Inikah Cinta

Inikah Cinta
66


__ADS_3

Drrrt Drrrt Drrrt


Dering ponsel Nita membangunkan Nita, memecah keheningan di pagi hari itu.


"Halo, assalamualaikum" ucap Nita setelah ia melihat siapa yang menelepon nya.


"Waalaikumusalam,Nita bagaimana kabarmu nak?" suara dari seberang telepon yang terdengar lemah namun suara itu sangat dirindukan nya.


"Alhamdulillah,Nita baik ma. Mama bagaimana? Maafin Nita ya ma,Nita gak bisa." ucapan Nita terpotong oleh mamanya.


"ssstt sudah jangan dipikirkan,yang penting sekarang mama sudah baik-baik saja. Kamu juga harus selalu jaga kesehatan,jangan berlebihan kerja nya." ucap mama Wati, wanita yang menyayangi Nita anak sulungnya itu.


"Mama tidak usah khawatir,Nita selalu sehat dan bisa jaga diri sendiri. Emm bagaimana kabar Nila mah?" tanya Nita. Nila adalah adiknya.


"Nila juga baik,,em..." ucapan ibunya terhenti seraya memikirkan sesuatu dan ragu untuk menyampaikan nya pada Nita.


"Ada apa mah?" tanya Nita yang penasaran.


"Nita, usia mu sudah 29 tahun. Apa kamu.." ucapan mama Wati terhenti karena masih ragu mengucapkan nya.


"Mah,mama tidak usah khawatir. Aku baik-baik saja sendiri. Bagiku mama yang terpenting. Kesehatan dan kebahagiaan mama adalah kebahagiaan buatku juga. Tidak ada yang lebih berarti dari itu ma." tutur Nita dengan tulus.


"Tapi nak,mama juga ingin melihatmu menikah nak, menimang cucu darimu. Kinar dan Kian sudah tumbuh sehat, sebentar lagi si kembar itu berusia 4 tahun. Mereka anak-anak yang baik dan lucu. Mama sudah tua nak,mama juga sering sakit. Mama tidak tahu kapan Allah akan memanggil mama"


"Ma.!!" seru Nita yang membuat komunikasi ibu dan anak itu hening beberapa saat.


"Jangan berkata begitu ma, mama harus sehat. Mama harus temani Nita sampai kapanpun. Nita sayang mama, Nita sudah sangat bahagia dengan mama. Tolong, mama jangan berkata yang tidak-tidak." jelas Nita dengan air mata yang ia tahan.


"Huft,mama tahu kamu sangat menyayangi mama. Tapi tolong coba pikirkan permintaan mama. Beberapa hari yang lalu Alan datang ke rumah. Dia menanyakan mu. Mama yakin dia sangat menyukaimu. Dia pemuda yang baik nak, cobalah untuk membuka hatimu untuk nya." pinta mama Wati.


"Ma,kita hanya sahabat. Dan tidak akan lebih dari itu. Nita tidak menaruh hati padanya. Ma, sebentar lagi Nita harus siap-siap untuk bekerja. Maafkan Nita yang belum bisa berbakti sama mama." jawab Nita mencoba menghentikan pembicaraan itu. Karena ia sudah mulai tidak nyaman saat mamanya sudah mulai mengingatkan nya untuk segera menikah.


"Baiklah,selamat bekerja putriku. Jaga dirimu. Jaga sholat mu, doa ibu selalu menyertaimu nak. Assalamualaikum" jawab mama Wati.


"Waalaikumusalam ma." jawab Nita,kemudian mematikan sambungan telefon itu.


Untuk beberapa saat,ia masih duduk termenung di tempat tidur nya. Ia Memikirkan perkataan mama Wati barusan. Bukan ia tak mau menikah, namun luka hati nya masih juga belum sembuh. Ya, bisa dibilang Nita masih sangat trauma dalam hubungan asmaranya. Setelah Erwin pacar pertamanya selingkuh dan menikah dengan sahabatnya sendiri. Dan berikutnya adalah Delon, pria yang mendekati nya ternyata Nila adiknya juga menaruh hati padanya,sehingga Nita terpaksa mengalah dan menyembunyikan perasaan nya. Di samping ia punya tanggung jawab ekonomi satu-satunya di keluarga nya setelah ayahnya meninggal dan meninggalkan hutang karena biaya perawatan nya di rumah sakit, sehingga ia terpaksa berhutang. Dan biaya pernikahan Nila yang tak sedikit, karena keluarga dari Delon yang meminta nya. Jika bukan karena Nila yang terlalu mencintainya mungkin biaya pernikahannya tidak akan begitu membebani Nita. Namun, ia tidak mau merusak kebahagiaan adiknya, sehingga dengan ikhlas ia bersusah payah untuk keluarganya.


