
"Juan,apa maksud nenek sebenarnya?" tanya Yuri penasaran dan terlihat bingung.
"Sudah malam,lebih baik kamu tidur saja. Urusan nenek tidak usah terlalu dipikirkan." jawab Juan mengalihkan pertanyaan Yuri,lalu ia kembali berdiri di depan kaca jendela kamar Yuri dan melihat ke luar jendela.
"Tapi ju.??" tanya Yuri yang masih menuntut jawaban dari Juan,namun Juan tetap bungkam dan mengacuhkan Yuri.
Yuri berjalan mendekati Juan dan memeluk nya dari belakang dengan lembut. Disenderkannya kepalanya di punggung lebarnya Juan,ia berusaha memberikan keyakinan pada Juan yang terlihat bingung.
"Aku percaya padamu,kita pasti bisa bersama." ucap Yuri.
Mendengar itu, seharusnya ia merasa senang karena ia bisa melihat kesungguhan dari ucapan Yuri,namun ucapan nenek dengan ekspresi dinginnya terus terbayang dalam benak nya. Dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena kembali membuat nenek marah,padahal sebelumnya ia telah berjanji untuk selalu membuat nenek bahagia,tapi nyatanya sekarang berbeda. Dia dihadapkan pada pilihan yang sulit,antara Yuri atau nenek. Ingin rasanya keduanya bersama. Dia masih tidak mengerti kenapa dari dulu nenek dan kakek Kim tidak menyetujui hubungannya dengan Yuri jika lebih dari teman. Apa salahnya?.
"Juan? Juan..heii" panggil Yuri yang sudah berada di depannya dan memegang kedua pipinya. Menyadarkan Juan yang sedang melamun sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Cup.." Yuri menc*um Juan dengan mesra,hingga Juan yang awalnya biasa pun ikut terhanyut dalam permainan Yuri.
"hah..aku mencintaimu Juan,sangat." ucap Yuri di sea C*umannya dengan nafas yang terengah-engah.
Juan hanya menyunggingkan sekilas senyumnya.
C*uman yang makin menggelora hingga kini mereka sudah berada di atas ranjang. Baik Juan maupun Yuri sama-sama mengetahui kelanjutan nya,namun tiba-tiba Juan menghentikan nya dan bergegas beranjak dari ranjang. Dia berdiri membelakangi Yuri yang terlihat bingung. Kenapa tiba-tiba ekspresi wajah Juan seolah menyesal.
"Maaf,ehem lebih baik kau beristirahat lah." ucap Juan,kemudian langsung berjalan keluar dari kamar Yuri.
Juan masuk ke kamarnya dan mengunci dirinya disana. Ia merutuki dirinya sendiri, karena kebodohan nya. Bodoh karena terhanyut dengan Yuri,bodoh karena mengecewakan Yuri,bodoh karena telah mengecewakan nenek yang sangat disayanginya,lalu Nita? bagaimana bisa wajahnya tiba-tiba terlintas di pikirannya.
"Ada apa sebenarnya denganku?" gumam Juan.
Drrrttt drrrt
"Halo,Liem. Ada apa?"
"Seharusnya aku tidak mengganggu mu tapi maaf karena terpaksa aku harus mengatakan ini." jawab Liem dengan nada ragu.
"Katakan."
"Media memberitakan pernikahanmu yang setingan,ditambah fotomu dan seorang wanita juga beredar. Aku belum tahu siapa yang menyebarkan ini. Tapi,yang pasti jika kita tidak segera bertindak maka dipastikan penjualan dan kerjasama kita dengan perusahaan lain akan terpengaruh. Ditambah lagi kepercayaan para pemegang saham padamu belum kembali sepenuhnya. Jadi.."
"Jadi apa?!" tanya Juan geram.
"Jangan marah. Jadi kupikir akan lebih baik kalau kau segera mengekspos Nita pada publik dan menunjukan kemesraan kalian. Dan lagi,untuk sementara tolong jangan dekati Yuri dulu. Itu demi kebaikan mu dan semuanya." jelas Liem.
"Sejak kapan kehidupanku jadi konsumsi publik? padahal aku bukan artis." jawab Juan dingin.
"Sejak kamu masuk menggantikan posisi kakek Kim. Kamu masuk dalam jajaran pengusaha muda tampan yang jadi incaran,jadi wajar kalau publik mencari-cari semua tentangmu. Dan itu sangat berpengaruh dengan penjualan produk kita selama ini. Jadi,anggaplah wajahmu membawa berkah tapi ke jombloan mu membawa petaka."
"Apa?!!" pekik Juan dengan nada datar dan tegas.
"Ah,maaf..maaf..bukan apa-apa,jadi tidak usah di pikirkan.hehe"
"Urus semuanya." jawab Juan.
__ADS_1
"Ha?? I..iya baik. Itu memang pilihan terbaik." jawab Liem, kemudian langsung menutup teleponnya.
Sementara Nita,tengah bersiap untuk pergi dari rumah itu. Ia tak lagi harus mengikuti keinginan Juan untuk membahagiakan nenek Kim. Benar apa yang dikatakan Niko, membahagiakan dan membalas Budi tidak harus mengorbankan diri dengan terkurung dalam penderitaan. Terlebih ia sudah yakin dengan kondisi orang tua dan keluarga nya di Indonesia yang juga dalam keadaan baik. Jadi,ancaman Juan selama ini tidak terbukti.
