Inikah Cinta

Inikah Cinta
90


__ADS_3

"Em, sebaiknya aku buatkan minum dulu." ucap Nita yang langsung bergegas menuju dapur untuk memecah kekakuan di ruang tamu,dimana saat ini ada Juan yang semalam tidak pulang dan ada wanita yang sosoknya tak asing untuk Nita,dia adalah Yuri. Bukan Yuri yang ia tahu saat ia masih bekerja di Star Hotel,melainkan ini adalah sosok Yuri yang asli, Yuri yang selama ini dicintai dan dicari oleh Juan.


Nita sadar saat ini posisinya sangat tidak diharapkan oleh kedua orang itu. Namun, Nita tak tahu harus bagaimana. Ini bukan keinginan nya, tapi kenapa sedari tadi Juan hanya duduk diam seolah enggan mengatakan sesuatu padanya,sehingga membuat raut wajah Yuri yang duduk di sebelahnya pun ikut memandang pada Juan seolah memintanya untuk mengatakan sesuatu.


Tak mau memaksa percakapan,Nita pun akhirnya berinisiatif untuk pergi membuatkan minum untuk mereka sembari menunggu suasananya nyaman untuk mereka bertiga.


Beberapa saat kemudian ia pun keluar membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat dan sepiring kue brownies yang dibuatnya kemarin.


Setelah menyajikan,Nita pun kembali duduk di hadapan Juan dan Nita.


"Duh, kenapa suasana nya canggung begini ya? aku harus bagaimana?" tanya Nita dalam hati.


"Ehem, si..silahkan diminum tehnya selagi hangat.he" tawar Nita dan di respon dengan anggukan dan senyum ramah oleh Yuri.


"Terima kasih banyak." jawab Yuri yang kemudian menyeruput teh yang disajikan Nita.


"Wah,suaranya lembut dan ramah sekali. Penampilan nya juga sangat elegan,walau dia juga pasti sedang sama canggungnya denganku. Pasangan yang sangat cocok dan serasi. Juan tidak salah menyukai wanita sepertinya." kagum Nita pada Yuri dalam hatinya.


Terlihat Yuri memegang tangan Juan seolah memberi kan isyarat.


DEG


"Jantungku,kau kenapa? rasanya kok sesak ya?" batin Nita,lalu dia menarik nafas dalam dan menghembuskan nya perlahan.


"Sebelumnya mohon maaf jika kedatangan ku mengganggu mu." ucap Yuri ramah dengan senyum manisnya.


"Ah,tidak kok. Sama sekali tidak mengganggu.hehe" Jawab Nita.


"Perkenalkan,namaku Yuri. Aku adalah teman semasa kecil Juan." Jelasnya lagi.


"Oh,iya. Aku tahu,Juan sudah menceritakan tentang mu sebelumnya. Senang bisa bertemu langsung denganmu. Aku Nita,senang bertemu denganmu." jawab Nita.


"Syukurlah kalau kau sudah tahu tentangku." ucap Yuri dan di jawab dengan anggukan oleh Nita.


"Juan,apa kau tidak mau mengatakan sesuatu?" tanya Yuri masih dengan tangan nya yang menggenggam tangan Juan.


"ehem,Nita." ucap Juan yang terlihat ragu,namun tangan kirinya kemudian menggenggam tangan Yuri yang sedang memegang tangan kanannya. Pemandangan yang sangat membuat mata Nita gatal,namun ia harus menahannya.


"Ya?" jwab Nita.


"Kau,kau masih ingat perjanjian nikah kita kan?" tanya Juan dengan nada ragu.


"Ya?" jawab Nita lagi.


"A-aku sudah menceritakan tentang pernikahan kita yang sebenarnya pada Yuri. Seperti yang pernah ku ceritakan padamu,wanita yang aku cintai selama ini adalah Yuri. Maka aku berencana untuk mewujudkan cintaku saat ini." ucap Juan.


