Inikah Cinta

Inikah Cinta
84


__ADS_3

"Hei,apa kau sudah tidur?" tanya Nita pada Juan yang saat ini sedang membaringkan tubuhnya di atas kasurnya dengan meletakkan pergelangan tangan kanannya di keningnya dengan mata terpejam.


Sementara Nita berada di sofa panjang di dekat ranjang yang ditempati Juan. Ia tidur dengan menghadap kan dirinya melihat ke arah Juan.


Ya saat ini mereka tengah tidur di satu kamar namun di tempat yang terpisah. Juan tidur di ranjang dengan kasur empuknya sementara Nita tidur di sofa. Ini karena kakek dan nenek Kim yang tiba-tiba ingin menginap di sana,sehingga mau tidak mau mereka harus pura-pura tidur bersama dalam satu kamar.


"Hem" Jawab Juan singkat dengan matanya yang masih terpejam.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Nita yang terlihat memikirkan sesuatu.


"Hem" jawab Juan lagi dengan singkat.


"Apa kita benar-benar harus melakukan ini?"


"Hem" jawab Juan.


"Tapi kenapa?"


"Kau tahu jawabannya." jawab Juan.


"Karena skandal mu? huft itu kan masalahmu,kenapa aku harus ikut terkena imbasnya? apa salahku?"


"Karena tidak ada orang lain selain kamu."


"Bukankah kau sudah memberikan banyak uang pada Desi? kenapa tidak kamu meminta dia yang melakukan ini? kan dia sudah menerima bayarannya."


"Aku sudah menyiapkan bayaran untukmu." ucap Juan memotong pembicaraan Nita.


"Huft,kau pikir aku bisa dengan mudah diperjual belikan? aku manusia bukan barang." ucap Nita yang mulai kesal. Namun tak digubris oleh Juan.


"Aku kasihan pada kakek dan nenek. Mereka sudah tua,apa lagi nenek yang sedang sakit. Aku tidak tega menyakiti mereka. Membohongi mereka dengan apa yang kita lakukan. Mereka akan sangat sedih dan kecewa jika mengetahui kebohongan ini." ucap Nita dengan tulus.


"Ju,tolong pertimbangan lagi tindakan mu ini. Belum terlambat untuk mengakui dan menjelaskan semuanya pada mereka. Kasihan mereka, aku tidak tenang dengan keadaan ini. Mereka orang yang baik. Jangan sampai kau menyesal sudah melakukan ini." tambah Nita lagi,namun Juan masih diam tak merespon.

__ADS_1


"Juan? hei,kau tidur?" panggil Nita.


"Hem" jawab Juan.


"Kau dengar apa yang ku katakan?" tanya Nita.


"Ya" jawabnya.


"Hanya 'Ya' ? aku serius Juan, ayolah pertimbangan lagi. Besok aku akan menjelaskan pada mereka."


"Kalau kau berani melakukan itu maka aku jamin keluarga mu di Indonesia akan hidup menderita." ucap Juan mengancam Nita.


"Hei,apa maksud mu? kau mengancamku? Kau kira aku percaya? Kau tidak mungkin melakukan itu. Kau tidak tahu dimana mereka tinggal dan seperti apa merek. Cih."


"Bahkan aku tahu ibumu juga sedang sakit dan kau punya hutang dan adikmu menikah dengan pria yang kau sukai. Kapan kau lahir, seperti apa kehidupan mu juga aku tahu." ucap Juan.


"Ha? darimana kau tahu itu?" tanya Nita heran dengan ucapan Juan.


"Aku masih punya banyak uang untuk memerintahkan orang mencari semua tentang mu. Jadi kau hanya perlu mengikuti permainan ini maka kau tidak perlu khawatir dengan keluargamu dan juga hutangmu."


"Kau bisa menghubungi mereka sekarang."


"Ponselku,ada padamu kan?"


"Besok akan ku berikan." jawab Juan.


"Huft,curang,lalu bagaimana aku bisa bertanya pada mereka?!"


"Besok saja, sekarang sudah malam. Lebih baik kau tidur,kau butuh banyak tenaga untuk besok." jawab Juan.


