Inikah Cinta

Inikah Cinta
97


__ADS_3

"Terima kasih banyak untuk semuanya Niko,aku bersyukur bisa bertemu dengan mu." ucap Nita dengan senyum sumringahnya.


"Ish,sudah ku bilang. Jangan berkata begitu. Ini sudah kewajiban ku. Justru aku yang bersyukur bisa bertemu dengan mu. Berkatmu aku bisa keluar dari penderitaan belenggu masa lalu ku." ucap Niko.


Entah kenapa,mendengar ucapan Niko membuat Nita merasa tidak nyaman.Ada keanehan dalam hatinya.


"Tapi..."


"Sssttt...tidak ada tapi. Lihat aku" ucap Niko sambil mengarahkan Nita menghadapnya.


"Kau adalah wanita yang aku cinta sekarang. Jadi aku berhak melakukan apapun yang aku inginkan untuk kebahagiaan mu. Jadi,mintalah apapun yang kamu mau dariku. Aku sama sekali tidak keberatan,justru aku akan sangat senang. Kau mengerti kan?" ucap Niko sambil menatap dalam mata Nita. Memang terlihat jelas kejujuran dari apa yang dikatakan Niko. Tapi masih saja terasa ada batas dalam hatinya yang membuat Nita harus ada batasan dengan Niko.


"Hem." jawab Nita dengan menganggukkan kepalanya.


"Bagus" ucap Niko lega,lalu membawa nita dalam pelukannya.


"Aku menyayangimu" ucap Niko. Nita masih membalasnya dengan menganggukkan kepalannya dan menunjukkan senyumnya.


"Sepertinya akan turun hujan,ayo cepat kita kembali ke apartemen." ucap Niko yang kemudian menarik tangan Nita agar berlari mengikutinya,karena rintik-rintik hujan mulai turun.


"Hei,jangan terlalu cepat.! langkah kakiku tak selebar kamu,tau.!" protes Nita.


"Bukankah tadi aku sudah memintamu untuk ku gendong.Tapi siapa yang menolak coba?"


"hahaha" tawa keduanya mengembang,sambil berlari bergandengan tangan menuju apartemen.


"Akhirnya sampai ju..ga.." ucapan Nita ter jeda saat Niko tiba-tiba berhenti di depannya tepat di pintu masuk apartemen. Namun yang lebih mengejutkan adalah seseorang yang berada tepat di hadapan Niko saat ini. Tatapan mata kedua nya begitu tajam,detak jantung Nita pun berdetak kencang dan seketika wajahnya yang basah oleh air hujan pun berubah pucat dan gemetar di tangannya.


Mengetahui perubahan sikap Nita,Niko pun makin menggenggam erat tangan Nita,dan membawanya ke belakang punggungnya,seolah siap melindungi nya.


Plok..Plokk..Plokkk..


Juan menepuk tangannya dengan tatapan tetap tajam pada Nita dan Niko. Terutama pada tangan Niko yang tengah menggenggam erat tangan Nita.

__ADS_1


"Selamat malam tuan Niko." sapa Juan dengan nada datar dan penuh penekanan di akhir.


"Malam" jawab Niko, singkat.


"Seperti nya aku datang di waktu yang kurang tepat." ucap Juan sinis.


"Kami tidak ada urusan dengan anda,jadi maaf kami pergi." Jawab Niko tegas lalu menarik tangan Nita, bermaksud membawa nya pergi dari sana, karena ia juga tidak mau berurusan lagi dengan Juan.


"Hem,tapi sayangnya aku sama sekali tidak ada niatan untuk membiarkan kalian pergi begitu saja." ucap Juan mendekati Niko,diikuti dengan dua orang pengawalnya yang siap siaga.


"Apa maksudmu?" tanya Niko.


"Hemm,ya aku masih ada urusan denganmu.Jadi, maaf telah merusak suasana kalian. Seperti yang kau tahu,aku masih suami dari wanita yang saat ini ada di belakang mu itu. Dan aku tidak suka istri ku bersama dengan pria lain." ucap Juan tetap dengan nada dan tatapan yang tajam.


Mendengar ucapan Juan,baik Nita maupun Niko merasa geram. Dengan memberanikan diri, akhirnya Nita pun memutuskan mengungkapkan tekanan dalam hatinya. Dia mensejajarkan dirinya di sebelah Niko,awalnya Niko menahannya tapi ia meyakinkan Niko bahwa ia mampu mengatasi nya.


"Hah?? istri? Maaf, saya sama sekali tidak ingat pernah menikah denganmu Juan. Jadi tolong berhentilah mengatur hidup ku dengan dalih aku istrimu. Ok,kita memang pernah berpura-pura menjadi suami istri,tapi itu hanya di hadapan kakek dan nenek Kim. Aku memang menyayangi mereka dengan tulus,tapi setelah aku menyadari seperti nya membohongi mereka bukanlah cara untuk membahagiakan mereka. Jadi,aku sudah memutuskan kalau lebih baik aku jujur pada mereka.Dosa besar jika aku mempermainkan pernikahan dan menyakiti hati mereka. Karena itu,tolong. Tolong kamu juga pikirkan lagi keputusan mu itu. Katakan yang sesungguhnya pada mereka,aku yakin mereka pasti akan mengerti. Di samping itu,kamu tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk bertemu dengan nona Yuri. Dan,aku tak lagi merasa tidak nyaman dengan posisiku." jelas Nita dengan menahan rasa takutnya karena melihat raut wajah Juan yang mulai memerah menahan amarah.


