
"Pak direktur,tolong berikan konfirmasi anda mengenai hubungan anda dengan nona Mimi? Apakah benar anda akan menikahinya?"
"Pak direktur,sejauh mana hubungan kalian?"
"Benarkah yang dinyatakan tuan Aichi bahwa anda adalah calon menantunya?"
"Tuan Aichi,apakah anda sudah menyiapkan acara pertunangan putri anda dengan pa Dirut?"
"Berarti berita bahwa anda pecinta sesama jenis itu tidak benar? begitu kah pak Dirut?
"Tolong berikan jawaban pada kami tuan?"
Banyak wartawan yang melontarkan pertanyaan itu pada Juan dan tuan Aichi,membuat suasana menjadi riuh.
Mendengar pertanyaan para wartawan itu membuat Juan merasa risih dan sangat tida suka,namun ia tahu bahwa ia harus menahan emosinya di saat seperti ini.
"Tentu saja...." ucapan tuan Aichi yang akan memberikan konfirmasi pada wartawan seketika terpotong oleh ucapan Juan yang langsung menyudahi keinginan para wartawan untuk mengajukan pertanyaan lebih jauh.
"Rekan wartawan yang saya sayangi,terima kasih atas perhatian kalian. Namun semua pertanyaan kalian akan saya jawab nanti setelah acara launching selesai.Mohon sedikit bersabar ya." ungkap Juan dengan tegas dan lantang,namun tetap terlihat sopan dengan menunjukan sedikit senyum nya pada para wartawan,setelah ia berhasil mengatasi emosinya.
(Sial*n,,masih saja ada yang dengan percaya dirinya menanyakan tentang kabar aku gay. Kau harus mendapatkan balasan dari mulut ember mu itu) batin Juan sambil memandang wajah wartawan yang mengajukan pertanyaan tentang gosip yang menyebutkan ia gay.
Sekilas terlihat raut kekecewaan dari para wartawan yang merasa sudah tak sabar untuk mengetahui kebenarannya,namun mereka tahu bahwa info yang beredar bahwa direktur K group adalah orag yang tak mau ada paksaan dan bantahan,sehingga mau tidak mau mereka lebih memilih bersabar menunggu sejenak hingga mereka diberi kesempatan untuk bebas menanyakan apa yang mereka ingin ketahui tentang direktur K itu.
Berbeda dengan para wartawan yang terlihat kecewa, tuan Aichi terlihat menyunggingkan senyum puasnya seolah ia sudah bisa menebak bahwa Juan sudah pasti akan menikahi Mimi putrinya. Jika ia tidak mau gosip yang menyebutkan ia pecinta sesama jenis akan terus santer di beritakan dan sampai ke telinga nenek Kim,yang pasti akan membuat kesehatan nya menurun. Terlebih tuan Aichi sangat tahu bahwa hingga saat ini Juan belum pernah sekalipun terlihat dekat dengan seorang wanita.
"Pak,acara launching sudah siap dimulai." ucap sekretaris Liem memecah kerumunan.
Juan dan Liem berjalan beriringan menuju panggung acara, dimana Juan akan memberikan sambutan dan meresmikan peluncuran produk baru dari perusahaan bergengsi K group.
Saat Juan sudah sedang memberikan sambutan di atas panggung, di bagian pintu masuk aula itu Nita dan Niko baru saja memasuki tempat acara bersama nenek Kim,sambil Nita menggandeng tangan nenek Kim. Sejenak Juan terpana melihat penampilan Nita yang sangat berbeda. Dia mengenakan dress panjang berwarna peach yang simpel namun terlihat anggun,dipadukan dengan sepatu yang tak begitu tinggi karena memang Nita tak terbiasa menggunakan high heels,sempurna dengan make-up natural dengan tatanan rambut yang sederhana juga. Namun pandangan terpukau Juan seketika berubah saat melihat Niko yang berdiri di sebelah Nita,mereka berdua terlihat sangat serasi. Itu membuat Juan merasa kesal.
Nita,Niko dan nenek Kim duduk di satu meja yang sama,bersama dengan kakek Kim yang sudah duduk lebih dulu di sana. Mereka terlihat sangat kompak dengan stelan baju yang mereka kenakan. Persis seperti acara makan bersama keluarga, sesekali mereka bercengkrama pelan dengan menyunggingkan senyum tanda mereka menikmati suasana. Walaupun sesekali mereka melirik Juan yang tengah berada di atas panggung tengah bersiap meresmikan peluncuran produk.