Sebenarnya Nita bingung harus berkata apa. Pernikahan nya dengan Juan? ia sendiri tak yakin jika ia sudah menikah dengan Juan. Entah bukti apa yang ditunjukkan nya di ruang rapat saat itu karena ia tak bisa melihatnya,lantaran layarnya berada di belakang tempat duduk Nita. Dan saat itu,ia terlalu fokus dengan situasi yang terlihat tida nyaman. Seharusnya sekarang dengan adanya Yuri ia bisa senang,Karena ia tak perlu lagi menjadi tameng bagi Juan di mata para pemegang saham,kakek nenek Kim,dan para relasinya. Selain itu,ia juga bisa pulang ke Indonesia sesuai keinginannya. Tapi,kenapa hatinya terasa perih melihat dan mendengar ucapan Juan.? ia tak mengerti.


"Ya? Ah,te..tentu saja." jawab Nita singkat.


"Huft, syukurlah. Aku lega sekarang. Maaf,awalnya aku ragu mengatakan ini,namun sekarang aku akan dengan tenang mengatakannya. Jadi,mulai hari ini Yuri akan tinggal juga dirumah ini. Toh setelah tiga bulan kita akan bercerai dan saat itu aku akan langsung menikahinya.Oleh karena itu,sampai saat itu tolong jangan katakan ini pada siapapun termasuk kakek dan nenek. Kau bisa kan?" jelas Juan.


"Hah? ehem,maksudmu kau ingin aku membohongi mereka lagi?" tanya Nita tak percaya dengan rencana gila Juan.


"Hanya sampai tiga bulan. Tidak lama kan?" ucap Juan lagi dengan santainya.

__ADS_1


"Huft,maaf. Bukan aku ingin menghalangi hubungan kalian. Namun untuk membohongi kakek dan nenek lagi aku tidak bisa. Sudah cukup aku membohongi mereka dengan berpura-pura menikah. Bagaimana perasaan mereka jika mereka tahu aku membohongi mereka tidak hanya satu kali tapi dua kali? dan mungkin akan berkali-kali? Jadi,maaf Juan, Yuri apapun urusan kalian aku tidak mau ikut campur." jelas Nita dengan perasaan kesal.


"Baiklah,aku anggap kalimatmu terakhir. adalah jawaban mu. Dengan kau tidak ikut campur,kurasa itu lebih baik." jawab Juan.


"Mohon bantuannya." ucap Yuri yang tiba-tiba sedikit membungkuk kan punggungnya untuk meminta dengan sungguh-sungguh pada Nita.


"Cih,awalnya ku kira mereka pasangan serasi. Ternyata aku salah,Ini bukan serasi cintanya tapi serasi buta nya. Sampai tak bisa menjalankan nalurinya pada orang lain selain pujaan hatinya. huh,lebay sekali." Batin Nita yang kesal melihat dua orang di hadapannya.


"Kalau begitu,kenapa harus menunggu tiga bulan? kenapa tidak besok saja kalian menikah? bukankah lebih cepat kalian menikah itu lebih baik? setidaknya kalian tidak perlu menyembunyikan hubungan kalian." ucap Nita.


"Hah, masalahnya tak semudah itu. Tak mungkin aku menikahi mu hanya untuk satu bulan kemudian menceraikan mu dan langsung menikahi wanita lain,ini bukan meredakan berita sebelumnya tentangku tapi malah menambah berita negatif tentangku yang berselingkuh atau aku playboy atau lainnya." sanggah Juan.


"Hah? kau anggap kau pria baik dan tidak berselingkuh? aish lucu sekali." batin Nita dengan pandangan heran pada Juan.


"Aku lelah dan sedikit sakit kepala,maaf sepertinya aku harus beristirahat." ucap Nita,lalu beranjak dari duduknya bersiap pergi ke kamarnya.


"Ponselmu." ucap Juan. seketika Nita menghentikan langkahnya.


"Ini,ku kembalikan ponselmu." ucap Juan lagi sambil menyerahkan ponsel Nita yang selama ini disita oleh nya. Nita pun langsung meraih ya dengan cepat.


"Kau boleh menghubungi siapapun." ucap Juan.


