
Waktu menunjukkan pukul 7 malam. Nita sudah bersiap menyambut kedatangan kakek dan nenek Kim. Ia memakai dres midi berwarna navy berlengan panjang namun terdapat kerut di ujungnya sehingga Nita sedikit menariknya sedikit di atas pergelangan tangannya. Model kerah lingkar sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang, ditambah ia mengikat Cepol rambutnya. Ya,ia tak suka rambut yang tergerai. Terasa gerah dan risih baginya,namun ia juga enggan memotong nya terlalu pendek.Tak banyak aksesoris yang pakai nya. Ia hanya memakai kalung yang dipakaikan Niko tadi siang.
Ting..tong..
"Ah itu pasti asisten song" ucap Nita sambil berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Selamat ma..lam" ucap Nita sedikit terpotong karena ternyata bukan asisten Song yang datang,melainkan Niko yang berada di depan pintu.
Cekrik..
Niko mengambil foto Nita dengan ponselnya.
"Niko? ap..ada apa?" tanya Nita yang sedikit terkejut melihat Niko di depannya. Pasalnya ia juga khawatir kalau asisten Song melihatnya pasti Juan akan marah.
"Aku hanya ingin melihatmu" jawab Niko santai sambil tersenyum manis pada Nita.
"hah,seandainya aku bisa dengan mudah menerima cintamu pasti aku akan senang melihat senyum itu setiap hari" batin Nita.
"Waow,aku tidak salah melihat mu sekarang. Kalau tidak,aku akan melewatkan momen saat kau terlihat cantik malam ini." puji Niko.
"Haiss,ini bukan saatnya kau membual Niko. Cepatlah kembali ke apartemen mu kalau tidak mau ketahuan oleh Juan. Sebentar lagi asisten Song akan datang.!" ucap Nita memperingati Niko.
"Yah,dia masih di parkiran. Mungkin saat ini sedang di lift,aku masih punya waktu 3 menit sampai pintu lift terbuka." jawab Niko masih dengan santainya.
"Huft,tuan muda satu ini benar-benar menguji kesabaran ku.Sudah sana pulang!" ucap Nita sambil mendorong Niko agar segera masuk ke apartemen nya yang pintunya terlihat jelas dari pintu masuk apartemen Juan saat ini.
"Hei,,tunggu sebentar.." pinta Niko sambil menahan dorongan Nita.
"Gak ada waktu! ku harap kau mau bekerja sama dengan ku kali ini.!" omel Nita sambil terus berusaha mendorong Niko hingga sampai di depan pintu apartemennya.
TING..
terdengar suara dari lift yang baru saja sampai di lantai itu dan pintu lift pun terbuka.
DEG
Jantung Nita seolah berhenti berdetak,wajahnya sontak memucat dan keringat dingin menetes di pelipisnya. Nafasnya pun terasa sesak saat ia melihat sosok dibalik pintu lift itu adalah asisten Song.
__ADS_1
"A..asisten Song" gumam Nita.
Dengan panik dan khawatir ia menoleh ke arah Niko yang tadi sedang di dorongnya masuk ke apartemennya.
(hah, syukurlah..) batin Nita saat ia tak melihat keberadaan Niko di sana. Entah kapan ia masuk ke apartemennya.
"Selamat malam Nona" sapa asisten Song yang sudah berada di hadapannya.
"Se..selamat malam asisten Song." jawab Nita masih dengan menyesuaikan dirinya.
"Sedang apa anda disini? kenapa menunggu diluar?" tanya asisten Song.
"Ah,ak..aku hanya ingin melihat-lihat apartemen ini saja kok.hehe" jawab Nita dengan canggung sambil sedikit menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kalau begitu saya ambil tas dulu ya asisten Song." ucap Nita sambil berlari masuk ke apartemen Juan mengambil tas yang akan dibawanya dan langsung kembali menemui asisten Song.
"Mari nona" ajak asisten Song sambil memberikan jalan pada Nita untuk berjalan lebih dulu.
"Ah,anda di depan saja. Biar saya mengikuti anda.he" jawab Nita yang tak nyaman jika ia berjalan diikuti asisten Song,karena berasa ada pengikut yang mengawasinya.
"Baiklah" jawab asisten Song,kemudian mereka menuju area parkir dan langsung menaiki mobil yang siap membawa mereka menuju kediaman utama kakek dan nenek Kim.
