
Setelah bersapaan Pak Bram berjalan beriringan dengan kami menuju lobi Giant itu.
" oh ia, kenapa bapak Bram berada disini?" tanyaku memberanikan diri
" oh kebetulan saya ada perusahaan disini, kalau kalian disini sedang apa?" tanya pak Bram kembali
" ahhkkkk, kami kerja disini pak" ucap Agnes menjawab pak Bram
" oh yasudah, jadi kalian ke rumah naik apa nanti?" tanya pak Bram lagi
" mungkin jalan kaki saja pak. itu rumahnya pun dekat saja." kali ini aku yang menjawab pak Bram
"baik lah biar saya saja yang mengantar kalian sebentar"
" tidak usah pak"
" trimakasih pak" ucapku dan Agnes dengan berbarengan
" kalian ini lucu sekali. ya sudah kalian itu saya aja" ucap pak Bram sambil berjalan di depan kami
" Lis, apa mungkin kita naik taksi yah sama bapak itu. kan kalo naik mobil harusnya turun keparkiran kan" ucap Agnes berbisik denganku
__ADS_1
" tau ahhh, siapa tadi yang mau ikut pak Bram" ucapku cuek namun tetap berjalan mengikuti pak Bram.
Setelah sampai di depan lobby nampak seorang lelaki tidak terlalu tua membuka pintu dan membungkukkan badannya mengarah kami
Pak Bram mengangkat tangan kanannya sebagai kode ke lelaki tadi yang kemungkinan besar adalah supir pak Bram
" ayo cepat naik " tutur pak Bram sambil nai ke mobil Alphard tersebut
" OMG Lis" ucap Agnes sedikit menggoyang goyang lengan bajuku
Aku dan Agnes akhirnya naik ke dalam mobil itu. Aku masuk ke kursi samping pak Bram sedangkan Agnes duduk di belakang ku.
" Trima kasih pak Bram" ucapku berbarengan dengan Agnes
" ah tidak seperti itu juga kalian" ucap pak Bram
" ya sudah kami masuk dulu ya pak" ucapku
" tunggu dulu Lisa, ini kartu nama saya. kalau ada apa apa kalian boleh menghubungi saya" ucap pak Bram dengan menyodorkan dua kartu nama untukku dan Agnes"
" trima kasih pak Bram" ucap kami berdua.
__ADS_1
kemudian pintu mobil pak Bram tertutup dan kemudian mobilnya meluncur dari depan tempat tinggal kami. Setelah kepergian pak Bram, kami berjalan menuju rumah kami.
" eh Lis gimana bisa kamu jumpa sama pak Bram itu?" tanya Agnes denganku saat kami hanya berdua di lift itu
" ceritanya panjang Nes, aku ngak sengaja jumpa sama pak Bram di gang depan rumahku. waktu itu ban mobil pak Bram sedang bocor, aku melihatnya kesusahan jadi aku menolongnya. gitu aja abis itu kenalan dah aku pergi pulang dek ke rumahku" paparku menjelaskannya
" kirain dia itu sugar dadymu. hahahaha"
" hussss, sembarangan kamu Nes"
" tapi tajir loh Lis" Agnes semakin menggodaku
" jangan asal nyomong kamu Nes... Nes..."
" udah ahk, mending kamu pikirin telpon orang tua di kampung yang mungkin tengah merisaukanku Nes" sambung ku lagi
" ia kan..., hampir aja aku lupa. mungkin ibu dan ayahku sudah sangat merisaukanku
" makanya jangan asal bunyi aja kamu tuh.." ucapku meledeknya balik
JANGAN LUPA VOTE
__ADS_1