"Terima kasih."jawab Nita,lalu ia pun pergi ke kamarnya.


Setelah Nita pergi,hanya ada Juan dan Nita di ruangan itu.


"Juan" panggil Yuri.


"Ya?"


"Sangat yakin." jawab Juan dengan menatap mata Yuri.


"Baiklah.Aku percaya padamu."


"Ayo ku tunjukan kamarmu." ajak Juan pada Yuri.


"Tunggu,apa kita akan tidur terpisah?" tanya Yuri heran.


"Maaf,selama publik mengetahui aku masih menikah dengan Nita,aku harus berhati-hati dengan tindakanku. Aku tidak mau nenek dan kakek tahu kalau aku hanya berpura-pura. Akan sulit kalau kita sekamar jika mereka sewaktu-waktu datang kemari. Ku harap kau mau mengerti,ini hanya untuk sementara." jelas Juan dengan raut memohon pada Yuri.


"Huft,baiklah. Setidaknya kita masih satu rumah." jawab Yuri dengan menampilkan senyum nya.


"Terima kasih sayang." ucap Juan dengan mengecup kening Yuri. Lalu menunjukkan kamar untuk Yuri yang berada sedikit di bagian tepi rumah itu.


"Kenapa kamarku jauh sekali dengan kamarmu? dan ini di lantai tiga." tanya Yuri yang sedikit merasa tidak suka. Pasalnya tadi ia sudah ditunjukan semua ruangan yang ada di rumah itu termasuk letak kamar Nita dan Juan yang bersebelahan,sementara kamarnya terpisah di lantai tiga sendiri.


"Maaf,ini satu-satunya kamar yang pasti aman jika sewaktu-waktu kakek dan nenek datang. Untuk sementara aku harus menyembunyikan mu dulu." jelas Juan.


Yuri tak langsung menjawab,ia sedang menata hati nya untuk bisa menerima situasinya saat ini.


"Baiklah." Jawab Yuri.


"Syukurlah,terima kasih. Sungguh,aku beruntung memilikimu. Bersabarlah sedikit ya sayang." ucap Juan sambil memeluk Yuri untuk menenangkannya.


Sementara Nita dikamar nya langsung menyalakan ponselnya.

__ADS_1


"Wah,ternyata pria itu selama ini selalu membawa ponselku kemana-mana. Pantas saja aku tidak bisa menemukannya di rumah ini. Tapi syukurlah dia selalu mengisi baterai nya." gumam Nita sambil mulai membuka aplikasi di ponselnya.


Dilihatnya begitu banyak pesan yang belum terbaca di W chat dan SMS. Nita sangat penasaran siapa saja yang mengirimkan pesan sebanyak itu.


Begitu membuka pesan W chatnya,ia terkejut. Di barisan pertama tertera nama Niko,ia mengirimkan ratusan pesan untuknya. Dengan jari gemetar ia membuka dan membaca pesan dari Niko. Setitik rasa lega di hatinya karena dalam pesan yang tertulis dari Niko,ia menjelaskan tentang adanya keganjalan dari kejadian di hotel tempo hari. Sampai ia meminta maaf pada Nita karena sempat terburu-buru mengira Nita yang negatif. Ternyata ia sudah dibohongi oleh Juan,dan begitu menyesalnya ia karena telah membiarkan Nita di situasi saat ini.


"Ah, syukurlah. Setidaknya Niko sudah tahu keadaanku." gumam Nita lega setelah membaca semua pesan dari Niko.


Drrrttt... Drrrttt....


Ponsel Nita berdering dan terpampang nama Niko yang menelepon. Tak mau menunggu lama,Nita pun langsung menerima panggilan itu.


"Halo" ucap Nita.


Beberapa detik tak ada jawaban dari Niko.


"Apa seharusnya tidak ku angkat ya? huft." batin Nita.


"Syukurlah,aku masih bisa mendengar suara mu. Apa kau baik-baik saja?" tanya Niko dengan suara tenang namun penuh kekhawatiran.