"Dengan ini,produk baru K group telah resmi di luncurkan." ucap Juan di akhir pidatonya. Hal itu pun disambut dengan tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir di sana. Termasuk Nita yang ikut tersenyum bahagia dan bertepuk tangan dengan antusias. Hingga tiba-tiba seseorang menghampiri meja mereka.
"Nenek,apa kabar?" sapa wanita itu yang tak lain adalah Mimi. Nenek Kim pun menoleh ke arahnya.
"Mimi?" seru nenek Kim saat melihat Mimi.
"Iya nek,ini aku." jawab Mimi sambil memeluk nenek Kim dalam duduknya.
"Boleh saya ikut bergabung di sini nek? kek?" ijin Mimi pada nenek dan kakek Kim yang kemudian mendapat persetujuan dari mereka.
"Terima kasih nek,kek" ucap Mimi dengan menyunggingkan senyum ramahnya yang menambah kecantikannya.
"Aku senang kalian terlihat sehat dan segar. Aku kangen sekali dengan kalian,sudah lama aku ingin bersama seperti ini. Seandainya aku tidak kuliah di Kanada." ungkap Mimi yang sekilas memasang raut wajah sedih nya.
"Haish anak ini, sudah lah. Yang terpenting sekarang kita sedang bersama. Bukan begitu?" ucap nenek Kim.
"Aah aku sayang nenek." Mimi kembali memeluk nenek Kim dengan manja.
"oh iya,kenalkan Mimi. Ini Nita dan yang di sebelah nya adalah Niko temannya,mereka sudah menjadi cucuku sekarang. Nita,Niko kenalkan ini Mimi,putri dari tuan Aichi,salah satu pemegang saham terbesar di K group. Dan dia juga teman kecil Juan." jelas kakek Kim. Mereka pun saling berjabat tangan dan tersenyum ramah.
"Lebih tepatnya sebentar lagi akan menjadi istri Juan kan kek?" ucap Mimi dengan percaya diri. Itu membuat kakek Kim bingung bagaimana menjawabnya,Karena hingga saat ini Juan masih belum menyetujui perjodohan nya dengan Mimi. Kakek Kim hanya tersenyum menanggapi Mimi.
"Maaf,saya permisi ke toilet sebentar ya." ucap Niko karena tak nyaman dengan pembicaraan orang yang ada di hadapannya. Sebelum beranjak ia menoleh pada Nita,agar ia menyusulnya keluar juga. Karena ia tahu,Nita juga tak nyaman berada di acara itu.
Nita merasa pandangan Mimi padanya begitu mencurigakan,seolah tak menyukai adanya Nita di sekitar kakek dan nenek Kim. Nita sempat meminta ijin pada nenek untuk keluar karena Niko sudah menunggu di luar. Namun nenek Kim mencegahnya,dan malah nenek Kim meminta Nita mengirim pesan pada Niko agar kembali masuk ke aula.
__ADS_1
"Apa kau sudah lama menunggu sayang?" ucap Juan yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Nita sambil sedikit membungkukkan badan nya dan tangannya melingkar di pundak Nita. Dan pandangan matanya tajam memandang Nita yang terkejut dan menoleh padanya
"uhuk...uhuk.. uhuk!!" Nita yang tengah mengunyah makanan pun dibuat tersedak dengan apa yang dilakukan Juan padanya.
"Pelan pelan sayang,ini minumlah" ucap Juan lagi sambil menyodorkan minum dan kemudian mengusap punggung Nita.
Di sisi lain kakek dan nenek Kim hanya bisa melongo meihat tindakan Juan dan tak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan bahwa Juan memanggil Nita dengan sebutan sayang.
"Apakah tanpa sepengetahuan ku ternyata Juan dan Nita sudah menjalin hubungan?" pertanyaan itu muncul di benak kakek dan nenek Kim.
Namun berbeda dengan Mimi. Dia terlihat begitu tak suka dengan tindakan Juan pada Nita di hadapannya.
"Juan,apa yang kau lakukan? aku disini,bukan disitu." ucap Mimi menganggap Juan seolah salah mengira orang.
"Iya memangnya kenapa?" jawab Juan datar menunjukan tak ada kesalahan padanya.