"Huft, menyebalkan." keluh Nita.


"Berhentilah mengeluh, itu menggangguku!." ucap Juan.

__ADS_1


"Cih,kau yang membuatku begini. Aku sampai kehabisan kata-kata bagaimana harus mengingatkan mu. Padahal kau orang yang pintar, kau punya segalanya. Aku masih tidak percaya, bagaimana bisa dengan mudahnya kau mengaku sudah menikah denganku. Padahal aku sendiri tak menyadari dan mengingat kapan aku pernah menikah denganmu. Ini sama saja kau ingin menghancurkan hidupku."


"Aku minta maaf,aku akan memberikan ganti rugi padamu." jawab Juan.


"Haish,tidak semua hal bisa dibayar dengan uang."


"Aku tahu,tapi aku harus melakukan nya. Bukan aku tak punya nurani,namun aku harus mengorbankan perasaan orang yang ku sayang demi menyelamatkan ribuan orang yang bergantung denganku. Aku tidak bisa membiarkan mereka yang bekerja denganku ketika menjadi pengangguran karena skandal yang itu bukan sepenuhnya salahku. Hanya karena aku lajang kemudian lawan bisnis ku ingin menjatuhkan ku dengan cara murahan seperti itu. Bukan aku tak menyayangi kakek dan nenek, tapi aku yakin mereka akan mengerti alasanku. Karena itulah,bagaimana kalau mulai sekarang kita mulai membiasakan diri kalau kita ini sepasang suami istri. Setidaknya di depan umum. Lagi pula kau juga tidak akan rugi." jelas Juan yang kemudian membuka matanya dan memposisikan tidur nya miring menghadap ke Nita yang tidur di sofa di depannya.


Setelah mendengarkan penjelasan Juan,Nita merasa yang dikatakan Juan tak sepenuhnya salah. Dia juga sedang berusaha menyelamatkan perusahaan dan kehidupan banyak orang yang bekerja di sana.


Melihat Nita yang tengah berfikir batin Juan bersorak.


"Kali ini kau pasti tidak akan ragu lagi untuk mengikuti peraturan ku." batin Juan.


"Huft,aku tak menyangka ternyata kau punya belas kasihan juga yah? ku pikir kau cuma bisa seenaknya sendiri, sombong dan menyebalkan." ucap Nita.


"Hem,tapi ingat lah Juan,serapat apapun kau menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga baunya. Saat itu,kau harus benar-benar siap dengan segala resikonya." tambahnya lagi.


"Asalkan aku sudah merubah struktur K Group,itu tidak masalah. Dan akan ku urus secepatnya orang-orang yang berusaha menjatuhkan ku dengan cara licik itu. Kau tidak perlu khawatir,ini tidak akan berlangsung lama. Dan ku jamin tidak akan ada imbas yang besar,asal kau mau tutup mulut dan bekerja sama denganku. Kali ini aku sungguh meminta bantuan mu,bukan memerintahmu. Walau aku tahu aku menggunakan cara yang salah dalam meminta bantuan mu. Maaf." jawab Juan.


"Baiklah. Aku melakukan ini untuk nenek." jawab Nita.


"Terima kasih." ucap Juan.


"Hem." jawab Nita.


"Selamat malam" ucap Juan. Namun tak dijawab oleh Nita. Ia langsung memejamkan matanya, membuat dirinya nyaman hingga benar-benar terlelap dalam tidurnya.


Suasana malam yang tenang,hanya terdengar detak jam di dinding kamar itu membuat suasana terasa makin sunyi. Kelopak mata Juan yang mulai terasa berat pun akhirnya membawanya ke dalam tidurnya.


****


AUTHOR

__ADS_1


Terima kasih sudah sabar menanti episode ini. Terima kasih juga atas pengertian kalian semua,mohon maaf kalau aku belum bisa memenuhi harapan kalian untuk bisa update tepat waktu. Tapi kedepan akan selalu ku usahakan agar bisa lebih cepat dapat inspirasi dan lebih semangat lagi. Tetap dukung aku dengan kasi LIKE dan komen buat nyemangatin aku ya. You are the best readers. Thank you..❤️❤️🤗🤗


__ADS_2