"Baik. Aku sangat baik Niko. Bagaimana denganmu?" tanya Nita.


"Tidak baik. Aku..tidak baik-baik saja." jawab Niko cepat.


"Apa kau sedang sakit?" tanya Nita.


"Ya." Jawab Niko.


"Kau sakit apa? sudah berapa lama? sudah ke dokter? atau kau sedang di rumah sakit? Dimana?" tanya Nita bertubi-tubi pada Niko.


Sekilas terukir senyum di bibir Niko,walau hatinya masih belum bisa menerima status Nita saat ini. Namun yang pasti,ia tahu kalau Nita masih Nita yang ia kenal sebelum ataupun setelah saat ini statusnya adalah istri Juan. Tapi ia tak peduli, seperti yang dikatakan Nita melalui pesan yang dikirimnya dulu,itu bukan situasi yang diinginkannya. Maka Niko akan segera menyelesaikan nya.


"Apa kau bisa datang kemari? aku sangat sakit." ucap Niko. Sontak Nita yang mendengar nya pun khawatir.


"Kau dimana?" tanya Nita.


"Ku kirim alamat nya. Cepatlah kemari." jawab Niko,kemudian mematikan sambungan telepon nya.


Nita pun langsung bersiap,dan bergegas pergi untuk menemui Niko. Sambil melihat ponselnya yang baru saja terlihat sebuah pesan dari Niko yang mengirimkan alamat dimana ia berada. Nita pun langsung kesana. Ia tak mempedulikan lagi larangan dari Juan. Karena ia yakin,mulai hari ini Juan hanya fokus pada Yuri dan secepatnya pasti akan membebaskan nya tanpa harus menunggu tiga bulan pernikahan mereka.


Beberapa saat kemudian..


Rumah Sakit Korea,Nita sudah berada di sana. Ia berlari mencari kamar yang disebutkan Niko di pesannya. Perasaan khawatir,bersalah dan sedih bercampur jadi satu. Ia merasa sudah menyakiti Niko, pria baik itu tak pantas sakit untuk kedua kalinya. Tak dipungkiri Nita masih menyimpan perasaan yang dulu sempat akan ia ungkapkan pada Niko. Dengan air mata yang mulai menetes di pipinya,Nita melihat kesana kemari nomor kamar yang ditujunya. Hingga ia berada di depan sebuah kamar yang dicarinya sejak tadi. Dengan tangan gemetar dan tangis yang tertahan ia memegang gagang pintu, ia mendorong nya dan membukanya perlahan. Detak jantungnya seakan berhenti begitu melihat sosok pria yang terbaring di ranjang pasien lengkap dengan seragam pasien yang dikenakannya.


"Niko..?" ucap Nita sedih,tak percaya Niko benar-benar sedang sakit dengan wajahnya yang terlihat sangat pucat.


Dengan senyum lemah yang dipaksakan Niko menyambut Nita. Hingga Nita pun berlari menghamburkan dirinya memeluk Niko dengan Isak tangis yang pecah. Niko pun membalas pelukan Nita walau dengan tubuhnya yang terlihat masih lemah.


"Menangis lah" ucap Niko.


***


AUTHOR


TERIMA KASIH BANYAK ATAS DUKUNGAN KALIAN DENGAN MASIH SETIA MEMBACA DAN MENANTI TIAP EPISODE LANJUTAN DARI CERITA INI. AKU AKUI MEMANG AKU MASIH BANYAK KEKURANGAN,NAMUN AKU SELALU BERUSAHA MENULISKAN YANG TERBAIK UNTUK KALIAN. SEMOGA KALIAN MENYUKAI KARYAKU. JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN SARAN TERBAIK KALIAN UNTUK KEMAJUANKU AGAR LEBIH BAIK LAGI DAN KLIK LIKE NYA UNTUK MEMBANTU MENYEMANGATI KU DALAM MENULIS. SEMOGA KALIAN SELALU SEHAT DAN SETIA MEMBACA KARYAKU. TERIMA KASIH.🙏🙏🙏

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2