that's right, this is first time for me"


" ohh, don't worry. it ok" pria itu memegang tangan Lisa menenangkan nya


" thank you" jawab Lisa dengan melepas tangan pria itu


" aku Nico, Nicolas. you"


" Lisa"


" nice to see u"

__ADS_1


" thank you sir"


kegugupan Lisa sedikit mereda karena mungkin siang ini awan sangat cerah jadi hanya sedikit getaran getaran saja. tidak seperti tadi di awal penerbangannya. perjalanan yang menempuh waktu dua setengah jam akhirnya mendarat di bandara Malaysia.


" Lisa... kamu.. where your address?" tanya pria itu yang berjalan turun dari pesawat


" i don't know yet sir"


" OMG..., why?"


" because my agent not say yet"


" ohhh, i hope u have fun in this country, and also i hope we can meet again" ( ohh, saya harap kamu senang di negara ini. dan juga saya harap kita boleh berjumpa lagi)


****


Setelah beratur cukup lama di antrian imigrasi dan juga bertemu dengan Boss yang menangani pekerja baru akhirnya sampai juga di suatu apartemen perusahaan.


Dengan memasukkan satu apartemen untuk 6 orang. Lebih jelasnya 2 orang satu kamar. Rasanya cukup pas dengan keadaan apatemen ini.Lisa membuka tirai di ruang tamu rumahnya melihat keadaan kota yang cukup besar ini. Melihat dari lantai 12 cukup untuk mempertontonkan gedung gedung tinggi nan megah serta lampu lampu yang menghiasi malam ini.


" wahh, tidaklah seburuk yang saya pikirkan untuk para pekerja Indonesia ini" gumam Lisa

__ADS_1


Melamun di depan jendela mengingatkan Lisa dengan Adi dan Ibu.


" telpon dulu ah sama Adi. takut dia masih menunggu kabar dariku . takutnya dia risau pula nanti denganku. kasian Adi..." pikir Lisa sambil mencari signal di telepon genggamnya.


" ahhh, aku lupa pula kalo harus membeli nomor baru. Inikan luar negri" gumam Lisa merasa bodoh


" hai Lis kenapa mukamu di tekuk gitu..." tanya Agnes mengalihkan fokus Lisa.


" bukan apa apa Nes. cuma Lisa baru pikir jalo kita belum bisa telpon ke Indonesia. Kan belum beli nomor baru" Lisa mengucapkan kekesalannya


" nggak usah kwatir Lis. aku rasa semua baik baik aja pun..."


" Lisa harap juga begitu. tapi Lisa rasa nggak enak skrang. .."


" mungkin itu sebab kamu tidak pernah jauh dari mereka Lis.."


" betul juga katamu Nes"


" ya sudah ayo kita kemasi barang barangmu ke lemarimu. Aku udah siap tadi"


" ah ia yah. Ayo ke kamar kita." Lisa menggandeng tangan Agnes. berhubung mereka satu kamar.

__ADS_1


Canda dan Tawa menghiasi kamar Lisa dan Agnes. merapikan kamar mereka yang mungkin lebih besar dari jamar Lisa dan Adi di kampung.


Tempat tidur mereja berada di atas yang juga saling berjejer. Sedangkan dibawa tempat tidur mereka ada laci laci kecil sebagai tangga dan lemari pakaian juga. sangat pandai sekali yang menyusun segala alat alat di rumah ini. tidak menunjukkan bahwa ruangan ini kecil sebab pengaturan barang barang dan interior yang sanggat pas.


__ADS_2