Dengan hati-hati ia mengemas barang-barang nya yang memang tidak banyak. Hanya beberapa baju yang ia beli sendiri,dan tak lupa dokumen kependudukan nya yang harus dibawa agar ia bisa pulang ke Indonesia dengan tenang.
"Bismillahirrahmanirrahim,mudahkan dan lancarkan usahaku ya Allah." gumam Nita dalam hatinya.
Ia menyembunyikan tasnya di sisi bawah ranjangnya yang tertutup sprei yang menjuntai hingga bawah. Harus benar-benar tertutup,supaya tidak mencurigakan.
Dilihatnya jam di ponselnya,waktu menunjukkan pukul 2 dinihari.
"Yes,aku yakin sekarang sudah aman. Juan dan Yuri pasti sudah tidur." gumam Nita,lalu menempelkan telinganya di dinding dekat pintu,memastikan tidak ada suara apapun dari kamar Juan yang berada di sebelahnya.
Merasa sudah aman,dengan hati-hati ia membuka pintu kamarnya,dan berjalan berjinjit keluar menuju pintu keluar rumah itu. Hingga akhirnya ia lega karena sudah berhasil keluar rumah dan saat ini berada di halaman depan. Ia merogoh ponselnya yang ada di saku jaketnya,ditekannya nomor Niko. Sambil berjalan menjauh dari rumah itu,ia menempelkan ponselnya di telinga menunggu Niko menjawab teleponnya.
"Halo,Niko. Aku sudah siap." ucap Nita begitu Niko menjawab telepon nya.
"Ya,aku sudah menunggu mu di perempatan jalan." jawab Niko.
"Ok." jawab Nita.
Untuk terakhir kalinya,ia menoleh ke rumah mewah di belakangnya. Dengan senyum getir namun perasaan lega,ia meninggalkan rumah itu.
"Selamat tinggal semuanya." gumam Nita. Lalu bergegas menemui Niko yang sudah menunggunya.
Tok..tok..
"Akhirnya..." ucap Nita lega begitu duduk.
"Syukurlah,ayo kita harus cepat pergi dari sini." ucap Niko,langsung melajukan mobilnya.
"Yayyy!!" pekik Nita,dan ditanggapi dengan senyum oleh Niko.
Sepanjang perjalanan Nita melihat keluar jendela,seolah mengucapkan salam perpisahan untuk semua yang ada di negara ini.
"Apa kau senang?" tanya Niko sambil mengemudikan mobilnya.
"Ya,aku sangat senang dan lega.Terima kasih Niko.." jawab Nita.
"Syukurlah."
"Kenapa dengan wajahmu? kok terlihat kusut?"
"Hemm, sejujurnya aku senang kamu bisa bebas dari Juan,tapi aku juga sedih karena harus berjauhan denganmu." jawab Niko.
"Cih,kamu kan punya banyak uang. Membeli satu tiket ke Indonesia gak akan membuatmu miskin kan? hehe."
"Bukan itu." jawab Niko.
"Lalu?"
__ADS_1
"Apa mulai sekarang kita akan menjalani cinta jarak jauh?" tanya Niko.
"Oh,,itu..emm.." Nita ragu menjawab nya.
"Gapapa,kamu gak harus menjawabnya sekarang. Aku mengerti kok."
"Kata siapa aku gak akan jawab? aku kan belum selesai ngomongnya."
Cekiiiitttt
"Astaga, hati-hati Niko.!" Nita terkejut karena Niko yang tiba-tiba menghentikan mobilnya.
"Maksudmu??" tanya Niko dengan tatapan mata tajam pada Nita.
"Maksudku,kalau nyetir itu harus hati-hati,jangan asal ngerem kaya tadi."
"Bukan itu,tadi katamu kamu belum selesai ngomong,katamu tadi bukan kamu gak akan jawab,jadi maksudmu akan menjawabnya sekarang??"
"Ehm,hehe.."
"Jangan tertawa begitu,aku serius."
"Seperti nya selain tampan kamu juga pelupa ya? bukankah aku sudah menjawab pernyataan mu di pesan yang ku kirim waktu itu?" ucap Nita membuat mengingat kembali.
"Ayo,kita pacaran jarak jauh untuk sementara." ucap Nita lagi.
"Katakan lagi" ucap Niko yang masih tak percaya dengan apa yang dikatakan Nita.
"Ayo kita pacaran.."
Niko langsung memeluk Nita erat. Senyum mengembang di keduanya.
"Aku akan sangat merindukan mu." ucap Niko.
"Jaga kesehatanmu. Jangan membuat ku khawatir." jawab Nita.
"Ish,itu tidak akan. Secepatnya aku akan menyusul mu ke Indonesia. Tunggu aku." ucap Niko setelah melepas pelukannya.
Tin..tin..
"Jangan parkir di sembarang tempat" ucap seorang petugas polisi yang menghentikan mobil patroli tepat di sebelah mobilnya.
"Baik,maaf pak." ucap Niko lalu kembali melajukan mobilnya menuju bandara. Dengan sebelah tangan nya menggenggam tangan Nita.
Perjalanan yang begitu berkesan bagi Nita maupun Niko. Mereka berharap yang terbaik untuk hubungan mereka.
***
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA..
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN DUKUNGAN KALIAN DI KOLOM KOMENTAR YA..MAKASIHH..🙏🙏🙏🌻🌻
__ADS_1