"Ehem,ada wartawan disini lho,kau harus hati-hati dengan ucapan mu. Kan kita akan menikah." ucap Mimi mengingat kan Juan,karena wartawan sudah mulai mendekat pada mereka karena sudah penasaran dengan masalah pribadi Juan. Ini sesuai dengan janji Juan tadi, kalau ia akan memberikan konfirmasi terkait isu yang menyebutkan bahwa dia pecinta sesama jenis adalah tidak benar.
"Pak direktur,apakah konfirmasi mengenai isu anda akan dilakukan disini?" tanya salah satu wartawan yang sudah lebih dulu mendekat.
"Maaf teman-teman media,mohon sabar menunggu sebentar. Konfirmasi itu.." ucap Liem seraya mengkondisikan wartawan yang ada. Namun dipotong oleh Juan.
"Ya,kalau bisa disini kenapa tidak. Dan disini kalian bisa langsung tahu siapa calon istriku." jawab Juan yang menyunggingkan senyum di wajahnya.
Mimi pun terlihat tersenyum karena mengira Juan sudah menyetujui untuk menikah dengan nya.
"Bukan begitu sayang?" ucap Juan lagi tepat di sebelah telinga Nita dengan suara yang bisa di dengar oleh orang yang ada disitu.
Nita yang masih sedikitnya terbatuk karena tersedak makanan tadi membuatnya makin tak bisa berkata-kata. Ia hanya menerima minuman dari Juan dan meminumnya hingga habis. Ia berharap batuk nya akan segera hilang, tenggorokan nya sudah terasa sangat perih dan gatal karena ia sedikit menahan batuk tersedaknya karena merasa malu dengan tamu lain yang ada disana. Hingga ia memutuskan beranjak dari duduknya bermaksud akan berlari menuju toilet. Namun,dengan cepat Juan mencegah dengan menarik tangannya.
"Hemmpppp"
Ceklik...ceklikk..
DEG...
(Ap..apa ini?) batin Nita.
Saat ini Juan tengah mencium tepat di bibir nya. Tangan kanannya berada di pinggang Nita, sementara tangan kirinya menekan belakang kepala Nita. Membuat Nita merasa berhenti bernafas dan jantungnya berhenti berdetak.
Menyadari posisinya,Nita reflek menaruh tangannya di dada Juan,bermaksud mendorongnya dan melepaskan ciumannya. Namun Juan malah makin mengeratkan ciumannya dan sedikit menggigit bibirnya hingga Nita reflek membuka mulutnya karena merasa perih di bibirnya. Bukannya menyudahi,Juan malah seolah makin menikmati Ciumannya dengan menjulurkan lidahnya ke dalam mulut Nita. Membuat Nita meneteskan air mata di ujung matanya karena merasa telah di sepelekan oleh Juan.
Mengetahui itu,Juan akhirnya melepaskan ciumannya dan menghadap ke para wartawan yang sedari tadi mengambil gambarnya dengan Nita.
"Kurasa dengan ini kalian sudah mempunyai jawaban bukan? maaf,kami permisi dulu. Calon istriku sudah kelelahan." ucap Juan yang kemudian langsung menggandeng tangan Nita dan menariknya agar ia mengikuti langkahnya. Namun ia mengibaskan tangan Juan yang menggandengnya.
Nita,wajahnya terlihat pucat. Ia menundukkan kepalanya,ia bingung,ia tak tahu harus bagaimana. Sedih,kecewa,marah bercampur jadi satu yang tertahan di dadanya. Pikirannya kacau, namun ia tak mau membuat kesalahpahaman banyak orang. Dengan terpaksa,ia mengangkat wajahnya. Dengan tubuh yang gemetar dan mata yang mulai berkaca-kaca ia membuka suaranya.
"Bu..bukan begini. Nek..Kek..to..ah..ak..aku tidak. Bukan." Nita kesulitan menyusun kata-kata karena saking terkejutnya dengan situasi ini.
"Terima kasih cucuku,nenek merestui hubungan kalian" seru nenek Kim yang langsung memeluknya erat. Nita makin terkejut dengan ucapan nenek Kim.
"Sudahlah,sekarang kau ikuti Juan saja. Kau perlu istirahat,ok" Tambah nenek Kim setelah melepaskan pelukannya,dan meletakkan tangan Nita di telapak tangan Juan. Dan Juan pun menyambutnya dengan senyum dan langsung menarik Nita untuk mengikutinya. Ia tak mempedulikan para wartawan yang masih penasaran dengan konfirmasinya.