"Aaaw.." Nita pun berteriak kesakitan.


Niko yang melihatnya pun tak tinggal diam,ia pun bergegas mendekati Nita,tapi sayang ia kalah cepat dengan pengawal Juan yang langsung sigap menahannya dengan menjegal kedua tangannya dan menendang belakang lututnya sehingga memaksanya jatuh berlutut.


"Lepaskan aku!!" teriak Niko sambil berusaha melepaskan diri. Namun tak bisa,kakinya diinjak oleh kedua pengawal Juan.


"Lepass..hiks" pinta Nita yang mulai merintih kesakitan. Kedua tangannya berusaha melepaskan cengkeraman Juan di rahangnya.


"Dengar!!! tidak ada seorang pun yang boleh mengatur hidupku. Dan tidak ada yang boleh merusak rencana ku. Termasuk kau!!" ancam Juan garang pada Nita,lalu melepaskan cengkeramannya dengan kasar,sehingga Nita terdorong jatuh ke lantai.


"Brengs*k kau Juan!! Jangan sakiti dia!!!" maki Niko.


"Cih,pria tak berguna seperti mu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku.!" ucap Juan pada Niko.


"Bisa! Aku bisa mengalahkan mu. Terutama aku telah mengalahkan mu karena akulah yang telah mendapatkan cinta Nita,bukan Kau!" timpal Niko.

__ADS_1


"Bughh.." Juan melayangkan bogem keras ke wajah Niko.


"Tidak!! Juan,aku mohon jangan sakiti Niko." teriak Nita sambil memegangi kaki Juan agar ia menghentikan tindakannya.


Juan tak bergeming, ia menyingkirkan kasar kakinya agar tangan Nita terlepas,tapi tak menyangka malah menendang perut Nita,hingga ia terpental mengenai dinding.


"Nita!!" Niko berusaha melepaskan dirinya dari jegalan pengawal namun kembali ia mendapatkan pukulan keras dari pengawal itu.


Juan yang tanpa sadar menyakiti Nita pun panik,ia bergegas mendekati Nita dan mengecek keadaan nya.


"Maaf..maaf..aku tidak sengaja" ucap Juan khawatir namun tangannya ditepis kasar oleh Nita yang terlihat meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Juan makin merasa bersalah karena melihat kening Nita yang juga mengeluarkan darah karena benturan dengan dinding.


Tidak peduli larangan Nita,Juan langsung mengangkat Nita dan menggendongnya. Berjalan cepat membawanya keluar menembus hujan dan memasukkan Nita dalam mobilnya. Kemudian melajukan nya dengan kecepatan tinggi. Tak peduli dengan Niko yang masih ditahan oleh kedua pengawalnya.


"Shitt..!!!" geram Juan sambil memukul stir kemudinya,melihat Nita yang makin pucat dengan meringis menahan sakit.


Dalam hatinya Juan memaki dirinya sendiri yang ceroboh dan tak bisa mengendalikan diri. Rencananya hanya akan mengajak Niko dan Nita bernegosiasi dengan status Nita dengannya di mata publik untuk tiga bulan,tapi nyatanya ia malah terpancing emosi begitu melihat Nita yang tersenyum bahagia dengan Niko sambil bergandengan tangan di bawah gerimis. Hatinya terbakar melihat kemesraan mereka berdua. Ia tidak terima Nita bersama dengan Niko,walaupun ia sendiri sering bersama dengan Yuri,bahkan dengan jelas mengatakan hubungan dekatnya dengan Yuri yang saling mencintai pada Nita,tapi itu tak juga membuat nya senang,karena Nita terlihat biasa saja mendengar perkataan nya tentang hubungannya dengan Yuri. Seharusnya Nita melarangnya, seharusnya Nita kecewa,marah,atau lebih baik cemburu dengan kedekatan nya dengan Yuri.


"Juan,apa yang kamu pikirkan?" Juan bertanya-tanya dengan dirinya sendiri, berusaha mengalihkan pikiran nya.


Sampailah ia di sebuah rumah sakit,dan bergegas menggendong Nita masuk kedalam rumah sakit itu.


"Tolong dia dokter.." ucapnya pada seorang dokter dan beberapa perawat yang sigap menghampirinya.


"hufttt..."


******


SETELAH SEKIAN LAMA, AKHIRNYA AKU MELANJUTKAN EPISODE INI. SEMOGA WALAUPUN TERLAMBAT TAPI BISA MENGOBATI PENASARAN KALIAN AKAN KELANJUTAN CERITA INI. SELAMAT MEMBACA,DAN JANGAN LUPA KLIK LIKE NYA YA...


THANK YOU...


🙏🙏🙏❤️🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2