Inikah Cinta

Inikah Cinta
14


__ADS_3

PROV AGNES


hari ini setelah kami pulang dari supermarket tadi aku melihat kemurungan di wajah Lisa.


" Lis kamu yang bersihin ruang tengah yah, biar aku yang ke dapur bersihinnya." ucapku membagi tugas agar lebih cepat selesainya. tapi Lisa hanya mengusap usap meja tanpa menghiraukan aku


" woiiii, melamun aja kamu. kesambet setan tau rasa udah"aku berjalan ke arahnya dan ku tepuk pudaknya


" astaga Nes, copot jantungku sudah"


" hahahahha, makanya kalo di ajak biaca itu nyahut bukan nya malah melamun aja. btw kamu kenapa sih Lis.."


" Lisa gak papa. cuma sedikit kepikiran aja sama Ibu, mungkin efek kangen kali sama mereka"


" ya udah cepatan sana kamu mandi biar aku aja yang beresin rumahnya. abis mandi kamu telpon Ibu aja siapa tau kartunya dah berfungsi" Tuturku merasa kasihan dengan Lisa yang begitu risau dengan Keluarganya.


" makasih ya Nes, nanti kita tukaran aja jadwal selanjutnya"

__ADS_1


" ia sana gih sebelum aku berubah fikiran"


" ok ok, kesempatan data sekali aja. jadi gak bakal ku sia siain" Lisa mengelap tangannya dan lari ke kamar mengambil handuknya.


Setelah beberapa menit di kamar Lisa keluar kagi dari kamar.


" Nes, belum berfungsi lagi. sambil nunggu sini aku susunin piringnya."


" boleh tuh" ucapku lagi


" ya udah skarang aku mandi dulu yah. kamu coba aja dulu lagi kartunya mana tau udah bisa"


Setelah mandi kubuka pelan pintu kamar ku dan Lisa. tapi aku terkejut bukan main saat Aku melihat Lisa sedang duduk memojok di bawah tempat tidur serta memeluk lututnya. ku Lihat tubuhnya juga sedikit bergetar menandakan Lisa sedang menangis.


Lis...., Lis...., kamu kenapa Lis..." ucapku mendekat.


namun dia masih terdiam aja. Aku mengangkat dagunya ke atas dan mengusap rambut Lisa yabg menghalangi wajah Lisa

__ADS_1


" lisa cerita dong sama ku.." tapi Lisa hanya menangis aja.


" ya udah kalo kamu belum bisa cerita nggak papa. tapi Aku dengan senang hati akan mendengarkanmu kalo nanti mau cerita" ucapku seraya memeluk Lisa.


Kupeluk Lisa untuk menenangkan dirinya.ku tepuk tepuk pundaknya agar dia bisa meluapkan semua yang ada dalam hatinya lewat tangisan. karena seperti itulah Wanita.ketika mulut tidak mengatakan isi hatinya tapi airmata bisa menetralkan hati secara perlahan.


Ini pertama kali Lisa menangis seperti ini. Lisa menangis seperti memendam kekwatiran yang sangat besar.


Tangisan Lisa mulai mereda. dia hanya diam di pelukanku tiba tiba handpone Lisa berdering dengan nyaring


Nada dering dari Katty parry "ROAR" setelah melihat layar handpone Nampak wajah Lisa langsung berubah seketika. mematikan panggilan itu dan menghubungi Nomor itu kembali


"halo Adi ini nomor kak Lisa. kenapa tadi kamu tidak angkat waktu kaka hubungi handpone mu? Apa selama ini Ibu ada keluhan keluan yang lain? trus gimana kabar kamu dan Ibu? " Lisa nampak menyerocos tampa henti sampai adiknya tidak bisa di beri kesempatan berbicara. aku hanya tertawa melihat perbualan nya dengan adiknya yang nampak sangat akrab.


HAY BUAT SEMUA PARA PEMBACAKU. TOLONG DONG KASIH DUKUNGAN BUAT AUTHOR BIAR LEBIH SEMANGAT UP NYA. KASIH JEMPOL NYA DONG SEKLAI COMENT DAN VOTE NYA.


MAU UP BANYAK BANYAK. TAPI YANG LIKE HANYA SEDIKIT

__ADS_1


PLEASE... BANTU AUTHOR. TAMPA KALIAN AUTHOR BUKANLAH APA APA😊😊😊


__ADS_2