Tok..tok..tok..


Suara seseorang mengetuk pintu,membuyarkan Nita dari lamunannya.


"Ya" sahut Nita.


"Kau sudah bangun?" tanya Juan dari balik pintu.


"Ya,aku sudah bangun." jawab Nita sambil bersiap beranjak dari tempat tidur.


"Boleh aku masuk?" tanya Juan.


"Ya" jawab Nita yang sudah berdiri dan hendak membuka pintu namun Juan sudah terlebih dulu membukanya.

__ADS_1


"Wah,pak direktur sudah rapi sekali pagi-pagi begini?" seru Nita begitu melihat penampilan Juan yang sudah rapi dengan mengenakan setelan jas nya.


"Aku ada perlu hari ini. Maaf aku tidak bisa menepati ucapan ku untuk merawat mu selama kau sakit." ucap Juan.


"Eits,siapa yang sakit. Aku sudah sangat sehat sekarang, kau lihat kan?" jawab Nita sambil sedikit memutarkan tubuhnya seraya menunjukan kondisinya yang sehat dan bugar.


"Iya,,iya..kau terlihat sehat namun lusuh dan tak menarik sama sekali dengan penampilan mu sekarang. Cih, seharusnya kau cuci muka dulu." ucap Juan sinis.


Mendengar itu Nita pun terkejut dengan memegang kedua pipinya dan sontak berlari menuju meja rias untuk melihat penampilannya.


"Astaga.! kacau sekali." gumam Nita,kemudian berlari menuju kamar mandi dan mengacuhkan Juan yang masih berada di kamar itu.


"Hei,aku belum selesai bicara!" ucap Juan setengah berteriak karena Nita sudah memasuki kamar mandi.


"Kau lanjutkan lagi nanti, tunggu aku di luar. 10 menit aku selesai.!" jawab Nita dengan suara yang lebih keras juga.


"Haish,wanita itu benar-benar." gumam Juan yang heran dan kesal dengan Nita. Namun ia memilih keluar dari kamar itu dan menunggu Nita di ruang makan.


Nita menyelesaikan kegiatan nya secepat mungkin yang ia bisa,karena ia tahu Juan bukan orang yang akan dengan sabar menunggu. Benar-benar pria yang sangat menghargai waktu. Ia selalu On Time dalam setiap jadwalnya.


15 menit berlalu, Nita sudah selesai dengan kegiatannya mandi dan sholat subuh,dan sudah berada di ruang makan. Ia menarik kursi di hadapan Juan dan mendudukkan dirinya disana.


"Kau telat 5 menit" ucap Juan tiba-tiba.


"Hah? em..maaf" jawab Nita dengan berkata dalam hatinya (manusia es ini benar-benar menghitung waktu yang ku sebutkan tadi dengan sangat baik.)


"Ya tidak masalah." jawab Juan.


"Jam 6 nanti aku akan terbang ke Jeju mengurus Restoran jelek itu sekalian bertemu klien juga. Jadi kau bisa menghubungi Niko untuk segera kembali ke Jeju dan mengurus restorannya sendiri. Sehingga dia tak perlu mengganggu mu lagi." jelas Juan.


"Wah? apa aku tidak salah dengar?? maksudnya kamu sudah mengembalikan restoran itu pada Niko? Alhamdulillah, senangnya. Terim kasih Juan." tutur Nita dengan antusias dsn senyum yang menghiasi wajahnya.


"Tepatnya,baru tanda tangan kesepakatan dengan Yunu selaku penjual dari restoran itu." jelas Juan.


"Tetap saja aku berterima kasih banyak padamu pak direktur." ucap Nita sambil berdiri dan membungkuk.


Cetakkk


"Awww!!" seru Nita yang kesakitan karena tiba-tiba Juan menyentil dahinya sehingga ia pun mendongak dan menatap tajam Juan seolah mengisyaratkan kenapa ia di sentil dan apa kesalahannya.


"Apa? sakit?" tanya Juan dengan santainya seolah tak bersalah sama sekali.