Sementara Mimi begitu dibakar amarah dan tak terima dengan tindakan Juan padanya. Ia mengeratkan kepalan tangannya dan menahan air mata yang sudah mulai memanasi matanya.
"Cucuku Mimi" panggil nenek Kim yang menyadarkannya.
"Ah,maaf nek. Tiba-tiba aku ingat kalau aku ada janji. Aku pergi dulu ya nek,kek.?" ucapnya pada kakek dan nenek Kim.
__ADS_1
"Oh begitu,baiklah. Hati-hati ya " jawab nenek Kim.
Mimi hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya dengan sedikit senyum yang dipaksakan dan terus melangkah cepat keluar dari aula itu.
*
"LEPASS!!" Bentak Nita pada Juan,sambil menarik paksa tangannya dari genggaman Juan,begitu mereka sampai di sebelah mobil Juan di tempat parkir hotel A.
Juan pun menoleh padanya dengan pandangan tajam ditatapnya Nita dengan intens.
"Hiks ..Hiks...Hua...kenapa??" tangis Nita mulai pecah di hadapan Juan,layaknya anak kecil yang marah pada ayahnya.
"Haish,DIAMLAH.!!" bentak Juan.
"Kenapa? kenapa kau senang sekali menyiksaku hah? apa salahku?!! Juan,kau benar-benar pria bren*sek!!" maki Nita pada Juan.Kemudian ia terdiam dalam Isak tangisnya.
"Sudah?" tanya Juan namun tak dijawab oleh Nita.
Jun berjalan mendekati Nita,dan memajukan dirinya pada Nita.
"Patuhlah jika kau tidak ingin terjadi sesuatu pada Niko,Desi dan mungkin keluargamu." bisik Juan di telinga Nita.
"hah?? apa maksudmu?!" tanya Nita tak mengerti dengan perkataan Juan.
"Masuklah,nanti ku jelaskan." ucap Juan yang sudah membuka pintu mobilnya di bagian sebelah kursi kemudi.
"Cih,aku tak mau ditipu oleh orang sepertimu!" jawab Nita dengan ketus.
"Baiklah kalau kau tidak mau dengan cara halus." jawab Juan.
Ting
Sebuah pesan masuk dari Niko pada Nita. Dan Nita pun langsung membukanya.
"Perusahaan keluarga Niko akan segera bangkrut kalau kau tak mau patuh dengan ku sekarang. Harga sahamnya terjun bebas, dan pasti saat ini mereka sedang kelimpungan. Tak terkecuali Niko dengan restoran nya itu." ucap Juan.
Nita pun terkejut,kenapa Juan bisa tahu isi pesan Niko padanya.
"Kau bisa telfon Desi jika kau penasaran dengan keadaannya." tambah Juan.
Nita pun segera menelfon Desi. Dengan gemetar ia memegang ponselnya, terdengar di seberang telepon nya kalau Desi tengah terisak tangis juga karena ia akan di pecat tanpa pesangon dan harus mengganti rugi pada star hotel karena tanpa sengaja ia merusak lukisan mahal milik salah satu tamu hotel dan memecahkan jam kristal milik tamu juga yang tak sengaja ikut terlipat dalam seprei yang kotor.
"Hanya aku yang bisa membantu Desi dan Niko.Em,apa kau ingin menelfon keluargamu di Indonesia?" ucap Juan lagi dengan senyum liciknya,yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh Nita.
"Ap..apa maumu?" tanya Nita dengan terpaksa.
"Berpura-pura lah menjadi kekasihku,bila perlu istriku. 6 bulan,ah tidak. Maksimal 3 bulan saja. Bagaimana?"
"Kenapa? kenapa harus aku? bukankah ada Mimi tadi di sana." jawab Nita dengan suara bergetar.
"Aku hanya mau jawaban iya darimu." ucap Juan menegaskan kemauannya.
Nita berfikir sejenak dan dengan terpaksa menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Bagus,,kalau begitu masuklah.!" perintah Juan pada Nita agar segera menaiki mobilnya. Juan pun langsung menutup pintu mobilnya dan melajukan nya melesat meninggalkan A hotel.
***
AUTHOR
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA,,SEMOGA KALIAN SUKA.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE,KOMEN DAN VOTE NYA YA.THANK YOU..🙏🙏🤗🤗🌻❤️