Inikah Cinta

Inikah Cinta
06


__ADS_3

setelah hasil medical keluar Lisa dan Kawan kawannya melakukan pembuatan Paspor pekerja .


Tiada henti hentinya Lisa bersyukur karena setiap tahap demi tahap boleh Lisa lewati dengan kelulusan yang di raih. Hingga tiba saatnya Besok dimana Lisa dengan Teman satu grupnya akan berangkat ke negri Jihran itu. Dengan mantap dan tekad yang sudah bulat Lisa berpamitan dengan Teman sekerja.


" hay semua ini adalah hari terakhir Lisa bekerja. Lisa sangat bersyukur buat teman teman semua yang mau berteman dan saling membantu di restoran ini" Lisa menunduk


" Lis..." mbak ana langsung memeluk Lisa dengan air mata yang sudah mengalir kemudian melepas pelukannya. Begitu juga dengan teman teman yang lain seling berganti saling memeluk Lisa.


" Jangan lupa kita ya Lisa"


" Kamu yang semangat ya Lis"


" Jangan patah semangat ya Lis"


" Kita sayang Lisa kok"


" Selalu kontakan sama kita ya Lis"


Setiap kata kata perpisahan membuat semua jadi semakin sedih.


" aku pasti kangen sama kalian semua, pasti rindu tempat ini" Lisa menunduk dan mengusap airmata yang sengalir dengan derasnya.


" jangan sedih sedih lagi Lis, kita masih bisa berjumpa lagi kok" ucap mbak ana menyemangatiku


" udah ah sedih sedihnya, kayak udah nggak jumpa aja lagi pun..." seseorang dari antara mereka mencairkan suasana


" hahahhaha" semua tertawa


" ok gaes kita kan mau perpisahan, jadi kita duduk dulu mumpung dah habis kerja kan jadi kita minum makan dulu disini "


" aye yang bayar ok" lanjut bara lagi

__ADS_1


" ok" semua mencari tempat duduk masing masing di meja panjang itu. menghabiskan malam dengan canda dan tawa hingga waktu menunjukkan pukul 12.00 am


" Lisa balik duluan ya "


" gue antar ya Lis, ini dah tengan malam l0h" bara menawarkan diri


" uhhhhhhh, beraninya dah tunggu Lisa mau pergi dulu. Dari kemarin kemana kamu itu Bara...."


"hahahhahahha" Rianti mengejek Bara.


" huuuuu" sorak yang lainnya


" diam napa ye..." Sanggah Bara


Lisa hanya menunduk. tanpa mengucapkan apa apa. muka merah bagai tomat menandakan bahwa Lisa sedang malu.


" ayo Lis mau nggak aku antar" tanya Bara lagi


" ya udah ayo" jawab Lisa singgkat


" ah brisik loe Indah..." Bara menghempaskan tangan menandakan Bara nggak setuju dengan perkataan Indah


" jangan mau ke makan gombalan Bara Lis..." teriak Hendri


" Hahahahhahah" mereka tertawa melihat Bara dan Lisa sudah berada di atas motor metik Bara


******


" Lis kenapa sih kamu harus kerja jauh jauh gitu " tanya Bara sambil mengemudi motornya yang berjalan dengan kecepatan sedang agar bisa berbicara dengan rileks


" gak papa Ra, kan gaji disana lebih banyak sebab harga mata uang mereka lebih tinggi dari rupiah kita Ra.."

__ADS_1


" emang udah kamu pikirin ini matang matang Lis"


" usah Ra"


Senyap cukup lama sampai berhenti di depan rumah yang sangat sederhana.


" makasih ya Ra"


" masama Lis"


" ya udah Lisa masuk dulu yah Ra"


Saat Lisa ingin beranjak tangan Bara terlebih dahulu menggapai tangan Lisa.


" Lis..."


Lisa dengan reflek berbalik dan pas di depan dada Bara.


tangan Bara dengan sigap memeluk Lisa


" Lis gue sayang sama loe. Gue dah pendam sejak lama Lis"


Lisa mematung dengan apa yang di dengar telinganya


" maaf Ra, bukan aku sok jual mahal. tapi aku mau fokus untuk kesehatan ibu Lisa dulu Ra.


Lisa belum berfikir untuk membuka hati lagi unTuk seseorang Ra" dengan berat hati Lisa menolak Ungkapan Bara dengan lembut


" gak usah nunduk gitu juga Lis. gue paham kok gimana loe. semoga ibu Lisa secepatnya sembuh ya Lis."


" makasih Ra. kamu pasti salah satu teman terbaik aku Ra"

__ADS_1


" oklah gue balik dulu ya Lis"


" ok hati hati ya Bara. bye bye" Lisa melambaikan tangan melihat motor Bara sudah hilang di balik gang


__ADS_2