"Huft,sabar sabar. Gak kok,gak pa pa. Kalau mau jitak juga gapapa kok.he" ucap Nita dengan nada menahan kesal nya.


Cetakkk


"Aawww!!!" seru Nita lagi karena ternyata Juan benar-benar melakukan apa yang dikatakannya, "apa salahku? cih,ternyata wajah tampan mu sungguh mengerikan, suka marah,jutek dan parahnya tukang jitak,waoww sungguh kasihan istri mu nanti,semoga kau gak memukulinya, karena bisa bahaya kan kalau kau dituntut karena KDRT.hemm" omel Nita dengan kesalnya.


"Tentunya justru karena kau bukan istriku makanya aku bebas melakukan apapun. Aku pastikan kalau aku ini adalah pria idaman istri tau.!" jawab Juan dengan sombongnya.


"hah??? gak salah?? bhuahahahaha..ya..ya..aku percaya kok.hahahaha" tawa Nita menggema saking anehnya mendengar apa yang dikatakan Juan barusan.

__ADS_1


BRAKKK


Juan menggebrak meja di hadapannya sehingga seketika Nita pun menghentikan tawanya karena kaget.


"Ma,,maaf. Aku hanya bercanda. Piss" ucap Nita sambil mengacungkan dua jari nya membentuk huruf V karena ia melihat raut wajah Juan yang sudah merah padam penuh amarah. Tak mau mengambil resiko,Nita pun beranjak dari duduknya perlahan dan mulai melangkah mundur hendak melarikan diri dari tempat itu. Saat ia berhasil membalikkan badannya tiba-tiba Juan memanggilnya.


"Mau kemana?" tanya Juan dengan suara berat nya. Nita pun menoleh dan menunjukan senyum meringisnya.


"he,mau ke kamar" jawab Nita ragu.


"Kau tak mau menemaniku sarapan?" tanya Juan yang sebenarnya lebih tepatnya adalah perintah bagi Nita.


"emm,aku masih kenyang. Nanti saja." jawab Nita seramah mungkin karena ia merasa tak nyaman jika harus makan bersama Juan dengan aura Juan yang menakutkan. Bisa-bisa ia tak bisa menelan makanan nya.


"Baiklah,aku juga tidak sarapan." ucap Juan yang langsung berdiri akan meninggalkan ruang makan itu.


"Hah?" tanya Nita heran.


"Ah iya,kau panaskan sendiri makanan itu. Dan kalau kondisimu memang sudah sehat nanti malam asisten song akan menjemputmu dan mengantarmu ke rumah utama kakek dan nenek jadi kau bersiaplah. Kalau begitu aku berangkat sekarang."jelas Juan yang sudah berdiri di ambang pintu dan bergegas hendak pergi.


"Tunggu!" cegah Nita dan menghentikan langkah Juan.


"Itu,apa aku boleh keluar sebentar?" tanya Nita ragu.


Juan menoleh dan menatapnya tajam.


"Aku mau membeli beberapa baju" jelas Nita lagi.


"Ada masalah dengan baju yang ku belikan?" tanya Juan.


"Tidak,tapi aku tidak terbiasa berpakaian seperti itu. Aku tidak nyaman." jawab Nita.


"Huft,baju seperti apa yang kau inginkan? biar nanti asisten Song yang mengantarmu." tanya Juan heran karena ia telah membelikan baju dari brand ternama dengan harga yang mahal tapi malah tak dipakai satupun oleh Nita. Padahal baju itu menjadi incaran banyak wanita yang bahkan tak bisa membelinya karena harganya yang mahal. Hanya kalangan sosialita yang mampu membelinya.


"Aku bisa membelinya sendiri. Jadi biarkan aku keluar sebentar hanya untuk membeli beberapa baju, atau aku ambil bajuku di rumah kak jiwo. Pasti kau tidak mengijinkan kalau aku kesana kan?" tutur Nita.


"Haishh,terserah kamu saja lah. Aku pergi." jawab Juan yang langsung pergi.


"Yesss" sorak Nita kegirangan setelah Juan pergi.


Tak lama,Nita langsung berlari ke kamar dan mengambil ponselnya.


Tut..Tut...


"Halo,Niko..."


****


AUTHOR


Halo my readers,semoga suka dengan episode ini..❤️❤️🤗🤗🌻🌻

__ADS_1


THANK YOU yang sudah klik LIKE dan meninggalkan komentar nya..😘


__ADS_2