"Bagaimana kabar kalian kek? nek?" tanya Nita dengan antusias.
"Lucu sekali,seharusnya kami yang bertanya itu padamu. Dasar cucuku ini memang baik sekali." ucap nenek Kim dengan senyum dan mengelus pipi gembil Nita.
"Aku baik dan akan selalu baik-baik saja nek. Kalian tidak usah mengkhawatirkan ku. Aku kuat dan sehat. Aku juga makan dengan baik.Hehe" jawab Nita sambil menunjukan senyum yang memperlihatkan deretan giginya.
"Iya..iya.." jawab nenek dengan mencubit pelan hidung Nita.
"Ehem kakek dicuekin" ucap kakek sambil pura-pura ngambek.
"Ha..ha..ha.." tawa mereka saat Nita dan nenek bersamaan menoleh pada kakek Kim yang memasang wajah dibuat lucu seperti anak kecil yang sedang merajuk pada ibunya.
"Ya sudah,ayo kita masuk" ajak kakek Kim.
"Waahh,,ini benar-benar rumah kalian kek? nek? bagus sekali" ucap Nita yanag terpukau melihat desain dan interior dalam rumah itu. Sementara kakek dan nenek Kim hanya tersenyum melihat tingkah Nita yang lucu.
__ADS_1
"Apa kau mau tinggal disini bersama kami Nita?" tawar nenek Kim.
"hah? saya nek? tinggal disini? Wah,setiap orang pasti akan sangat senang kalau disuruh tinggal disini nek." jawab Nita.
"Yang benar? kalau begitugitu mulai hari ini kamu tinggal disini kan dengan kami?" tanya nenek Kim lagi dengan antusias.
"Hehe,,tapi maaf nek. Aku lebih suka tinggal di rumah lama nenek. Walau itu tak sebagus dan semegah rumah ini,namun aku sudah merasa nyaman disana. Dan lagi aku tidak butuh banyak tenaga untuk membersihkan rumah.hehe" jawab Nita dengan polosnya.
"Astaga Nita,kamu tidak usah membersihkan rumah sendiri disini,sudah ada banyak pelayan. Mereka sudah punya tugasnya masing-masing." jawab kakek Kim dengan menunjukan deretan asisten rumah yang berdiri berderet di belakangnya seolah siap menerima perintah.
"Waow" gumam Nita sambil sedikit menutup mulutnya yang menganga takjub melihatnya,seolah tak percaya ia berada di situasi seperti saat ini.
"Kenapa?" tanya nenek Kim.
"Ah,gapapa nek. Ku pikir aku sedang bermimpi masuk istana raja atau presiden. Tapi ternyata ini bukan mimpi.hehe" jawab Nita.
"Ah kamu,ini biasa saja. Kami masih kakek dan nenek Kim mu,dan kamu masih tetap menjadi cucu perempuan kesayangan kami." tutur kakek Kim.
"he..terima kasih kek,kalian begitu baik padaku yang bukan siapa-siapa." balas Nita.
"Ssstt..kau keluarga kami. Cucu kami,jadi jangan berkata begitu lagi. Kalau tidak nenek akan sedih." ucap nenek Kim.
"Ah,iya maaf nek. Aku cuma bercanda kok. Oh iya dapur nya diman nek?" tanya Nita mengalihkan pembicaraan. Kakek dan nenek Kim pun mengerutkan keningnya.
"Ini aku bawa rendah kesukaan kakek. Jadi mau ku siapkan dulu." jelas Nita.
"Biar pelayan saja yang menyiapkan. Suli.." ucap nenek Kim sambil memanggil asisten yang bernama Suli.
"Ah tidak usah,biar aku saja yang menyiapkan sendiri. Kalian tunggu saja di meja makan.Ok" pinta Nita.
"Baiklah. Suli,antar cucuku ke dapur ya. Bantu dia." pinta nenek Kim pada Suli.
"Baik nyonya besar,mari." jawab Suli.
Nita dan Suli pun berjalan menuju dapur, sementara kakek dan nenek Kim beserta asisten Song menuju ruang makan.
****
__ADS_1
AUTHOR
MAAF YA BARU SEMPAT UP. SELAMAT MEMBACA..🙏🙏🤗🌻